KafeBerita.com, Blitar – Penguatan kapasitas pengurus partai menjadi perhatian Anggota DPRD Jawa Timur Guntur Wahono. Melalui program Sosialisasi Dewan (Sowan), Guntur membekali pengurus agar tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga memiliki pengetahuan politik dan hukum untuk mengawal tata kelola pemerintahan yang berpihak kepada masyarakat.
Sowan digelar Selasa (1/9/2026) dengan mengundang KSB dan Wakabid PAC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar. Kegiatan tersebut mengambil tema “Transformasi Pendidikan Politik dan Hukum dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Pro Rakyat”.

Guntur Wahono yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar mengatakan pendidikan politik dan hukum penting karena perjuangan untuk kepentingan masyarakat tidak akan berjalan maksimal tanpa tata kelola pemerintahan yang baik dan benar.
Menurutnya, masih terdapat pandangan masyarakat yang menilai sebagian kebijakan penyelenggara negara belum sepenuhnya berpihak kepada kebutuhan mereka. Kondisi tersebut perlu menjadi bahan perhatian bersama agar kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh persoalan rakyat.
“Tata kelola ini penting sekali karena organisasi pemerintah yang sangat besar esensinya adalah membantu, melindungi, memperjuangkan, dan mengatasi persoalan-persoalan rakyat,” kata Guntur.
Ia menilai pengurus partai memiliki posisi strategis untuk memahami persoalan tersebut karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Berbagai keluhan yang muncul di lapangan dapat menjadi bahan masukan dalam mendorong kebijakan pemerintah.

Karena itu, Guntur mendorong agar kebijakan dan anggaran diarahkan pada kepentingan masyarakat banyak. Menurutnya, pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan perlu dibangun bersama agar pelayanan publik dapat berjalan lebih maksimal.
“Orang-orang yang menyelenggarakan pemerintahan ini kita ajak bersama-sama agar semua kebijakan, anggaran, dan lain sebagainya itu mengarah kepada kepentingan masyarakat banyak,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, pengurus dari tingkat kecamatan juga menyampaikan berbagai keluhan dan persoalan yang mereka temui. Masukan itu menjadi bagian dari proses diskusi untuk mencari jalan keluar terhadap persoalan yang dirasakan masyarakat.
Guntur menegaskan pihaknya terbuka terhadap berbagai masukan, termasuk kritik. Menurutnya, seluruh masukan tersebut diperlukan sebagai bahan evaluasi agar penyelenggaraan pemerintahan tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Semua kita akomodir, kita terima masukan, saran, kritik sekalipun kita terima. Tujuannya satu, agar kita semua dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat ini bisa semaksimal mungkin,” jelasnya.
Ia juga menegaskan fungsi DPRD sebagai bagian dari pemerintahan di setiap tingkatan. Karena itu, pendidikan politik dan hukum tidak hanya diperlukan untuk kepentingan internal partai, tetapi juga untuk memperkuat kapasitas kader dalam menjalankan fungsi politik dan menyerap aspirasi masyarakat.

Sementara itu, Wakabid Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Sugeng Suroso menekankan pentingnya menjaga soliditas dan marwah partai. Menurutnya, kekompakan dan semangat gotong royong menjadi modal penting untuk menghadapi agenda politik 2029.
“Jaga soliditas. Marwah partai dijaga, gotong royong, kekompakan, sehingga PDI Perjuangan ini harapan ke depan 2029 tetap solid dan mengembalikan kursi sesuai target 22 kursi minimal di seluruh Kabupaten Blitar,” kata Sugeng.
Ia optimistis target tersebut dapat dicapai apabila seluruh kader menjaga kekompakan dan mulai menjalankan kerja politik sejak sekarang. Menurut Sugeng, persiapan juga diperlukan untuk menghadapi agenda politik berikutnya, termasuk target mengusung kader PDI Perjuangan dalam kontestasi Gubernur Jawa Timur.
Perhatian Guntur terhadap penguatan kapasitas pengurus dilakukan secara berkelanjutan. Program Sowan berlangsung selama dua hari berturut-turut dan menyasar pengurus partai dari 22 kecamatan di Kabupaten Blitar. Pada hari pertama, kegiatan diikuti pengurus dari 11 kecamatan, yakni Doko, Gandusari, Garum, Kesamben, Nglegok, Sanankulon, Selopuro, Selorejo, Srengat, Talun, dan Wlingi.
Rangkaian tersebut menunjukkan Sowan tidak berhenti sebagai forum pertemuan internal. Guntur menjadikannya sebagai ruang untuk memperkuat pengetahuan politik dan hukum pengurus sekaligus membuka jalur komunikasi agar persoalan masyarakat dapat dibawa menjadi bahan perhatian dalam tata kelola pemerintahan.
Melalui penguatan tersebut, pengurus PDI Perjuangan di Kabupaten Blitar diharapkan tidak hanya solid secara organisasi, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan ikut mengawal kebijakan agar pelayanan serta pembangunan benar-benar berpihak kepada rakyat.













