KafeBerita.com, Blitar – Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan pilar utama dalam membangun masyarakat yang produktif dan berdaya saing. Hal itu disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Hutan Pinus Loji, Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Rabu (12/11/2025).
Dalam kegiatan yang juga dihadiri jajaran Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi menyampaikan dukungan penuh terhadap seluruh program kesehatan yang digagas Pemerintah Kabupaten Blitar. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya, dan kualitas tersebut berawal dari masyarakat yang sehat.
“Semoga semangat HKN ke-61 ini menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kesehatan, membangun kepedulian, dan memperkuat kebersamaan demi Kabupaten Blitar yang berdaya dan berjaya,” ujar Supriadi, Kamis (13/11/2025).
Ia menekankan bahwa sektor kesehatan bukan hanya urusan teknis medis, tetapi juga memiliki dimensi sosial, ekonomi, dan pembangunan manusia yang lebih luas. Dalam pandangannya, masyarakat yang sehat akan memiliki produktivitas tinggi, yang pada akhirnya turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Melalui momentum Hari Kesehatan Nasional ini, kita semua diingatkan akan pentingnya menjaga pola hidup sehat dan memperkuat sinergi antara pemerintah, DPRD, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan Blitar yang lebih sehat dan sejahtera,” ujarnya menambahkan.
Mendorong Sinergi dan Pembangunan Manusia
Supriadi menilai, pembangunan di bidang kesehatan harus dilakukan secara terintegrasi. Bukan hanya membangun infrastruktur dan fasilitas pelayanan, tetapi juga memperkuat edukasi dan kesadaran masyarakat agar mampu menjaga kesehatan secara mandiri.
Menurutnya, DPRD akan terus mendukung kebijakan Pemkab Blitar dalam memperluas akses layanan kesehatan dan memastikan pemerataan fasilitas di setiap wilayah, termasuk di daerah pedesaan. Komitmen tersebut diwujudkan dalam pengawalan anggaran dan pengawasan terhadap implementasi program kesehatan daerah.
“Dukungan DPRD tidak berhenti pada kebijakan anggaran. Kami ingin memastikan program-program kesehatan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di lapangan,” katanya.
Selain itu, ia menilai pentingnya membangun budaya gotong royong dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat. Bagi Supriadi, tanggung jawab menjaga kesehatan bukan hanya tugas pemerintah atau tenaga medis, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
HKN Sebagai Momentum Refleksi dan Kepedulian
Peringatan HKN ke-61 di Kabupaten Blitar tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali kesadaran akan pentingnya kesehatan sebagai investasi masa depan daerah. Kegiatan di Hutan Pinus Loji tersebut diawali dengan senam bersama, penyerahan hadiah lomba program kesehatan, serta bakti sosial Gapopin kepada masyarakat.
Bagi Supriadi, kegiatan semacam ini memperkuat semangat kebersamaan lintas sektor dan menumbuhkan kepedulian sosial antarwarga. Ia berharap semangat ini dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Blitar sebagai wujud nyata membangun daerah dari aspek paling dasar—yakni kesehatan rakyat.
“Dengan masyarakat yang sehat, kita memiliki sumber daya manusia yang kuat. Dan dengan sumber daya manusia yang kuat, pembangunan daerah akan berjalan dengan lebih baik,” pungkasnya.
Pernyataan Supriadi ini sekaligus menegaskan komitmen DPRD Kabupaten Blitar untuk terus memperjuangkan kebijakan kesehatan yang berpihak pada masyarakat, sebagai fondasi utama menuju Kabupaten Blitar yang maju, berdaya dan berjaya.







