KafeBerita.com, Blitar – Pemerintah Kota Blitar kembali menggelar Bazar Takjil, yang untuk tahun ini bertema Ramadhan With QRIS 2026 sebagai upaya menggerakkan ekonomi masyarakat selama bulan suci. Kegiatan ini dipusatkan di sepanjang Jalan Kenanga atau kawasan Alun-Alun Kota Blitar dan dijadwalkan mulai hari pertama Ramadan mengikuti keputusan pemerintah, yakni 18 atau 19 Februari 2026, hingga H-1 sebelum takbiran pukul 15.00 sampai 18.00 WIB.
Bazar ini digelar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar sebagai wadah promosi produk lokal sekaligus penataan aktivitas perdagangan takjil agar lebih tertib. Pemerintah kota menargetkan perputaran uang selama Ramadan bisa kembali menembus angka miliaran rupiah seperti tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, Parminto, menyampaikan bahwa seluruh pedagang tetap wajib mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk aturan lokasi dan jam operasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota Blitar Nomor 12 Tahun 2023. Disperindag juga telah melakukan sosialisasi langsung kepada para pedagang melalui pendekatan door to door.
“Dari pendaftaran yang kami buka, tercatat sebanyak 385 warga mendaftar. Ini menunjukkan bahwa Bazar Takjil Ramadan sangat diminati, khususnya oleh pelaku usaha lokal di Kota Blitar,” ujarnya.
Jumlah pendaftar yang mencapai 385 orang jauh melampaui kuota yang disiapkan, yakni sekitar 150 pelaku usaha. Antusiasme ini mendorong pemerintah untuk menyiapkan lokasi tambahan guna mengakomodasi kebutuhan pedagang.
Selain di Alun-Alun Kota Blitar, pemerintah menyiapkan opsi penambahan lokasi di sekitar Pasar Templek dan halaman Pasar Legi. Langkah ini diharapkan mampu memperluas sebaran ekonomi sekaligus mengurangi kepadatan di satu titik.
Parminto menjelaskan bahwa berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, total omzet pedagang selama Ramadan mencapai lebih dari Rp1 miliar. Tahun ini, pemerintah optimistis capaian tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan seiring tingginya minat masyarakat.
Konsep Ramadhan With QRIS juga diarahkan untuk mendorong penggunaan transaksi non-tunai melalui sistem pembayaran digital. Selain memudahkan konsumen, penggunaan QRIS dinilai dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi transaksi di kalangan pelaku UMKM.
Pendaftaran peserta bazar dilakukan secara offline di Kantor Disperindag Kota Blitar dengan syarat administrasi berupa fotokopi KTP dan KK sebagai bukti domisili warga Kota Blitar. Proses pendaftaran tidak dipungut biaya dan penentuan peserta tidak didasarkan pada urutan pendaftaran.
Pemerintah Kota Blitar mengimbau seluruh pedagang untuk menjaga kebersihan, kualitas, dan higienitas produk yang dijual. Penataan ini diharapkan membuat bazar tidak hanya ramai secara ekonomi, tetapi juga nyaman dan tertib bagi masyarakat.
Informasi lebih lanjut mengenai Bazar Takjil Ramadhan With QRIS 2026 dapat diakses melalui media sosial resmi Disperindag Kota Blitar. Dengan konsep terintegrasi antara promosi UMKM dan digitalisasi transaksi, Pemkot Blitar menargetkan Ramadan tahun ini menjadi momentum penguatan ekonomi lokal yang berkelanjutan.












