BLT PKH Plus untuk Lansia, Mas Ibin Bangun Kota Blitar yang Humanis

KafeBerita.com, Blitar — Di tengah dinamika pembangunan Kota Blitar, perhatian pemerintah justru diarahkan pada kelompok yang sering terlupakan dalam percakapan publik, warga lanjut usia atau lansia. Senin (24/11/2025), Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin menyerahkan bantuan PKH Plus kepada 212 lansia sebagai bukti bahwa kebijakan sosial di kota ini tidak hanya memprioritaskan angka-angka ekonomi, tetapi juga nilai welas asih dalam merawat kemanusiaan.

Penyaluran bantuan dilakukan di Kantor Dinas Sosial Kota Blitar, dengan setiap penerima memperoleh Rp500.000. Mekanisme distribusi dilakukan melalui kerja sama Pemkot Blitar, Pemprov Jatim, dan Bank Jatim agar proses penyaluran berjalan rapi dan akuntabel.

Mas Ibin menegaskan bahwa kehadiran negara harus dirasakan secara nyata oleh mereka yang berada dalam tahap paling rapuh. Di hadapan para lansia dan pendamping program, ia mengatakan komitmennya dalam melindungi lansia.

“Penyaluran PKH Plus ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk hadir dan peduli kepada masyarakat renta. Para lansia adalah bagian penting dari keluarga besar Kota Blitar, dan kesejahteraan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Mas Ibin.

Pernyataan ini seolah menjadi kerangka etika kepemimpinan yang dianut Mas Ibin yang memandang lansia bukan sebagai beban pembangunan, tetapi sebagai manusia yang patut dihormati dan didampingi.

Ia menambahkan bahwa perubahan kebutuhan sosial para lansia menuntut pemerintah agar berpikir dan bertindak secara empatik.

“Melihat kebutuhan para lansia yang semakin kompleks, pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang adaptif. Bantuan ini kami harapkan dapat membuat para KPM lansia merasa lebih aman dan nyaman, serta dapat menikmati masa tua dengan kebahagiaan,” jelasnya.

Program ini tidak hanya membantu para lansia secara ekonomi, tetapi juga memberi ruang interaksi emosional. Sejumlah lansia tampak menyampaikan rasa terima kasih secara langsung, beberapa menit berbincang dengan Mas Ibin, sementara lainnya mendoakan kesehatan dan kekuatan bagi pemimpin kota itu.

Di ruang penyaluran yang sederhana tersebut, hubungan antara pemerintah dan warga terlihat seperti hubungan keluarga yang tidak berjarak, tidak birokratis, dan penuh rasa hormat.

Mas Ibin menegaskan bahwa membangun kota tidak cukup melalui kebijakan makro. Kota harus tumbuh dalam ruang relasi manusia yang saling menjaga, saling peduli, dan saling memperhatikan.

“Kesejahteraan lansia bukan hanya tugas pemerintah, tetapi amanah yang harus kita pikul bersama. Semangat gotong royong dan kepedulian dari setiap keluarga, serta dukungan para pendamping PKH, menjadi kunci keberlanjutan program-program sosial seperti ini,” katanya.

Dengan penyaluran PKH Plus tahap IV ini, Pemkot Blitar menegaskan ambisi untuk menjadi kota yang humanis. Menjadi tempat di mana warga tidak merasa ditinggalkan saat memasuki usia senja. Bantuan tunai ini bukan sekadar transfer dana, tetapi representasi kehadiran negara yang menyentuh ranah batin dan rasa aman.

“Kota Blitar adalah rumah kita bersama. Tidak boleh ada satu pun warga yang tertinggal, termasuk para lansia. Mereka harus kita hargai dan kita perhatikan,” kata Mas Ibin menutup sambutannya.

Dengan kebijakan berbasis welas asih ini, Blitar berusaha menegaskan jati diri sebagai kota yang tidak sekadar maju secara fisik, tetapi juga matang secara moral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *