KafeBerita.com, Blitar – Pemerintah Kota Blitar mulai menyusun arah pembangunan tahun 2027 melalui Pra Musrenbang RKPD yang digelar di Sasana Praja Kantor Wali Kota Blitar, Jumat (27/2/2026). Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin memimpin langsung forum tersebut dan menegaskan bahwa perencanaan kali ini harus benar-benar berbasis aspirasi publik.
Mas Ibin menjelaskan bahwa Musrenbang tingkat kota akan dilakukan dua tahap. Pemerintah terlebih dahulu menggelar pra-musrenbang agar seluruh masukan masyarakat dapat terakomodasi sebelum masuk ke forum pengesahan.
“Hari ini kita rapat ya untuk pra musrenbang ya jadi musrenbang tingkat kota nanti itu kita lakukan dua kali ya, ini pra-nya terus nanti masih ada musrenbang jadi biar seluruh masuk masyarakat yang kita undang itu bisa terakomodir,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa langkah ini dilakukan agar usulan masyarakat tidak hanya bersifat formalitas. Seluruh aspirasi akan ditampung dalam program pembangunan tahun 2027.
“Jadi sebelum acara musrenbang kita melakukan pra-musrenbang dahulu sehingga nanti memungkinkan semua usulan masyarakat ya pendapat masyarakat bisa tertampung di program-program kita di tahun 2027,” lanjutnya.
Smart Government dan Smart Economy Jadi Tema Besar
Mas Ibin memaparkan bahwa tema pembangunan tahun 2027 adalah Smart Government dan Smart Economy. Menurutnya, konsep “smart” bukan sekadar istilah, tetapi perubahan sistem tata kelola secara menyeluruh.
“Jadi temanya tahun 2027 itu Smart Goverment dan smart economy jadi yang dimaksud smart itu adalah pintar ya jadi tata kelola pemerintah yang pintar sekaligus tata kelola ekonomi yang pintar,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa infrastruktur pendukung akan disiapkan pada 2026 sehingga pada 2027 dapat langsung dieksekusi.
“Jadi memungkinkan infrastruktur untuk pemerintahan maupun infrastruktur untuk ekonomi yang smart sudah siapkan di 2026, jadi 2027 nanti tinggal pelaksanaan,” tegasnya.
Dalam sektor pemerintahan, ia menekankan digitalisasi layanan berbasis elektronik dan teknologi informasi.
“Kalau 2027 tentunya smart government itu ya mesti pelayanan pemerintah yang dilakukan melalui elektronik melalui IT dan sebagainya itu menjadi titik tekan,” ujarnya.
Mas Ibin juga ingin membentuk birokrasi yang responsif dan cepat.
“Dan tentunya membuat birokrasi yang responsif membuat birokrasi yang cepat membuat kemudahan kemudahan dalam birokrasi di pemerintahan itu merupakan satu tujuan,” katanya.
Di sektor ekonomi, pemerintah akan mendorong modernisasi tata kelola. Pasar rakyat, pasar modern, serta pusat perdagangan akan diarahkan pada sistem yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Jadi memang kita harus mulai beralih dari cara ekonomi tradisional menuju ekonomi yang smart, yang pintar bahkan anakanak muda sudah mulai kita latih kreatif dan sudah mulai kita siapkan tata kelola ekonomi modern seperti sudah mengerti saham, mengerti programprogram ekonomi yang lain yang bisa membantu perekonomian,” ujarnya.
Ia juga menyebut pengembangan BTC, ruang kreatif anak muda, hingga investasi pusat perbelanjaan dan perhotelan sebagai bagian dari akselerasi ekonomi modern.
“Jadi ekonomi modern akan mengangkat kota Blitar menjadi lebih kencang ya maju dan juga bisa memfasilitasi masyarakat untuk tidak perlu jauhjauh kita berekonomi di Blitar juga sudah bisa,” tegasnya.
Mas Ibin mengakui bahwa percepatan ini membutuhkan dukungan anggaran yang kuat.
“Selain membutuhkan kemampuan juga sumber dana yang cukup kuat, maka dari itu ya mudahmudahan di 2027 ya betulbetul kita akan siap menuju smart govern maupun smart ekonomi,” ujarnya.
Proses Partisipatif Libatkan Berbagai Unsur
Sementara itu, Kepala Bapperinda Kota Blitar Tri Iman Prasetyono menjelaskan bahwa proses perencanaan telah dilakukan berjenjang. OPD terlebih dahulu mengikuti forum lintas perangkat daerah sebelum pra-musrenbang digelar.
“Jadi prosesnya memang untuk persiapan musrembang itu secara internal kami OPD sudah dilakukan untuk proses forum lintas OPD,” jelasnya.
Ia menyebut terdapat dua fokus utama yang dibahas, yakni smart government dan smart economy.
“Malam hari ini itu ada pra musrenbang ini khusus untuk menggali untuk yang dari masyarakatnya sehingga nanti diproses musrenbang keduanya ini sudah kami sampaikan sehingga menjadi persetujuan bersama,” katanya.
Pra Musrenbang kali ini mengundang perwakilan berbagai elemen masyarakat tingkat kota.
“Ini sebetulnya perwakilan dari tingkat kota dari perguruan tinggi, kemudian ada organisasi kemasyarakatan, kemudian ada forum anak, lalu kepemudaan kemudian dari tokoh tokoh agama,” jelas Tri.
Ia juga menegaskan perubahan pola agar usulan tidak lagi muncul setelah pengesahan.
“Oleh karena itu sekarang kita geser usulannya di depan dengan forum lintas OPD dan kemudian pra musrenbang untuk masyarakat ini sehingga tinggal proses persetujuan terus terakhir puncaknya musrenbang tanggal 10 Maret 2026,” tegasnya.
Dengan model perencanaan yang lebih terbuka dan sistematis ini, Pemerintah Kota Blitar berharap pembangunan 2027 benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat. Konsep kota pintar dan ekonomi modern pun diposisikan sebagai fondasi menuju Blitar yang lebih maju, kompetitif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.






