Ketua DPRD Supriadi: Membangun Blitar Tak Hanya Lewat Infrastruktur, tapi Juga Literasi

KafeBerita.com, Blitar — Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur fisik. Penguatan budaya literasi, menurutnya, merupakan fondasi utama untuk membentuk masyarakat yang cerdas, kritis, dan berdaya saing tinggi.

Pernyataan itu ia sampaikan pada Jumat (14/11/2025) sebagai tanggapan lanjutan setelah menghadiri Pembukaan Festival Literasi 2025 yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar, Selasa (11/11/2025).

Supriadi menjelaskan bahwa literasi bukan hanya soal kemampuan membaca atau menulis, tetapi tentang membangun karakter dan pola pikir masyarakat. Menurutnya, Blitar tidak akan menjadi daerah maju jika hanya mengandalkan pembangunan fisik tanpa membangun manusianya.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap masyarakat, terutama generasi muda, semakin gemar membaca, berpikir kritis, dan mampu berkontribusi dalam kemajuan daerah,” ujar Supriadi yang akrab disapa Pak Kuwat.

Ia menegaskan kembali bahwa literasi adalah elemen dasar dalam menciptakan SDM unggul yang mampu bersaing pada era transformasi digital dan persaingan global.

Literasi Selaras Visi Pembangunan Kabupaten Blitar

Sebagai unsur pimpinan daerah, Supriadi menilai Festival Literasi 2025 sangat sejalan dengan misi pertama pembangunan Kabupaten Blitar, yaitu meningkatkan SDM yang inklusif, berakhlak, sehat jasmani-rohani, berpendidikan baik, dan berdaya saing.

Baginya, peningkatan kualitas manusia harus berjalan berdampingan dengan pembangunan fisik. Jalan, gedung, dan fasilitas publik mungkin penting, tetapi kualitas manusia jauh lebih menentukan arah masa depan.

“Blitar tidak bisa hanya dibangun lewat beton atau fasilitas. Kita harus membangun manusianya, terutama melalui literasi,” ujar Supriadi yang juga menjabat Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar.

Supriadi menunjukkan sisi kepemimpinan yang humanis — memandang masyarakat bukan hanya sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek utama yang harus diberdayakan. Penguatan literasi adalah cara untuk membentuk masyarakat yang lebih percaya diri, terbuka, dan tidak mudah terpecah oleh isu.

Menurutnya, pemimpin harus hadir tidak hanya dalam perencanaan infrastruktur, tapi juga dalam membangun ekosistem pengetahuan yang memberi ruang bagi generasi muda untuk berkembang.

Dorong Kolaborasi Gerakan Literasi

Supriadi juga mendorong peran aktif masyarakat, komunitas, sekolah, dan pemerintahan desa agar gerakan literasi menjadi budaya, bukan sekadar acara seremonial.

Festival Literasi 2025, katanya, harus menjadi awal munculnya lebih banyak kegiatan membaca, diskusi publik, dan peningkatan akses terhadap perpustakaan di seluruh desa dan kecamatan.

“Gerakan literasi seperti ini harus terus diperluas agar generasi muda kita menjadi generasi yang kritis dan mampu bersaing,” terangnya.

Supriadi menegaskan, DPRD akan terus mendorong keseimbangan pembangunan antara aspek fisik dan mental masyarakat. Kedua aspek itu harus berjalan bersamaan agar Kabupaten Blitar betul-betul menjadi daerah yang maju, cerdas, dan berkarakter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *