KafeBerita.com, Blitar – Deru ratusan sepeda motor memecah suasana siang di Dusun Tambakboyo, Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Sabtu (20/6/2026). Satu per satu kendaraan yang membawa kader PDI Perjuangan dari Kabupaten Jombang memasuki halaman kediaman Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Guntur Wahono.
Perjalanan yang mereka tempuh bukanlah perjalanan singkat. Dari Jombang menuju Blitar, para kader memilih mengendarai sepeda motor menempuh jarak 80 KM lebih untuk mengikuti ziarah kebangsaan ke Makam Bung Karno dalam rangka memperingati Haul Bung Karno dan Bulan Bung Karno 2026.
Sekitar pukul 14.00 WIB, rombongan yang berjumlah sekitar 125 orang itu tiba di lokasi. Mereka disambut langsung oleh Guntur Wahono bersama jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Blitar, serta pengurus PAC.
Suasana hangat langsung terasa begitu rombongan tiba. Setelah menempuh perjalanan lintas daerah, para kader memanfaatkan momen tersebut untuk beristirahat, berbincang, dan mempererat tali persaudaraan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makam Bung Karno.

Bagi para kader Jombang, perjalanan menggunakan sepeda motor bukan sekadar soal moda transportasi. Ada semangat perjuangan yang ingin dihidupkan kembali melalui perjalanan tersebut.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang, Doni Anggun, mengatakan ziarah ke Blitar merupakan agenda rutin yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno.
“Kami datang ke Makam Bung Karno untuk berdoa sekaligus memperingati haul Bung Karno. Ini bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno yang kami laksanakan sejak awal Juni,” kata Doni.
Ia menjelaskan, seluruh peserta berasal dari unsur pengurus DPC, Fraksi PDI Perjuangan, hingga pengurus PAC se-Kabupaten Jombang.

Menurut Doni, sempat muncul usulan agar rombongan menggunakan bus. Namun akhirnya diputuskan menggunakan sepeda motor sebagai simbol semangat kader yang tidak boleh terlena oleh kenyamanan.
“Awalnya ada beberapa usulan menggunakan bus atau kendaraan lain. Tetapi arahan pimpinan jelas, kami harus berani keluar dari zona nyaman. Semangat itu yang ingin terus ditanamkan kepada kader,” ujarnya.
Perjalanan panjang tersebut mendapat apresiasi dari Guntur Wahono. Menurutnya, pilihan menggunakan sepeda motor menunjukkan komitmen dan semangat perjuangan yang masih terjaga di kalangan kader partai.
“Saya bersama pengurus DPC, Fraksi, dan PAC menyambut gembira kedatangan sahabat-sahabat seperjuangan dari Kabupaten Jombang. Semangat yang mereka tunjukkan luar biasa. Tidak mudah menempuh perjalanan sejauh ini jika tidak dilandasi komitmen dan semangat perjuangan seperti dikatakan tadi keluar dari zona nyaman,” ujar Guntur.

Bagi Guntur, singgahnya rombongan di kediamannya sebelum menuju Makam Bung Karno memiliki makna yang lebih dalam dibanding sekadar persinggahan. Momen tersebut menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan kader dari dua daerah dalam semangat yang sama.
Setelah berkumpul dan beristirahat sejenak, rombongan kemudian bergerak menuju kompleks Makam Bung Karno di Kota Blitar. Di hadapan pusara Sang Proklamator, mereka memanjatkan doa bersama dan melanjutkan prosesi tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh yang telah meletakkan dasar-dasar perjuangan bangsa.
“Jadi tidak langsung menuju makam, tetapi menyempatkan diri bertemu dengan pengurus DPC, Fraksi, dan PAC. Ini menunjukkan pentingnya menjaga hubungan persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan di antara sesama kader. Soliditas seperti inilah yang harus terus dirawat,” tegasnya.
Di tengah peringatan Haul Bung Karno, perjalanan ratusan kader PDIP Jombang menuju Blitar itu menjadi gambaran bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masih terus hidup. Bukan hanya melalui doa di makam Bung Karno, tetapi juga melalui perjalanan panjang yang mereka tempuh bersama untuk merawat nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Sang Proklamator.







