KafeBerita.com, Blitar — Bupati Blitar Rijanto menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Blitar dan Pemerintah Kota Blitar dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan Blitar Raya. Menurutnya, tantangan pembangunan daerah saat ini tidak dapat diselesaikan secara terpisah, melainkan membutuhkan kerja sama lintas wilayah yang terencana dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Rijanto usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Blitar dan Pemerintah Kota Blitar yang digelar di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Rabu (4/3/2026). Kerja sama tersebut juga melibatkan perguruan tinggi, yakni Universitas Islam Balitar dan Universitas Madani Indonesia.
“Jadi hari ini kami mengadakan MoU ya pemerintah kota Blitar dengan pemerintah kota Blitar dan juga dengan Unisna maupun Universitas Madani. Alhamdulillah sudah berjalan baik, berjalan lancar tentunya MoU ini perlu karena bagaimanapun untuk memajukan daerah tanpa kerjasama dengan daerah lain tidak mungkin,” kata Rijanto.
Ia menjelaskan bahwa era pembangunan saat ini menuntut pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi, baik antarwilayah maupun dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, banyak persoalan pembangunan yang hanya dapat diselesaikan melalui kerja sama yang solid antara daerah yang saling berbatasan.
“Era-era sekarang ini dituntut ya untuk kita saling sinergy saling kerjasama,” ujarnya.
Rijanto mencontohkan salah satu bentuk terobosan yang muncul dari sinergi tersebut, yakni penghapusan diskriminasi dalam program bantuan pendidikan di Kota Blitar. Sebelumnya, program pengadaan seragam sekolah hanya diberikan kepada siswa yang berstatus warga Kota Blitar, meskipun mereka bersekolah di wilayah yang sama dengan siswa dari Kabupaten Blitar.
Bupati Rijanto mengapresiasi kebijakan baru dari Walikota Syauqul Muhibbin yang saat ini program pendidikan gratis bisa dirasakan secara lebih adil siswa tanpa memandang backround domisili.
“Dulu itu pernah misalnya anak sekolah di kota Blitar itu yang programnya bagus pengadaan pakaian itu ya itu yang diberi penduduk kota, tapi kabupaten yang sekolah di kota ini tidak dapat, ini beliau data terobosan harus dihapus diskriminasi nggak ada,” kata Rijanto.
“Jadi kalau sekolah di kota Blitar ada program pengadaan pakaian seragam anak kabupaten sekolah disitu pun juga dapat,” lanjutnya.
Selain sektor pendidikan, Rijanto menyebut kerja sama antara Kabupaten dan Kota Blitar juga akan diperluas pada berbagai sektor strategis lain yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Beberapa bidang yang menjadi fokus kolaborasi antara lain perdagangan, pengelolaan sampah, hingga ketahanan pangan. Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar potensi masing-masing wilayah dapat saling melengkapi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Ini termasuk kerjasama dagang pengelolaan sampah serta banyak sekali, ketahanan pangan ya,” ujarnya.
Rijanto menambahkan bahwa kerja sama yang telah disepakati tidak berhenti pada penandatanganan MoU semata. Pemerintah daerah akan menindaklanjuti berbagai kesepakatan tersebut melalui program-program konkret yang dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan.

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin juga menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten Blitar dalam kerangka pembangunan Blitar Raya. Menurutnya, masyarakat di luar daerah pada umumnya melihat Blitar sebagai satu kesatuan wilayah, sehingga kolaborasi antar daerah menjadi langkah strategis untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.
Ia menilai kerja sama ini dapat mempertemukan kekuatan ekonomi kedua daerah, mulai dari sektor pariwisata, perdagangan, hingga ketahanan pangan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Nanti misalkan pariwisata, menginap di kota tapi mainnya ke pantai yang ada di kabupaten. Saya kira ini sinergi yang harus berkelanjutan. Demikian juga masalah pangan, masalah sampah dan sebagainya, kami akan bersinergi. Potensi yang ada di kota akan kita keluarkan, potensi yang di kabupaten juga dikeluarkan untuk dipertemukan sehingga terjadi simbiosis potensi,” ujar Walikota Blitar yang akrab disapa Mas Ibin.
Dalam sambutannya pada acara penandatanganan MoU tersebut, Bupati Rijanto juga menegaskan bahwa kerja sama antara Kabupaten Blitar dan Kota Blitar memiliki landasan historis, geografis, dan kultural yang kuat. Menurutnya, kedua wilayah merupakan satu kesatuan yang saling terhubung dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Tantangan pembangunan ke depan tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Kita membutuhkan koordinasi lintas wilayah, perencanaan yang terintegrasi, serta kebijakan yang saling menguatkan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat semata,” kata Rijanto.
Ia berharap kolaborasi lintas daerah tersebut dapat melahirkan berbagai inovasi pembangunan, mulai dari riset aplikatif, pemberdayaan ekonomi lokal, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia. Pada akhirnya, seluruh upaya tersebut diarahkan untuk mewujudkan Blitar Raya yang maju, harmonis, dan berkelanjutan.






