KafeBerita.com, Blitar — Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin menegaskan komitmen pemerintahannya dalam memastikan akses pendidikan tinggi bagi warga miskin di Kota Blitar. Hal tersebut disampaikan dalam sambutan pada acara Anugerah SERENADA (Sekolah Religius, Nasionalis, Berbudaya) 2025 sekaligus peringatan Hari Guru Nasional di Gedung Kesenian Aryo Blitar, Selasa (25/11/2025). Di situ ia menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar formalitas akademik, tapi harus pendongkras sosial ekonomi masyarakat.
Dalam pidatonya, Mas Ibin menyampaikan bahwa pemerintah kota kini mengambil langkah serius dalam memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan tinggi yang difasilitasi negara bagi kelompok rentan. Ia menyatakan dengan tegas kebijakan tersebut. “Kami memastikan warga miskin di kota blitar terutama desil 1 itu mesti selesai S1,” ujarnya.
Pada kalimat berikutnya ia menegaskan pembagian tanggung jawab negara dengan keluarga mampu. “Yang keluarga kaya saya serahkan pendidikannya kepada bapak ibunya kepada orang tuanya,” lanjutnya.
Mas Ibin menjelaskan bahwa pemerintah kota akan berkoordinasi dengan sekolah-sekolah dalam proses profiling siswa yang berasal dari keluarga miskin. Ia meminta agar pihak sekolah benar-benar memantau kondisi mereka agar tidak ada anak miskin yang putus sekolah atau berhenti kuliah. “Tapi warga miskin pendidikannya wajib difasilitasi sampai S1, kami nanti minta kolaborasi dengan bapak ibu guru para sekolah untuk senantiasa memprofileing putra putri warga miskin ini jangan sampai ada yang tidak sekolah, atau sekolah tapi mrotol,” tegasnya.
Komitmen pendidikan gratis ini juga melekat pada rencana pendirian Sekolah Rakyat di Kota Blitar yang disebut Mas Ibin sebagai sekolah internasional. Ia menyatakan secara lugas bahwa sekolah ini akan diberi prioritas eksklusif bagi warga miskin. “Nanti Insyaallah kota Blitar akan mendapatkan sekolah rakyat sekolah rakyat, ini sekolah internasional investasi pembangunannya kurang lebih 240 miliar,” ujarnya.
“Ini sekolahnya orang miskin, tapi ini sekolah internasional jadi orang tua yang kaya Sorry orangorang kaya nanti silahkan bikin sendiri,” sambungnya menegaskan kalau pendidikan gratis itu dikhususkan warga miskin.
Dalam pidato tersebut, terlihat filosofi kebijakan Mas Ibin terhadap pendidikan yaitu keadilan sosial melalui akses setara terhadap ilmu pengetahuan. Ia berkeyakinan bahwa pendidikan adalah jalan perubahan masa depan. Dalam satu bagian pidatonya ia berbicara dari sisi personal. “Saya sampai disini juga hasil didikan para guru saya,” ucapnya dengan nada reflektif.
Pemerintah Kota Blitar telah mengonversi desain pendidikan gratis menjadi kebijakan berjangka. Bukan hanya SD–SMP gratis, tetapi hingga strata pendidikan sarjana. Dengan kebijakan ini, penduduk dari keluarga miskin dapat memiliki kesempatan yang sama untuk masuk universitas, memperoleh gelar sarjana, dan mendapatkan akses lapangan pekerjaan yang lebih luas.
Langkah ini juga menjadi bagian dari arah pembangunan SDM dalam RPJMD Kota Blitar lima tahun ke depan. Pendidikan bukan hanya investasi intelektual, tetapi juga fondasi ekonomi. Anak-anak keluarga miskin yang disekolahkan hingga S1 diproyeksikan akan membawa dampak jangka panjang pada kemampuan ekonomi keluarga mereka, membuka akses karier, dan pada akhirnya menurunkan angka kemiskinan struktural.
Mas Ibin menegaskan bahwa sekolah dan guru akan menjadi tulang punggung pelaksanaan kebijakan ini. Mereka menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mengidentifikasi dan mendampingi keluarga miskin yang membutuhkan intervensi pendidikan. Ia meminta dukungan administratif dari Dinas Pendidikan dalam pemetaan keluarga miskin. “Saya minta dinas pendidikan data keluarga miskin itu itu disebar ke seluruh sekolahan untuk pemantauan agar anak-anaknya semangat bersekolah dengan difasilitasi pemerintah,” ujarnya.
Di kegiatan Anugerah SERENADA saat itu, Mas Ibin juga menekankan pentingnya pendidikan karakter Kota Blitar yang mengedepankan religius, nasionalis dan berbudaya harus ada disetiap pendidikan diselenggarakan guru di sekolah. Pendidikan karakter ini menjadi penting agar anak-anak menjadi sosok yang cerdas namun beradap tinggi yang menjadi kunci kemajuan negara.












