Mas Ibin Buka MPLS Perdana Sekolah Rakyat di Kota Blitar: Pendidikan Berkualitas Putus Mata Rantai Kemiskinan

KafeBerita.com, Blitar – Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) perdana Sekolah Rakyat (SR) di Kota Blitar, Sabtu (15/8/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi kurang mampu.

Mas Ibin menyambut beroperasinya Sekolah Rakyat sebagai kesempatan besar bagi Kota Blitar. Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Sosial karena mempercayakan Kota Blitar sebagai salah satu daerah penyelenggara Sekolah Rakyat.

Selamat Hari Jadi Kabupaten Blitar Ke-702 DPC PDI Perjuangan

Menurut Mas Ibin, Sekolah Rakyat memiliki keberpihakan kuat kepada masyarakat yang kondisi ekonominya belum baik. Anak-anak dari keluarga tersebut mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan dengan fasilitas yang disediakan secara penuh.

“Orang tua tidak perlu khawatir dan sekolah ini memang sekolah spesial ya, bertaraf internasional. Saya dengar juga ekskulnya bisa sampai 15. Jadi putra-putri di Sekolah Rakyat itu betul-betul digali potensinya, dieksplor potensinya, dan dikeluarkan potensinya,” kata Mas Ibin.

Ia menilai pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya mengejar kemampuan akademik. Sistem pendidikan juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat, minat, karakter, serta berbagai kemampuan lain.

Mas Ibin bahkan melihat kemampuan siswa yang sudah mengikuti pendidikan selama satu tahun. Ia menyebut terdapat siswa yang mampu menguasai lima bahasa dengan cukup baik.

“Ini masih satu tahun lho. Mereka yang pindah ke sini dengan kemampuan yang luar biasa dan kita semua bisa melihat. Saya kira sekolah ini betul-betul kualitasnya internasional,” ujarnya.

Saat ini terdapat 205 siswa yang mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Kota Blitar. Mas Ibin menyebut sekitar 139 siswa berasal dari Kota Blitar. Penerimaan siswa juga masih bersifat dinamis sehingga warga yang mendapatkan prioritas tetap didorong melihat dan mempertimbangkan kesempatan tersebut.

Salah satu pembeda Sekolah Rakyat adalah sistem pendidikan berasrama. Siswa dapat mengikuti pembelajaran dan berbagai kegiatan secara lebih intensif dalam lingkungan sekolah.

“Justru di sekolah asrama inilah putra-putrinya itu full untuk berkegiatan dengan bahagia, full untuk pembelajaran dengan bahagia. Tentunya dapatnya lebih banyak dong,” kata Mas Ibin.

Selain pendidikan, kebutuhan siswa juga mendapat dukungan penuh. Fasilitas seperti seragam dan perlengkapan asrama disediakan sehingga keluarga tidak perlu menanggung berbagai kebutuhan tersebut.

Mas Ibin Resmikan buka SR Sekolah Rakyat Kota Blitar sabtu 15 agustus 2026
Walikota Blitar Mas Ibin membuka beroperasinya SR 2 Kota Blitar yang ditandai dengan MPLS pada Sabtu (15/8/2026).

Menurut Mas Ibin, fasilitas tersebut diharapkan membuat siswa dapat fokus belajar dan mengembangkan diri. Ia berharap anak-anak yang mengikuti Sekolah Rakyat kelak mampu menjadi generasi hebat dan sukses.

“Pokoknya tinggal ke sini bawa badan doang, enggak usah bawa yang lain. Jadi insyaallah nanti keluar-keluar akan jadi orang hebat, sukses,” ujarnya.

Untuk memastikan proses pendidikan berjalan aman, Sekolah Rakyat juga menerapkan sistem wali asuh. Satu wali asuh mendampingi sekitar 10 siswa untuk mengenali karakter dan perkembangan masing-masing anak.

Mas Ibin menilai pola pendampingan tersebut penting untuk menjaga kesetaraan sekaligus mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Para siswa juga diarahkan untuk membangun hubungan sebagai teman dan saudara.

Sementara itu, Kepala Sentra Terpadu Inten Soeweno Kementerian Sosial RI Romal Sinaga mengatakan Sekolah Rakyat memiliki tujuan lebih besar daripada sekadar memberikan akses pendidikan. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan akademik, karakter, kompetensi, bakat, dan keterampilan siswa.

Menurut Romal, pendidikan yang diberikan di Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjamin masa depan peserta didik. Siswa yang memiliki kemampuan akademik dapat diarahkan menuju perguruan tinggi yang telah bekerja sama.

Bahkan, lulusan tingkat SMA dengan kompetensi tertentu berpeluang diarahkan ke Sekolah Garuda maupun sekolah kedinasan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah untuk membuka lebih banyak jalur masa depan bagi siswa.

“Karena kita ini kan kerja sama seluruh pihak. Bapak Presiden itu memang menyampaikan kepada kita kerja sama kolaborasi seluruh pihak, sehingga kita bisa memang betul-betul nanti memutus mata rantai kemiskinan,” kata Romal.

Romal menegaskan upaya tersebut tidak berhenti pada anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat. Keluarga mereka juga akan mendapatkan pendampingan dan pemberdayaan agar mampu meningkatkan kondisi ekonominya.

“Anaknya di sini tenang sekolah, nanti keluarganya pun kami bantu untuk kami berdayakan sehingga mereka bisa naik kelas,” ujarnya.

Karena itu, Sekolah Rakyat di Kota Blitar diharapkan menjadi lebih dari sekadar sekolah gratis bagi keluarga kurang mampu. Program tersebut diarahkan menjadi jalan bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus membuka peluang perubahan sosial dan ekonomi keluarganya.

Bagi Walikota Blitar Mas Ibin, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Pendidikan yang berkualitas, pengembangan bakat, pembentukan karakter, serta dukungan fasilitas diharapkan menjadi bekal siswa untuk meraih masa depan yang lebih baik dan keluar dari keterbatasan ekonomi keluarganya.

Mas Ibin Siswa Kepala Sekolah SR Kota Blitar MPLS Sabtu 15 Agustus 2026
Walikota Blitar Mas Ibin (paling kiri) bersama kepala sekolah dan siswa SD SMP SMA yang bersekolah di SR 2 Kota Blitar.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *