KafeBerita.com, Blitar — Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Guntur Wahono, resmi menuntaskan rangkaian kegiatan Sosialisasi Penguatan Ideologi Pancasila untuk seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) dan ranting PDI Perjuangan di Kabupaten Blitar. Kegiatan pamungkas dilaksanakan di Kecamatan Ponggok, di rumah anggota DPRD Kabupaten Blitar Edi Sutikno, pada Selasa (28/10/2025), menandai berakhirnya program penguatan ideologi bagi 22 PAC (kecamatan) dan 248 ranting (desa/kelurahan) yang ada di Kabupaten Blitar.
Menurut Guntur, kegiatan ini bukan sekadar konsolidasi organisasi, melainkan sebuah langkah serius dalam menanamkan kembali jiwa Pancasila di tubuh struktural partai. Ia menegaskan, tanpa landasan ideologis yang kuat, seorang kader akan mudah kehilangan arah dan tidak memiliki pegangan moral dalam berpolitik.
“Kami memandang perlu bahwa teman-teman struktural ini harus tetap dibekali dan dijiwai ideologi Pancasila. Kalau dalam melaksanakan kepartaian tidak dijiwai Pancasila, saya khawatir mereka akan menjadi orang-orang yang tidak terarah, dan ini membahayakan,” ujar Guntur dalam sesi wawancara usai acara penutupan di Ponggok.
Politikus asal Blitar itu menambahkan, PDI Perjuangan sejak awal berdiri telah menempatkan Pancasila sebagai ideologi utama partai. Ia menyebut kegiatan penguatan ini sebagai bentuk kontinuitas perjuangan Bung Karno dalam menggali dan meneguhkan Pancasila sebagai dasar negara.
“PDI Perjuangan adalah partai yang sangat mengagungkan Pancasila karena bagaimanapun, Pancasila digali oleh Bung Karno. Kita sebagai generasi penerus ideologi harus melanjutkan itu. Alhamdulillah, seluruh kecamatan dan ranting di Kabupaten Blitar sudah ikut dalam kegiatan konsolidasi ini,” lanjutnya.
Meski kegiatan ini telah rampung, Guntur menegaskan proses reideologisasi tidak akan berhenti di sini. Ia merencanakan format lanjutan berupa lokakarya, seminar, dan sarasehan tematik per kecamatan, agar setiap kader bisa membahas tuntas persoalan spesifik di wilayah masing-masing, sekaligus menyalurkan aspirasi lokal untuk diperjuangkan di tingkat provinsi.
“Ke depan, kami ingin kegiatan seperti ini fokus per kecamatan, karena setiap wilayah punya persoalan berbeda. Dengan begitu, kader bisa menyerap aspirasi masyarakat secara lebih tajam dan memperjuangkannya di forum APBD Jawa Timur,” terang Guntur.

Pandangan serupa disampaikan Daniel Rohi, pemateri kegiatan sekaligus Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Menurutnya, langkah Guntur menggelar sosialisasi Pancasila bagi kader di tingkat bawah menunjukkan bentuk kepedulian ideologis yang langka di era politik pragmatis saat ini.
“Saya melihat ini sebagai langkah positif. Banyak masyarakat hari ini menganggap Pancasila hanya simbol, tidak lagi diwujudkan dalam tindakan nyata. Apa yang dilakukan Pak Guntur ini adalah upaya menghidupkan kembali Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa,” kata Daniel.
Ia menegaskan, penguatan ideologi di tubuh partai harus diimbangi dengan pembenahan organisasi. Karena itu, dalam sesi materi, Daniel juga menekankan dua aspek penting bagi kader: ideologi dan manajemen organisasi. Keduanya harus berjalan beriringan agar partai memiliki fondasi yang kuat di tingkat bawah.
“Kader partai harus menjadi petugas partai yang handal. Kami membekali mereka dua hal: penguatan ideologi dan pengelolaan organisasi. Tujuannya agar ranting dan PAC benar-benar berfungsi, solid, dan menjadi daya tarik bagi masyarakat,” jelasnya.
Daniel juga menyoroti pentingnya melahirkan kader banteng yang ideologis dan militan, yaitu mereka yang bekerja bukan karena iming-iming materi, tetapi karena nilai dan semangat gotong royong yang menjadi inti dari Pancasila.
“Kader yang ideologis adalah kader yang militan, disiplin, bekerja keras, berani, bergotong royong, dan setia kawan. Itulah jati diri kader PDI Perjuangan,” tutupnya.
Rangkaian kegiatan sosialisasi yang dimulai sejak pertengahan tahun ini sekaligus menjadi pondasi menuju reorganisasi struktural pada 2026. Pelaksanaan sosialisasi ini ke 22 PAC dibagi 8 kegiatan yang selesai 4 hari berturut, dengan yang terakhir di Ponggok ini mengundang PAC Ponggok, Udanawu dan Wonodadi. Bagi Guntur, proses ini bukan hanya bentuk konsolidasi menyiapkan tahun politik, tetapi bagian dari upaya mengembalikan PDI Perjuangan ke akar ideologinya: partai rakyat yang berpijak pada nilai-nilai Pancasila dan gotong royong.






