KafeBerita.com, Blitar – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar memastikan kesiapan infrastruktur jalan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Melalui percepatan perbaikan jalan, PUPR menargetkan seluruh titik kerusakan dapat tertangani hingga mendekati hari raya Idul Fitri.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar Agus Zaenal menjelaskan bahwa secara umum kondisi infrastruktur hasil pekerjaan tahun 2025 telah selesai dan siap digunakan masyarakat. Pihaknya telah melalui proses audit sehingga secara fungsi jalan dinyatakan layak dilalui.
“Iya, kalau kita bicara kesiapan mudik tentu di kami fungsinya infrastruktur. Insyaallah infrastruktur 2025 kemarin sudah selesai semua, sudah melalui audit, dan secara fungsi sudah siap digunakan,” ujarnya.
Untuk menutup kekurangan di lapangan, terutama jalan berlubang yang belum masuk anggaran reguler, PUPR mengandalkan Tim Unit Reaksi Cepat (URC). Tim ini menjadi ujung tombak perbaikan jalan jelang Lebaran.
Agus mengatakan, PUPR telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp41 miliar untuk mendukung kerja URC. Saat ini terdapat enam tim yang dikerahkan, terdiri dari empat tim menggunakan cold mix dan dua tim menggunakan aspal panas.
“Karena masih banyak lubang yang belum teranggarkan, kita pakai URC. Ada enam tim yang sudah bergerak, empat pakai cold mix dan dua pakai aspal panas,” katanya.
Perbaikan dilakukan secara masif di berbagai wilayah. Mulai dari wilayah barat seperti Ponggok yang sempat viral, kemudian Bakung dan Wonotirto, hingga wilayah tengah seperti Garum dan Nglegok. Sementara di sisi timur, perbaikan menyasar Sutojayan, Ampelgading hingga Siraman menuju Kanigoro.
Perbaikan Menyeluruh di 22 Kecamatan
PUPR memastikan perbaikan jalan tidak hanya terfokus di titik tertentu, tetapi dilakukan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.
Agus menegaskan bahwa seluruh 22 kecamatan menjadi sasaran perbaikan, meskipun penanganan dilakukan berdasarkan titik-titik prioritas yang mengalami kerusakan.
“Kalau bicara titik memang banyak, tapi prinsipnya merata di 22 kecamatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, anggaran Rp41 miliar yang digunakan saat ini difokuskan untuk belanja material dan langsung didistribusikan kepada tim di lapangan agar pengerjaan bisa berlangsung cepat.
“Anggaran itu untuk material dan sudah kita serap, langsung kita sebar ke tim. Insyaallah teman-teman siap sampai H-1 Lebaran,” katanya.
Selain fokus pada perbaikan jalan, PUPR juga tetap menjalankan program prioritas lain seperti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) serta penyelesaian administrasi pekerjaan tahun sebelumnya yang sempat mengalami pergeseran waktu.
Untuk proyek-proyek baru tahun 2026, Agus menyebut pelaksanaannya akan dimulai setelah Lebaran melalui proses lelang. Langkah ini diambil agar fokus penanganan menjelang mudik tidak terpecah.
“Untuk kegiatan 2026, lelangnya kita mulai setelah Lebaran. Sekarang kita fokus URC, TMMD, dan penyelesaian kegiatan sebelumnya,” jelasnya.
Secara keseluruhan, anggaran Dinas PUPR tahun ini mengalami penurunan menjadi sekitar Rp120 miliar dari sebelumnya Rp140 miliar. Sementara khusus bidang bina marga atau jalan berada di kisaran Rp50 miliar.
Meski demikian, PUPR tetap memprioritaskan sektor infrastruktur sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat, terutama menjelang momen Lebaran yang identik dengan peningkatan arus kendaraan.
Dengan percepatan perbaikan melalui tim URC, PUPR Kabupaten Blitar optimistis kondisi jalan akan semakin baik dan aman dilalui masyarakat yang melakukan perjalanan mudik pada Idul Fitri 2026.












