KafeBerita.com, Blitar – Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin mendatangi rumah empat warga penerima santunan BPJS Ketenagakerjaan, Rabu (12/8/2026). Kunjungan itu menjadi bentuk kehadiran pemerintah bagi keluarga pekerja rentan yang kehilangan pencari nafkah.
Mas Ibin menyerahkan santunan secara simbolis setelah Pemerintah Kota Blitar mendaftarkan para pekerja tersebut dalam program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Premi kepesertaan mereka dibayarkan Pemkot Blitar sebagai bentuk perlindungan sosial.
Kunjungan pertama menyasar keluarga Moh Syafii. Ia memperoleh santunan Rp32 juta dan Rp42 juta karena terdaftar dalam dua jenis pekerjaan rentan. Setelah itu, Mas Ibin mendatangi keluarga Musrianto yang menerima santunan Rp42 juta.
Kunjungan berlanjut ke keluarga Suprianto yang juga menerima santunan Rp42 juta. Rangkaian kunjungan kemudian berakhir di rumah Edi Widayat, warga Jalan Asagan, Kelurahan Pakunden.
Edi semasa hidup bekerja sebagai Ketua RT sekaligus marbot masjid. Karena kedua pekerjaan tersebut mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, keluarganya memperoleh santunan Rp32 juta dan Rp42 juta.
Mas Ibin mengatakan perlindungan tersebut menyasar masyarakat dengan pekerjaan yang memiliki tingkat kerentanan tertentu. Pemerintah membayarkan premi agar keluarga pekerja tetap memiliki perlindungan ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun meninggal dunia.
“Seluruh pekerja yang dikategorikan menurut kami adalah agak rentan, kami pemerintah mengasuransikan di BPJS Ketenagakerjaan. Preminya dibayar setiap bulan oleh Pemerintah Kota Blitar sebagai bentuk perlindungan sosial,” kata Mas Ibin.
Menurutnya, perlindungan sosial tidak berhenti pada pemberian santunan. Pemerintah juga perlu memastikan keluarga penerima memiliki kesempatan memperbaiki masa depan, terutama melalui pendidikan anak.
Mas Ibin menemukan masih ada anak keluarga penerima yang telah lulus SMA atau sederajat tetapi belum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ia kemudian mendorong mereka melanjutkan kuliah hingga jenjang S1 dengan memanfaatkan beasiswa yang disiapkan pemerintah.
Mas Ibin juga mendorong keluarga yang memiliki anak usia SMA dan memenuhi persyaratan agar mempertimbangkan Sekolah Rakyat. Menurutnya, program tersebut menyediakan pendidikan berasrama tanpa biaya hingga memberikan peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ia meminta orang tua tidak ragu memberikan kesempatan kepada anak untuk menempuh pendidikan di lingkungan asrama. Menurut Mas Ibin, pola tersebut dapat membantu membentuk karakter anak agar lebih mandiri.
Sementara itu, Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Blitar Suryaningsih mengapresiasi dukungan Pemkot Blitar terhadap perlindungan pekerja rentan.
“Kami sangat berterima kasih ke Pemerintah Kota Blitar karena telah mendukung untuk perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pekerja khususnya di Kota Blitar,” ujarnya.
Suryaningsih menyebut santunan dapat menjadi bantalan sosial bagi ahli waris ketika risiko terjadi. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga, termasuk modal usaha maupun pendidikan anak yang masih bersekolah.
Bagi Tiah Miningsih, santunan tersebut menjadi bantuan penting setelah suaminya, Edi Widayat, meninggal dunia. Selain menjadi Ketua RT, Edi juga menjalankan tugas sebagai marbot masjid hingga akhir hayatnya.
“Tanggapannya ya sangat positif sekali. Mudah-mudahan dengan bantuan ini berkah barokah untuk keluarganya,” kata Tiah.
Kunjungan Walikota Blitar Mas Ibin memperlihatkan bahwa perlindungan pekerja rentan tidak hanya berbicara tentang santunan setelah risiko terjadi. Program tersebut juga diarahkan menjadi bantalan bagi keluarga agar tetap mampu melanjutkan kehidupan, termasuk memastikan pendidikan anak tidak terputus.






