KafeBerita.com, Blitar — Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesra Tahun 2025 kepada 1.325 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Senin (24/11/2025). Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin hadir langsung di Kantor Pos Blitar untuk memimpin penyerahan simbolis sekaligus memastikan dana diterima tepat sasaran.
Dalam sambutannya, Mas Ibin menegaskan bahwa BLTS Kesra dirancang sebagai stimulus ekonomi jangka pendek bagi warga rentan yang terdampak tekanan ekonomi. Ia menyampaikan langsung pesan kuncinya yang menjadi garis besar kebijakan sosial Pemkot Blitar.
“Program BLTS ini memang bersifat sementara, tetapi komitmen Pemerintah Kota Blitar untuk menanggulangi kemiskinan adalah permanen.”
Dana sebesar Rp900.000 per KPM yang diterima KPM saat itu adalah akumulasi Rp300.000 untuk tiga bulan yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia secara tunai. Cara ini dipilih agar bantuan diterima cepat, mengurangi risiko penundaan, serta memastikan transparansi.
Mas Ibin menekankan bahwa bantuan tunai memberi penerima keleluasaan menentukan prioritas kebutuhan rumah tangga. Ia menyampaikan pesan agar penggunaan dana benar-benar diarahkan pada kebutuhan pokok.
“Gunakan bantuan ini dengan prioritas. Utamakan kebutuhan pangan, kesehatan, dan pendidikan anak-anak,” pesan Mas Ibin.
Ia juga menegaskan bahwa upaya Pemkot dalam memerangi kemiskinan bukan hanya berupa bantuan tunai. Program jangka panjang berbasis pemberdayaan sedang disiapkan agar keluarga miskin dapat bertransformasi menuju kemandirian ekonomi.
“Tujuan kami bukan hanya meringankan beban untuk sementara, tetapi mengangkat derajat dan kemandirian keluarga menuju kesejahteraan yang hakiki,” ujarnya.
Penyaluran BLTS Kesra 2025 juga memiliki tujuan ekonomi makro tingkat kota yaitu menjaga daya beli masyarakat agar roda ekonomi mikro seperti warung, pasar kecil, dan UMKM tetap bergerak. “Menjaga daya beli masyarakat penting agar roda perekonomian mikro tetap berputar,” lanjutnya.
Pelaksanaan BLTS dilakukan melalui pendekatan administratif yang akuntabel dari mulai dari verifikasi penerima, integrasi data Dinas Sosial dengan kelurahan, hingga mekanisme distribusi oleh PT Pos. Semua proses diarahkan agar bantuan tidak salah sasaran dan benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.
Mas Ibin dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat mulai dari petugas data, staf Dinas Sosial, hingga para petugas lapangan yang menghadapi langsung masyarakat saat penyaluran berlangsung.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terlaksananya program mulia ini,” ucap Mas Ibin.
Dengan BLTS sebagai intervensi singkat namun strategis, Pemkot Blitar mengokohkan misinya untuk mengurangi beban ekonomi warga sekaligus memelihara daya beli keluarga prasejahtera. Pesan Mas Ibin jelas, bantuan dalam bentuk BLTS mungkin berhenti setelah ini, tetapi perjuangan Pemkot Blitar memerangi kemiskinan akan terus dijalankan.
Melalui kehadiran langsung Wali Kota dalam penyerahan bantuan, Kota Blitar menegaskan diri sebagai pemerintahan yang tidak hanya mengurus angka dan administrasi, tetapi menyentuh kehidupan nyata warga mulai dari meja kebijakan hingga genggaman tangan para penerima manfaat.









