KafeBerita.com, Blitar — Program Sinau Sebelum Pembelajaran (SABUN) yang diterapkan UPT SD Negeri Nglegok 01, Kabupaten Blitar menunjukkan dampak signifikan terhadap kemampuan calistung siswa kelas awal. Dari hasil evaluasi semester pertama, sekitar 90 persen siswa kelas 1 yang sebelumnya belum lancar membaca dan menulis kini telah mencapai kemampuan dasar secara mandiri.
SABUN dilaksanakan rutin setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 07.00 sebelum kegiatan belajar normal dimulai. Program pendampingan ini difokuskan pada siswa yang membutuhkan penguatan literasi pada masa transisi dari pendidikan anak usia dini ke sekolah dasar.
Menurut Kepala UPT SD Negeri Nglegok 01, Nina Rahayu, program ini telah memberikan perubahan nyata pada perkembangan literasi siswa.
“Sebagian besar anak yang sebelumnya mengalami keterlambatan membaca dan menulis kini sudah mampu mengikuti materi kelas dengan lebih percaya diri,” ujar Nina Rahayu saat diwawancarai di sekolah, Rabu (26/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa metode pembelajaran dalam SABUN tidak hanya berfokus pada repetisi, tetapi juga pendekatan individual.
“Kami menerapkan teknik membaca fonik, latihan bertahap, hingga metode visual berbasis gambar agar pembelajaran terasa menyenangkan dan tidak menimbulkan tekanan,” jelasnya.
Selain peningkatan kemampuan calistung, sekolah mencatat perubahan perilaku positif. Kehadiran siswa lebih awal bertambah, dan antusiasme mengikuti pelajaran meningkat.
Saat ini terdapat sekitar 10 persen siswa yang masih berada dalam tahap pemantauan dan mendapatkan pendampingan lebih intensif pada semester berikutnya.
“Kami tidak mengejar hasil instan. Setiap anak memiliki ritme belajar yang berbeda. Tugas sekolah adalah mendampingi, bukan membandingkan,” kata Nina.
Ia menegaskan bahwa program SABUN telah menjadi bagian dari sistem pembelajaran di SD Nglegok 01 dan bukan kegiatan tambahan yang bersifat situasional.
“SABUN sudah menjadi budaya belajar pagi di sekolah kami. Ini akan diteruskan agar semua siswa memiliki fondasi literasi kuat sejak kelas awal,” ujarnya.
Keberhasilan program ini mendapatkan apresiasi dari orang tua siswa dan menjadi referensi praktik pembelajaran literasi yang efektif di tingkat SD.
Melalui penerapan SABUN secara konsisten, UPT SD Negeri Nglegok 01 menargetkan seluruh siswa mencapai ketuntasan calistung sesuai standar usia belajar dasar, sekaligus memperkuat kesiapan akademik mereka untuk mengikuti materi pembelajaran selanjutnya.






