Festival dari Warga untuk Warga, Mas Ibin: Pemkot Blitar Hanya Fasilitator, Warga Adalah Energi Utamanya

KafeBerita.com, Blitar — Rangkaian Kepanjenkidul Fest IV 2025 resmi ditutup pada Sabtu malam (29/11/2025) di Sport Center Jalan Beloran dengan suasana hangat, dekat, dan penuh semangat kebersamaan. Bagi Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin, festival ini mencerminkan wajah Blitar yang sesungguhnya sebagai kota yang hidup karena partisipasi warganya.

Dalam sambutannya dari panggung utama, Mas Ibin menegaskan filosofi kepemimpinannya bahwa pembangunan tidak dimulai dari instruksi pemerintah, tetapi dari inisiatif masyarakat.
“Festival ini membuktikan bahwa sebuah kegiatan masyarakat bukan hanya soal keramaian, tetapi tentang semangat, kreativitas, dan kolaborasi warga yang luar biasa,” ujarnya.

Kepanjenkidul Fest dirancang bukan sebagai hiburan dari pemerintah kepada warga, melainkan sebagai ruang bersama yang dihidupkan oleh komunitas. Bazar UMKM, festival kopi, kompetisi olahraga, cosplay, hingga pameran kreatif digital merupakan hasil gagasan komunitas di Kecamatan Kepanjenkidul, yang kemudian diwujudkan melalui dukungan Pemkot Blitar.

Mas Ibin menegaskan bahwa peran pemerintah adalah menciptakan ruang dan memberi dukungan, sedangkan warga adalah sumber daya utamanya.
“Kota ini besar karena kreativitas kalian. Kota ini dikenal karena semangat, karya, dan kolaborasi masyarakatnya,” kata Mas Ibin kepada ribuan pengunjung yang memenuhi area acara.

Di balik meriahnya festival selama tiga hari, terlihat bagaimana gotong royong lintas lapisan berjalan efektif, perangkat kelurahan bekerja bersama komunitas olahraga, UMKM digerakkan komunitas muda kreatif, sementara kegiatan seni dihidupkan pelajar dan seniman lokal.

Menurut Pemkot Blitar, pendekatan seperti ini ikut membangun rasa memiliki (sense of ownership) terhadap ruang publik. Warga tidak hanya datang sebagai penonton, tetapi sebagai pelaku. Di area festival, terlihat warga yang menjadi panitia, pengisi kegiatan, pelaku usaha, pelajar, atlet lokal, hingga relawan parkir.

Mas Ibin juga memuji kerja tim kelurahan dan kecamatan yang menjadi penghubung antara ide warga dan eksekusi kegiatan. Ia menyampaikan apresiasi secara khusus,
“Saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada panitia, perangkat kelurahan, dan terutama warga Kelurahan Kepanjenkidul. Berkat kerja keras, kekompakan, dan semangat gotong royong panjenengan semua, festival ini berjalan sukses,” ujarnya.

Pendekatan partisipatif ini ikut mendorong penguatan jaringan komunitas. Banyak kelompok baru muncul dan saling berkolaborasi, menciptakan ekosistem sosial yang kuat. Dari sisi psikologi sosial, festival ini memperkuat kepercayaan diri warga bahwa mereka bisa menjadi aktor utama dalam kehidupan kota.

Selain itu, kehadiran unsur perbankan seperti BRI, BNI, dan Bank Jatim menunjukkan bagaimana dunia usaha ikut membaca energi masyarakat sebagai potensi ekonomi daerah.

Pada bagian akhir acara, Mas Ibin tidak hanya meresmikan penutupan Kepanjenkidul Fest IV, tetapi juga membuka ruang partisipasi lebih luas untuk tahun depan.
“Penutupan hari ini bukan akhir, melainkan awal. Setelah ini kita bersiap menyambut Kepanjenkidul Festival V 2026,” katanya.

Malam penutupan ditutup bukan dengan seremoni formal, tetapi dengan tepuk tangan dan teriakan warga yang spontan. Mereka bukan sekadar publik yang dilayani tapi mereka adalah penggerak.

Dengan gaya kepemimpinan Mas Ibin yang memposisikan warga sebagai subjek pembangunan, bukan objek, Pemkot Blitar menunjukkan arah baru pemerintahan kota, pemerintah yang memfasilitasi, terbuka, dan warga yang bergerak bersama. Kepanjenkidul Fest IV menjadi bukti bahwa energi masyarakat bukan struktur birokrasi tapi adalah kekuatan utama pembangunan Kota Blitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *