KafeBerita.com, Blitar – Penguatan kualitas kader menjadi perhatian Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Guntur Wahono. Salah satunya melalui pembekalan keterampilan menjadi master of ceremony (MC) bagi pengurus partai agar lebih siap menjalankan kegiatan organisasi yang lancar sekaligus mendukung peran kader di tengah masyarakat.
Pembekalan itu digelar di Wisata Pendopo Hand Asta Sih, Kecamatan Srengat, Minggu (18/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) dari 22 Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Blitar. Disini para kader diberikan bekal menjadi MC yang baik oleh narasumber Indi dari Protokol Setda Kabupaten Blitar.
Guntur menilai keterampilan MC perlu dimiliki pengurus agar mereka tidak hanya menjalankan tanggung jawab struktural, tetapi juga siap ketika mendapat tugas dalam kegiatan kepartaian di wilayah masing-masing. Menurutnya kemampuan memandu acara bukan sekadar urusan teknis, tapi dapat menjadi bekal bagi kader untuk berkontribusi dalam kegiatan masyarakat.
“Kita kepengin bahwa kader-kader kita yang jadi pengurus itu sekaligus menjadi tokoh di wilayah masing-masing. Manakala mereka dimintai tolong oleh masyarakat untuk jadi MC di acara, jangan sampai mereka menolak dan mereka bisa melaksanakan tugas dengan baik dan benar,” kata Guntur yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.
Pembekalan bagi KSB PAC juga diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas peningkatan kapasitas hingga struktur partai di tingkat bawah. Guntur berharap pengurus PAC yang telah menerima materi dapat meneruskan pengetahuan tersebut kepada pengurus ranting hingga anak ranting di wilayah masing-masing.

Dengan cara itu, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada peserta kegiatan, tetapi bisa menyebar di dalam organisasi. Menurut Guntur, kebutuhan pembekalan juga berkembang mengikuti tugas kader yang semakin beragam. Selain menjadi MC, pengurus perlu mampu berpidato, menyampaikan gagasan, berorasi, serta menjelaskan informasi dari pimpinan kepada anggota dan masyarakat.
Guntur mengatakan kemampuan komunikasi tersebut penting karena pengurus yang menjadi pemimpin di tingkat wilayah perlu menyampaikan pendapat dan gagasan secara jelas. Tanpa komunikasi yang baik, pesan yang ingin disampaikan berisiko tidak sampai kepada masyarakat.
Demikian kader harus punya kemampuan menerangkan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami, sekaligus menyampaikan gagasan ketika mewakili organisasi dalam forum di wilayahnya.
“Kalau kita tidak punya kemampuan komunikasi dengan baik, maka partai kita PDI Perjuangan ini akan bertambah suara. Salah satu cara yang kita gunakan selain berbuat sesuatu untuk masyarakat, harus pandai komunikasi dengan masyarakat agar masyarakat tertarik dengan apa yang dilakukan oleh PDI Perjuangan,” ujarnya.

Guntur juga menekankan bahwa kerja nyata perlu diikuti kemampuan menjelaskan kegiatan dan manfaatnya kepada publik. Menurutnya, sebaik apa pun upaya yang dilakukan, masyarakat belum tentu mengetahuinya apabila kader tidak mampu mengomunikasikannya dengan baik.
“Sebaik apa pun yang kita lakukan, kalau kita tidak bisa menyampaikan kepada masyarakat dengan baik, maka masyarakat tidak akan pernah tahu,” katanya.
Karena itu, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar mempertimbangkan pembekalan lanjutan yang mencakup keterampilan komunikasi, pidato, orasi, dan agitasi. Guntur menyebut peserta memberikan respons positif terhadap materi MC dan menyampaikan usulan agar kegiatan serupa diteruskan.
“Luar biasa, bagus, antusias, apalagi tadi materinya cukup bagus dan teman-teman menganggap bahwa materi ini kurang sehingga perlu ada lanjutan,” kata Guntur.

Ia mengatakan DPC akan menggelar rapat untuk membahas tindak lanjut, termasuk menentukan waktu pelatihan berikutnya. Guntur menegaskan pembekalan tersebut penting untuk kader di berbagai tingkatan.
“Nah, maka DPC partai akan segera melakukan rapat, kemudian membahas itu dan memutuskan kapan tindak lanjut daripada pembekalan MC, sekaligus nanti dilanjutkan dengan diklat atau pelatihan berpidato, agitasi, orasi,” ujarnya.
Melalui pembekalan bertahap tersebut, peningkatan kualitas kader diarahkan tidak hanya pada pemahaman organisasi, tetapi juga kemampuan praktis untuk mengelola kegiatan, menyampaikan gagasan, dan berinteraksi dengan masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari pengembangan kader agar lebih siap menjalankan tugas kepartaian sekaligus mengambil peran dalam kegiatan sosial di lingkungannya. Bagi Guntur, komunikasi menjadi salah satu modal penting agar kerja organisasi berjalan lebih efektif dan masyarakat memahami kegiatan yang dilakukan kader.









