KafeBerita.com, Blitar – Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin menekankan pentingnya penguatan tugas dan profesionalisme seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Blitar.
Pesan tersebut disampaikan Mas Ibin saat memimpin apel upacara gabungan di lingkungan Pemkot Blitar, Senin (21/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Mas Ibin mengapresiasi kinerja ASN yang selama ini menjalankan tugas secara profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia menyebut Kota Blitar kini berada di posisi nomor urut 6 nasional dalam pencapaian Indeks Pengelolaan ASN (IPANS).
Menurut Mas Ibin, tugas ASN tidak semata berkaitan dengan gaji maupun pendapatan. Pengabdian ASN juga memiliki nilai sosial dan moral karena berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat dan pembangunan pemerintahan.
“Selain mengapresiasi, saya juga kembali mengingatkan tentang tugas yang mulia bagi para ASN dan kita semua tentunya dalam melayani masyarakat dan membangun pemerintahan. Tugas itu tidak hanya berujung pada gaji atau uang, tetapi juga menjadi amal yang nanti kita bawa,” ujar Mas Ibin.
Ia juga memahami tantangan ASN di tengah kebijakan efisiensi. Sejumlah pegawai, kata dia, menghadapi kondisi pendapatan yang lebih kecil ketika beban pelayanan justru semakin bertambah.
Terlebih, beberapa sektor pelayanan publik membutuhkan waktu layanan panjang hingga 24 jam. Karena itu, Mas Ibin meminta pelaksanaan tugas tetap profesional tanpa memberikan beban berlebihan kepada ASN.
“Saya minta untuk digilir secara profesional dan tidak memberatkan teman-teman. Jangan sampai karena layanan kita bertambah kemudian jam kerja teman-teman juga ditambah,” tegasnya.
Mas Ibin menegaskan pelaksanaan tugas ASN harus tetap mengacu pada ketentuan jam kerja yang telah ditetapkan. Ia menilai keseimbangan antara beban kerja dan hak pegawai perlu diperhatikan.
“Jangan sampai jam kerja ditambah, tetapi gaji dipotong. Itu saya rasa tidak oke,” katanya.
Di sisi lain, Mas Ibin meminta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memberikan contoh dan menjadi teladan bagi jajaran di bawahnya. Menurutnya, kepala OPD memiliki tanggung jawab lebih besar dalam memastikan pelayanan pemerintahan berjalan dengan baik.
“Untuk kepala-kepala OPD, saya minta memberi contoh yang baik. Karena kepala OPD sudah mempunyai tanggung jawab yang lebih besar daripada ASN biasa,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui tuntutan bagi pejabat pimpinan memang berbeda. Kepala OPD memiliki tanggung jawab lebih besar karena menjadi salah satu ujung tombak pelayanan publik.
“Kalau yang biasa, saya minta tugasnya sesuai dengan jam kerja yang sudah ditetapkan. Sedangkan yang kepala OPD, saya minta jam kerja lebih karena beliau adalah ujung tombak pelayanan,” pungkasnya.














