POLITIK

Golkar: Pencapresan Jokowi karena Pengaruh Hasil Survei

Kafe Berita | Sabtu, 15 Maret 2014 - 00:10:46 WIB

Calon presiden dari PDIP Joko Widodo (bloomberg.com)

KafeBerita.com, Jakarta - Ketua Badan Litbang DPP Partai Golkar Indra J Piliang menilai hasil survei sangat mempengaruhi pencapresan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Menurutnya, selama ini mantan wali kota Surakarta itu selalu merajai berbagai lembaga survei.

"Lembaga survei berperan memberikan pengaruh pengambilan keputusan partai. Kalau enggak ada survei enggak mungkin Jokowi muncul (jadi capres)," kata Indra di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Maret 2014.
 
"Situasi ini enggak seperti (pemilu) 2004 dan 2009. Mana tahu Jokowi jadi presiden kan dari survei. Survei mulai jadi landasan kebijakan partai," kata dia menambahkan.

Menurutnya, keputusan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri untuk menetapkan Jokowi sebagai capres adalah untuk memperoleh dukungan suara pemilih swing voters atau pemilih galau. Dan itu, kata dia, juga hasil rekomendasi berbagai hasil survei yang dirilis.

"Ini untuk meraih swing voters bagi PDIP dan survei sudah merekomendasi itu. Selamat atas diputuskannya Jokowi jadi Capres," ujarnya.

Indra mengatakan pencapresan pria yang dikenal lewat "blusukan"-nya itu tak lantas membuat pasangan capres dari partai lain merasa kalah saing dengan kehadiran Jokowi pada pertarungan Pilpres 2014. Menurut dia, tiap pasangan calon presiden dan wakil presiden tentu sudah memiliki strategi politik masing-masing untuk memuluskan langkahnya dalam pemilihan RI-1 itu.

"Yang enggak boleh dalam demokrasi kita kan capres tunggal. Saya liat sekarang, kalau Jokowi capres, maka Prabowo dan Ical mundur, kan itu enggak benar. Justru capres lain harus diadu sekencang-kencangnya dengan Jokowi," ujarnya.

Icha/Nana