KafeBerita.com, Blitar — Pemerintah Kabupaten Blitar terus memperkuat kualitas tenaga kerja lokal lewat program vokasi Sang Kapten 2025 yang didanai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Program ini disebut sebagai salah satu model pelatihan paling lengkap karena mengintegrasikan pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan magang industri.
Sebanyak 143 peserta dari tujuh skema vokasi telah dinyatakan lulus seluruh tahapan. Tidak hanya dibekali keterampilan, para peserta kini mengantongi sertifikat BNSP—dokumen resmi yang diakui secara nasional dan menjadi salah satu standar rujukan di tingkat internasional.
Kepala Bidang Pelatihan Kerja, Produktivitas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Kabupaten Blitar, Latip Usman, menegaskan bahwa sertifikasi menjadi elemen paling strategis dari Sang Kapten.
“Sudah banyak perusahaan mengunakan Sertifikat BNSP sebagai standar minimal. Mereka ingin tenaga kerja yang kompetensinya sudah diuji. Jadi ketika peserta membawa sertifikat ini, trust industri langsung meningkat,” ujar Latip Usman saat diwawancarai Kamis (20/11/2025).
Ia menambahkan bahwa semakin banyak perusahaan mengutamakan tenaga kerja tersertifikasi untuk menekan biaya pelatihan internal. “Industri ingin pekerja yang siap pakai. Kalau sudah tersertifikasi BNSP, mereka tahu kemampuan teknis peserta bisa dipertanggungjawabkan,” lanjutnya.
Sertifikasi BNSP Jadi Pintu Masuk ke Dunia Usaha dan Industri
Latip menjelaskan bahwa sertifikasi BNSP memiliki kekuatan bukan hanya pada pengakuan nasional, tetapi juga penyetaraan kompetensi yang mulai dipakai sebagai standar di beberapa negara ASEAN. Hal ini membuat peluang kerja peserta semakin luas, termasuk jika ingin bekerja di luar daerah atau luar negeri.
Menurut Latip, program Sang Kapten menyasar kebutuhan riil dunia kerja dengan mengutamakan pendekatan 3 in 1—pelatihan, sertifikasi, dan magang. Peserta tidak berhenti pada tahap teori, melainkan langsung diuji oleh asesor resmi LSP berlisensi, kemudian dikirim ke dunia usaha untuk merasakan ritme kerja sebenarnya.
Latip menambahkan selain BNSP, magang usai pelatihan juga menambah nilai lebih bagi peserta. Portofolio pengalaman kerja peserta juga langsung bertambah dengan pengikuti Program Sang Kapten Disnaker Kabupaten Blitar tersebut.
“Magang itu jembatan paling efektif. Setelah perusahaan melihat performanya, banyak yang langsung menawarkan posisi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan DBHCHT membuat pelatihan ini bisa dinikmati masyarakat secara gratis. Ini memperluas akses vokasi, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya terbatas secara ekonomi.
Dengan sertifikasi berstandar nasional dan proses magang yang terstruktur, program Sang Kapten 2025 menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Blitar dalam mencetak tenaga kerja siap industri. Melalui dukungan DBHCHT, kolaborasi dengan LPK dan dunia industri, serta pengawasan sertifikasi dari BNSP, peserta kini memiliki modal kuat untuk memasuki dunia kerja atau membangun usaha mandiri.












