Bupati Rijanto Resmikan SPPG Pesantren Pertama di Blitar

KafeBerita.com, Blitar — Pemerintah Kabupaten Blitar terus memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke lingkungan pendidikan berbasis pesantren. Langkah itu ditandai dengan peresmian Sentra Pangan dan Pemberdayaan Gizi (SPPG) Pesantren pertama di Kabupaten Blitar yang berlokasi di Pondok Pesantren Jati Sanan, Kelurahan Kamulan, Kecamatan Talun, pada Minggu (9/11/2025).

Bupati Blitar, Rijanto, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya kepada pihak pesantren yang telah siap menjadi pelaksana awal program MBG di lingkungan pesantren. Ia menyebut inisiatif ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda di Kabupaten Blitar. “Hari ini saya dapat kehormatan dari pimpinan Pondok Pesantren Jati Sanan untuk melunching opening SPPG Pesantren,” ujar Rijanto.

“Saya betul-betul kagum, betul-betul terkejut dengan kondisi yang saya lihat. Saya komentar pada Gus Tamim sebagai pimpinan pondok pesantren, ini sangat bagus sekali, sangat baik sekali,” sambungnya.

Rijanto menilai, pelaksanaan program makan bergizi gratis yang kini menyasar pondok pesantren dan masyarakat sekitar menunjukkan arah kebijakan pemerintah pusat yang berpihak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Program pemerintah pusat untuk makan bergizi gratis yang saat ini juga melayani untuk pondok-pondok pesantren dan masyarakat sekitar ini bagus sekali, sangat baik sekali,” ungkapnya.

Menurut Bupati, fasilitas dapur SPPG Jati Sanan telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Ia berharap agar seluruh pengelola menjalankan kegiatan dengan semangat pelayanan sosial tanpa memprioritaskan keuntungan pribadi.

“Harapan kami ini konsisten, sebagaimana Gus Tamim sampaikan ke kita kalau motonya bekerja sepenuh hati, melayani sepenuh hati, semoga bisa benar dijalankan. Jangan bicara untung dan rugi. Kalau ini semua dilaksanakan melayani sepenuh hati, program yang bagus, yang mulia ini akan berhasil,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rijanto menegaskan bahwa Pemkab Blitar telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh SPPG agar memperhatikan kebersihan, pengelolaan sampah, serta higienitas dapur. Ia juga melaporkan perkembangan pesat pembentukan dapur SPPG di wilayahnya.

“Kami sudah membuat surat edaran, kami kemarin juga sudah mengumpulkan mereka-mereka SPPG untuk menyangkut persyaratan itu, termasuk edaran bupati bagaimana mengelola kebersihan di sini. Termasuk bagaimana memilah sampah ya, sampah basah, sampah kering, itu tentunya menjadi perhatian kita karena ini menyangkut kesehatan,” jelasnya.

“Menurut laporan dari Satgas, dari target 95 ini sudah operasional sampai detik hari ini 45. Padahal kemarin lusa masih dapat laporan 40. Berarti hanya dua hari terus berkembang, dan insya Allah berikutnya terus menyusul,” tambah Rijanto.

Pesantren Turut Perluas Program MBG di Blitar, Minggu Ini Akan ada 4 SPPG Pesantren Beroperasi

Sementara itu, Ahmad Tamim atau Gus Tamim, pengasuh Pondok Pesantren Jati Sanan sekaligus anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan pemerintah pusat dan daerah terhadap program SPPG. Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi nasional di bawah koordinasi Komite Percepatan Pemberdayaan Masyarakat (KPPM).

“Saya selaku pengasuh Pondok Pesantren Jati Sanan bangga dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto karena beliau telah membikin program strategis namanya SPPG. Yang kedua terima kasih kepada komite, jadi Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Gus Muhaimin dengan Menteri Keuangan membikin SK bersama namanya komite. Dan komite itu telah bekerja dengan baik, komite namanya Komite Percepatan Pemberdayaan Masyarakat (KPPM),” kata Gus Tamim.

Menurutnya, SPPG Pesantren Jati Sanan termasuk dalam 101 dapur SPPG yang berdiri serentak minggu ini di seluruh Indonesia. Program ini, kata Gus Tamim, dirancang tidak hanya untuk santri, tetapi juga bagi siswa sekolah di sekitar pesantren, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lansia.

“Ini adalah pesantren tetapi peruntukannya tidak hanya santri, peruntukannya adalah siswa peserta didik yang paling dekat dengan dapur, yang paling dekat dengan area dapur sesuai dengan aturan,” jelasnya.

“Intinya, kami hanya 1.800 santri di Pondok Sanan Gondang dan Jati Sanan, padahal targetnya 3.500 penerima, termasuk untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia,” ujarnya.

Meski demikian, pelaksanaan program dilakukan secara bertahap dengan memastikan kesiapan tenaga dan fasilitas dapur.

“Tentu bertahap, saya tadi dapat informasi besok kita sudah melayani memasak 1000 porsi, sehingga sore nanti sudah beraktivitas. Setelah nanti auto pilot, relawan paham betul cara mencucinya sesuai dengan SOP, cara memasaknya, baru kemudian minggu ke depan mungkin dinaikkan di angka 1.500, lalu terus ditingkatkan,” terang Gus Tamim.

Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara komite, pemerintah daerah, dan pesantren menjadi faktor penting keberhasilan program. “Kami kemarin sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Bahkan beliau kita mohon minta kepada para karyawan para relawan untuk dibimtek kaitan dengan higienis itu seperti apa. Mudah-mudahan tidak sekedar teori tapi juga praktik, dan ternyata Pak Bupati sudah siapkan satgas,” paparnya.

“Ini adalah contoh kabupaten yang sangat baik karena bersinergi antara program pusat dan program daerah,” tandasnya.

Dengan semangat yang sama, Gus Tamim juga mengungkapkan, setelah SPPG Pesantren Jati Sanan resmi beroperasi, dalam waktu satu minggu ke depan akan ada tiga pesantren lain yang siap menyusul menjalankan program serupa di wilayah Kabupaten Blitar, asalkan seluruh persiapan berjalan lancar.

“Iya, jadi yang SPPG Pesantren Jati Sanan ini yang mulai berjalan, tapi di minggu ini nantinya akan running empat. Dipastikan dalam minggu ini di tempat kami, tempatnya Ki Agus Ma’din, di temannya Kiai Dawam Anharul Ulum, serta Pak Kiai Jamroji Maarif Udanawu, minggu ini running. Tadi saya nanya kepada komite, minggu ini running,” kata Gus Tamim yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut.

Dengan diresmikannya SPPG Pesantren Jati Sanan, Kabupaten Blitar kini menjadi salah satu daerah pelopor pelaksanaan Makan Bergizi Gratis berbasis pesantren di Jawa Timur — menandai langkah konkret sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga keagamaan dalam membangun generasi sehat dan unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *