KafeBerita.com, Blitar – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Guntur Wahono, menuntaskan delapan titik kegiatan sosialisasi nilai-nilai luhur Pancasila sepanjang April 2026. Melalui forum bertajuk Solosemiran atau Sosialisasi, Lokakarya, Seminar dan Sarasehan itu, Guntur tidak hanya menyampaikan penguatan ideologi kebangsaan, tetapi juga menjadikan forum tersebut sebagai ruang menyerap berbagai persoalan masyarakat di Kabupaten Blitar.
Kegiatan yang digelar di berbagai titik itu melibatkan banyak elemen masyarakat, mulai dari kelompok koperasi, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), organisasi keagamaan, perempuan, hingga generasi muda. Menurut Guntur, antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa forum diskusi berbasis ideologi tetap relevan ketika menyentuh persoalan nyata rakyat.
“Alhamdulillah delapan titik kegiatan bisa berjalan sukses semua. Animo masyarakat luar biasa karena yang kita sampaikan bukan sekadar formalitas, tetapi materi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujar Guntur yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, di Solosemiran bertajuk sosialisasi Pancasila pamungkas bulan April bersama WHDI, Rabu (29/4/2026).
Ia mencontohkan, saat menghadirkan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda), masyarakat sangat aktif menanyakan perkembangan koperasi, termasuk dinamika pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang regulasinya terus berubah.
“Masyarakat ingin tahu arah koperasi ke depan. Setelah mendapatkan penjelasan, mereka menjadi lebih semangat untuk menjalankan,” katanya.
Selain persoalan koperasi, isu yang paling banyak disampaikan masyarakat adalah dampak pemangkasan anggaran desa. Dalam forum bersama asosiasi BPD Kabupaten Blitar, banyak perangkat desa mengeluhkan berkurangnya kemampuan anggaran untuk merealisasikan program pembangunan dan janji politik kepala desa.
“Dana desa yang terpotong membuat banyak program tidak bisa dijalankan maksimal. Ini dampak sosialnya besar dan harus menjadi perhatian pemerintah,” tegasnya.
Menurut Guntur, seluruh persoalan yang disampaikan masyarakat dalam forum tersebut akan menjadi bahan perjuangan dirinya sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi. Ia menilai, fungsi legislator bukan hanya membuat regulasi, tetapi juga menjadi jembatan solusi atas persoalan di lapangan.
“Persoalan yang disampaikan masyarakat ini harus kita perjuangkan bersama, baik ke pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat,” ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan itu, Guntur juga menggandeng berbagai organisasi lintas agama dan kelompok masyarakat. Salah satunya Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Kabupaten Blitar yang ikut berdiskusi mengenai pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa.
“Mereka menyampaikan bahwa nilai luhur Pancasila harus terus dibawa dalam khotbah dan pendidikan generasi muda agar lahir pemimpin yang menggunakan hati nurani dalam bekerja,” katanya.

Masyarakat Sambut Baik Sosialisasi Guntur Wahono Perkuat Pancasila Bagi Generasi Muda
Tidak hanya itu, forum serupa juga diikuti Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Blitar. Ketua WHDI Kabupaten Blitar, Endang Sri Utami Takariati, menilai kegiatan tersebut sangat penting untuk membangun karakter generasi muda, khususnya perempuan Hindu.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memotivasi generasi muda Hindu agar lebih memahami tanggung jawab dalam kehidupan beragama dan bernegara,” ujarnya.
Menurut Endang, pendidikan politik dan wawasan kebangsaan perlu diperkuat agar generasi muda tidak memiliki pandangan negatif terhadap politik.
“Masih banyak yang menganggap politik itu kotor. Padahal pendidikan politik sangat penting agar generasi muda ikut memperjuangkan masa depan Indonesia,” katanya.
Ia juga berharap kolaborasi antara organisasi masyarakat dan wakil rakyat seperti yang dilakukan Guntur Wahono dapat terus berlanjut demi mendukung kemajuan Kabupaten Blitar.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso, menegaskan bahwa penguatan nilai Pancasila sangat penting dalam menjaga masa depan bangsa. Menurutnya, karakter generasi muda hari ini akan menentukan arah Indonesia di masa mendatang.
“Kalau kita gagal menyiapkan generasi sekarang, masa depan bangsa sudah bisa ditebak tidak akan bagus. Karena itu nilai-nilai luhur bangsa harus terus diperkuat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Pancasila bukan sekadar konsep, tetapi kristalisasi nilai yang sudah hidup dan mengakar dalam masyarakat Indonesia.
“Pancasila itu jiwa bangsa kita. Ketika terus di-refresh dan diperkuat, maka kehidupan masyarakat akan menjadi lebih baik,” katanya.

Sosialisasi Guntur Wahono Juga Sampaikan Informasi Bermanfaat
Selain penguatan ideologi, forum tersebut juga membahas ancaman kemarau panjang dan potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026. Guntur menilai persoalan ini harus segera disosialisasikan agar masyarakat memiliki kesiapan sejak dini, terutama wilayah Blitar Selatan yang rawan kesulitan air bersih.
“Semua harus paham dan tahu supaya ada antisipasi. Jangan sampai ketika kekeringan datang masyarakat belum siap,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus aktif mencari solusi melalui koordinasi lintas sektor dan lintas pemerintahan, mengingat dampak pemangkasan anggaran dan ancaman cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di Blitar, tetapi juga di banyak daerah lain.
Melalui rangkaian sosialisasi ini, Guntur Wahono ingin menunjukkan bahwa penguatan ideologi Pancasila tidak berhenti pada teori semata. Baginya, nilai-nilai luhur Pancasila harus hadir dalam solusi konkret atas persoalan masyarakat, mulai dari ekonomi desa, pendidikan politik generasi muda, kerukunan umat beragama, hingga ketahanan sosial menghadapi ancaman krisis di masa depan.
Simak berita terkait:












