Blitar Perkuat Magnet Wisata Bung Karno Usai Peringatan KAA, Wali Kota Mas Ibin dan Ketua DPRD dr Syahrul Satu Suara

KafeBerita.com, Blitar – Peringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digelar di Kota Blitar, Sabtu (1/11/2025), tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga pemantik komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar dan DPRD setempat untuk menggenjot wisata sejarah Bung Karno. Sinergi antara Wali Kota Mas Ibin dan Ketua DPRD Kota Blitar dr Syahrul Alim tampak jelas dengan satu tujuan: memperkuat magnet wisata kota ini di panggung nasional dan internasional.

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin, menekankan nilai historis dan daya diplomasi Sang Proklamator yang menjadi daya tarik utama. Ia menyatakan bahwa Blitar memiliki magnet yang tidak terbantahkan.

“Kota Blitar mempunyai magnet yang besar yaitu magnetnya tidaknya nasional tapi juga internasional. terbukti hari ini dari mancanegara datang mengenang kembali 70 tahun Konferensi Asia Afrika,” ujar Mas Ibin.

Ia menambahkan bahwa semangat Bung Karno dan KAA harus terus hidup dan menjadi alasan bangsa-bangsa lain berkunjung. “Ya pastilah kita dorong, intinya semua yang terhubung dengan Bung Karno itu potensial untuk dirayakan di kota Blitar. Dan bangsa manapun ketika berkunjung pasti ingin tahu siapa pendirinya yang untungnya kita mempunyai Bung Karno di Blitar. Dengan begitu ziarah kesini atau datang ke kota Blitar sebagai penghormatan sekaligus penghargaan kepada pendiri Bangsa,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua DPRD Kota Blitar, dr. Syahrul Alim, menyoroti peluang ekonomi dan perlunya inovasi. Ia melihat warisan sejarah harus bisa ditransformasikan menjadi daya tarik wisata yang lebih nyata dan berdampak pada lama tinggal wisatawan serta perekonomian lokal.

“Oh inilah ya mungkin perlu sedikit perubahan ataupun istilahnya pengembangan wisata barangkali mungkin ada tambahan-tambahan lampu-lampu atau bagaimana sehingga menarik wisatawan untuk utamanya malam hari ya, kita agak minim wisata malam hari, jadi waktu stay untuk para wisatawan itu kurang,” jelasnya.

Ia mengungkapkan pola kunjungan saat ini masih sangat singkat. “jadi rata-rata wisatawan kesini datang masuk makam, pulang lagi, paling mampir arrahman terus langsung pulang. ini kita harapkan kalau ada mungkin atau wisatanya lebih menarik lagi ditambah kreativitas dari dinas pariwisata supaya bisa menarik perhatian sehingga syukur-syukur mau menginap gitu ya,” jelas dr Syahrul.

Kompaknya kedua pimpinan daerah ini menunjukkan arah yang jelas bagi pengembangan wisata Blitar. Di satu sisi, Pemkot akan terus mempromosikan nilai sejarah dan kedekatan emosional dengan Bung Karno kepada dunia. Di sisi lain, DPRD mendorong terobosan kreatif dari Dinas Pariwisata untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih berkesan, terutama dengan mengembangkan wisata malam, sehingga kunjungan wisatawan tidak hanya singkat tetapi juga berkontribusi lebih besar bagi perekonomian rakyat.

Sekedar tahu, Kota Blitar dipilih menjadi peringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika, yang digelar di Perpustakaan Proklamator Bung Karno, pada Sabtu (1/11/2025). Dihadiri 30 akademisi dari berbagai negara yang meneliti konferensi asia afrika yang digagas oleh Bung Karno pada 1955 lalu di Bandung. Yang spesial putri proklamator Megawati Soekarnoputri yang sekaligus presiden ke-5 RI mengisi keynote speaker dalam membuka kegiatan peringatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed