KafeBerita.com, Blitar – Sebanyak 166 peserta pelatihan yang didanai dari DBHCHT kini telah menerima sertifikat kompetensi BNSP. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto, menyebut capaian ini sebagai kulminasi proses dari pelatihan yang panjang dengan kelulusannya hingga dapatkat sertifikat untuk memperkuat kualitas tenaga kerja lokal.
“Sertifikasi pelatihan yang akan panjenengan peroleh tidak hanya sekadar lembaran kertas, melainkan simbol dari komitmen untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme dalam bidang masing-masing,” ujar Ivong Berttyanto, Jumat (28/11/2025).
Menurut Ivong, sertifikat ini menjadi bukti kemampuan peserta yang terukur berbasis standar nasional. “Kompetensi panjenengan bukan lagi sebatas kata, namun telah dibuktikan secara konkret dengan sertifikat yang berlisensi BNSP,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, program pelatihan ini tidak hanya melibatkan pemerintah daerah melalui Disnaker, tetapi juga bekerja sama dengan berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan mitra keterampilan profesional. Beberapa di antaranya adalah LPK Smart Junior, PT Senandung Laras Korporat, LPK Erlin Estetika, serta BLK Sound Electric. Keterlibatan lembaga-lembaga ini memastikan bahwa pelatihan tidak hanya teoritis, tetapi berbasis praktik langsung di dunia kerja.
Ivong mengatakan bahwa kolaborasi dengan mitra pelatihan ini menjadi faktor kunci keberhasilan. Mereka tidak hanya menjadi penyedia materi pelatihan, tetapi juga berperan sebagai pintu masuk peserta ke industri ketenagakerjaan. Program ini juga membuka peluang magang dan perekrutan langsung oleh perusahaan mitra bagi peserta yang menunjukkan performa unggul selama pelatihan.
Lebih lanjut, Ivong menegaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM lokal melalui DBHCHT bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan strategi pembangunan jangka panjang. Pemerintah Kabupaten Blitar melihat investasi pada kualitas SDM sebagai jalan memperkuat ekonomi daerah. Ia menyebut bahwa tenaga kerja yang terlatih dan tersertifikasi dapat mempercepat penyerapan tenaga kerja, menekan angka pengangguran, dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Selain manfaat langsung bagi peserta, Ivong menambahkan bahwa sertifikasi BNSP ini berdampak pada reputasi daerah. Kabupaten Blitar semakin diakui sebagai daerah yang serius mengembangkan tenaga kerja profesional melalui pendekatan ilmiah, standardisasi kompetensi, dan evaluasi objektif. Hal ini diharapkan mampu menarik minat perusahaan nasional maupun regional untuk menempatkan kantor cabang atau membuka peluang kerja di Blitar.
Dalam kesempatan wawancara, Ivong juga menyampaikan pesan moral kepada para peserta agar momentum keberhasilan ini menjadi titik awal pengembangan karier, bukan titik berhenti.
“Hidup sukses perlu proses, tidak ada orang sukses tanpa proses. Hidup jangan sekedarnya atau ala kadarnya, hendaknya fokus dan serius pada satu tujuan yang ingin dicapai,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa setelah memperoleh sertifikat, peserta harus terus mengasah kemampuan, baik melalui pengalaman kerja, pengembangan soft skill, maupun memperluas jaringan profesional. Ivong meyakini bahwa tenaga kerja yang berkualitas bukan hanya terletak pada sertifikat, tetapi pada sikap profesional dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Ke depan, Disnaker Kabupaten Blitar berkomitmen membuat pelatihan tenaga kerja yang terampil sesuai kebutuhan terbaru, seperti kebutuhan akan juru masak terampil yang bisa mendukung program nasional makan bergizi gratis, ketahanan pangan, hingga digitalisasi.
Lebih dari itu, ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus melibatkan dunia usaha, akademisi, serta komunitas profesi agar proses pelatihan berjalan semakin komprehensif. Dukungan lembaga pelatihan seperti LPK dan BLK di Blitar menjadi bagian penting dalam rantai pembentukan tenaga kerja kompeten, karena mereka berada di lini operasional pembinaan keterampilan teknis.
Dengan sertifikasi yang kini berada di tangan mereka sejak diserah terimakan dalam kegiatan Penyerahan Sertifikat BNSP dan Musrenbang di Local Education Center Garum-Blitar, pada Kamis (20/11/2025), 166 lulusan ini diyakini memiliki posisi tawar yang lebih baik di pasar kerja. Pemerintah berharap mereka tidak hanya siap bekerja di perusahaan, tetapi juga mampu membangun usaha sendiri dan menjadi bagian dari fondasi ekonomi Kabupaten Blitar di masa depan.












