KafeBerita.com, Blitar – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Blitar terus memperkuat konsolidasi organisasi melalui Musyawarah Ranting (Musran). Kali ini, Musran digelar di Kecamatan Sanankulon, Kamis (23/7/2026), bertempat di kediaman Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Guntur Wahono.
Selain menetapkan kepengurusan ranting yang baru, Musran juga menjadi momentum memperkuat komunikasi dan koordinasi antara pengurus ranting dengan DPC agar roda organisasi semakin solid hingga tingkat bawah.
Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Taufich, mengingatkan para pengurus ranting yang baru dilantik agar lebih aktif membangun komunikasi dengan pengurus di tingkat PAC maupun DPC.
“Setelah dilantik menjadi pengurus ranting, mari kita tingkatkan soliditas lebih baik dari sebelumnya. Tingkatkan koordinasi dengan pengurus PAC maupun DPC. Selama ini yang sering datang ke kantor DPC masih pengurus PAC, sedangkan pengurus ranting masih jarang. Padahal tidak apa-apa datang ke kantor DPC walaupun hanya berkunjung, jangan sungkan. Kalau ada pertanyaan nanti bisa kita bantu,” ujarnya.

Menurut Taufich, pengurus ranting yang telah dikukuhkan sebenarnya sudah memiliki kewenangan menjalankan aktivitas organisasi meski surat keputusan (SK) definitif belum diterbitkan. Penyerahan stempel ranting menjadi tanda bahwa kepengurusan telah resmi mulai bekerja.
“Hari ini sudah dikukuhkan dan sudah diberikan stempel ranting. Walaupun SK belum turun, pengurus sudah resmi bisa bergerak, menggelar rapat, mengumpulkan pengurus, hingga mempersiapkan Musyawarah Anak Ranting. Bahkan akan lebih baik kalau dilakukan lebih awal,” katanya.
Sementara itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Sanankulon, Yudi Affandi, mengatakan seluruh tahapan konsolidasi berjalan lancar karena telah diawali dengan Pra-Musting yang dimanfaatkan untuk menyusun komposisi kepengurusan di setiap ranting.
“Malam ini merupakan rangkaian dari Pra-Musting hingga puncaknya Musran. Alhamdulillah hasilnya luar biasa karena sejak Pra-Musting susunan kepengurusan sudah kita desain, sehingga pada Musran malam ini semuanya sudah selesai dan berjalan lancar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kepengurusan baru juga telah memenuhi ketentuan partai terkait keterwakilan perempuan dan kader muda.
“Kita mengakomodir sekitar 30 persen kader perempuan, sedangkan untuk Gen Z kita akomodir sekitar dua orang di setiap ranting sesuai ketentuan partai,” jelasnya.
Usai Musran, PAC Sanankulon langsung menargetkan pembentukan kepengurusan anak ranting sebagai tahapan lanjutan konsolidasi organisasi.
“Sekitar satu minggu ke depan kami akan berkoordinasi dengan seluruh ranting untuk segera menyusun kepengurusan anak ranting. Target kami, dalam dua bulan seluruh kepengurusan anak ranting sudah selesai,” katanya.

Yudi menambahkan, penguatan struktur organisasi tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. PAC Sanankulon menargetkan penambahan perolehan kursi PDI Perjuangan di DPRD Kabupaten Blitar.
“Pada periode lalu di Dapil 2 kami memiliki dua kursi DPRD Kabupaten Blitar. Target kami ke depan bisa menambah satu kursi lagi,” tegasnya.
Pengukuhan pengurus ranting di sidang Musran Kecamatan Sanankulon ini dilakukan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Supriadi yang mengambil sumpah, disaksikan langsung Ketua DPC Guntur Wahono bersama Wasekbid Internal Andry Suprapto, Wasekbid Program Aryo Nugroho, Wakil Bendahara Diyah Rahayu Catur Setyarini, Wakabid Ideologi dan Kaderisasi Taufich, Wakabid Keanggotaan Organisasi dan Sumber Daya Suwito, Wakabid Perekonomian Kebudayaan dan Pendidikan Suratun Nasikhah, Wakabid Industri Perdagangan BUMN Investasi Koperasi dan UMKM Endik Susilo, Wakabid Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Retno Puji Astutik, Wakabid Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital Argo Wahyu Jati Kusumo, Wakabid Hukum dan Advokasi Nanang Widi Wahyono.
Musran di Kecamatan Sanankulon menjadi pelaksanaan ke-10 dari rangkaian konsolidasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar. Sebelumnya, Musran telah sukses digelar secara berturut-turut di Kecamatan Selorejo, Binangun, Bakung, Wates, Nglegok, Udanawu, Ponggok, Gandusari, dan Kanigoro sebagai bagian dari penataan organisasi hingga tingkat ranting dan anak ranting menjelang agenda politik mendatang.







