KafeBerita.com, Blitar— Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan kembali makna kekuasaan dalam tradisi politik partai berlambang banteng. Dalam pertemuan internal di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Kota Blitar, Jawa Timur, ia memberikan arahan langsung kepada para kepala daerah dan kader partai agar kekuasaan digunakan semata untuk kesejahteraan rakyat, terutama wong cilik. Kedatangan Megawati ini dalam rangkaian momen Peringatan Momen 70 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang mana putri Pahlawan Proklamator ini akan memberikan keynote speech di Perpustakaan Proklamator Bung Karno, yang dijadwalkan Sabtu (1/11/2025).
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang turut hadir menjelaskan bahwa Megawati menekankan pentingnya memaknai kekuasaan bukan sebagai alat menguasai, melainkan sarana untuk membahagiakan masyarakat. “Bu Mega mengingatkan kepada seluruh kepala daerah bahwa kekuasaan itu bukan untuk diri sendiri. Kekuasaan itu harus membahagiakan rakyat,” ungkap Hasto Kristianto saat diwawancarai usai mengawal Megawati di Pendopo Ronggo Hadinegoro Blitar, Jumat (31/10/2025).
Menurut Hasto, arahan tersebut menjadi bagian dari proses konsolidasi ideologis yang selalu ditekankan Megawati di setiap momentum strategis partai. Ia menuturkan, pertemuan di Blitar memiliki makna simbolik karena digelar di tanah peristirahatan Bung Karno yang menjadi sumber nilai dan inspirasi perjuangan PDI Perjuangan. “Di sini, di Blitar, tempat dimakamkannya Bung Karno, Ibu Megawati ingin agar seluruh kader memahami bahwa kekuasaan itu adalah jalan pengabdian. Kekuasaan itu bukan untuk gagah-gagahan,” kata Hasto menegaskan.
Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa Megawati juga mengingatkan para kepala daerah agar menegakkan disiplin moral dan tanggung jawab sosial terhadap rakyat yang mereka pimpin. “Ibu Ketua Umum berpesan, gunakan jabatan itu untuk memperjuangkan rakyat kecil, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan untuk memperkaya diri,” ujar Hasto dalam nada tegas.
Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga menyinggung pentingnya loyalitas dan kesetiaan ideologis di tengah dinamika politik nasional. Ia menekankan bahwa PDI Perjuangan tidak hanya partai yang mengejar kemenangan elektoral, tetapi juga wadah pembentukan karakter kepemimpinan berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan gotong royong. “Kita ini bukan hanya partai politik biasa. Kita adalah partai ideologis. Karena itu, setiap kepala daerah dari PDI Perjuangan harus menjadi teladan dalam moralitas dan pelayanan publik,” tuturnya.
Pertemuan di Blitar dihadiri sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah Jawa Timur, termasuk Bupati Blitar Rijanto sebagai tuan rumah penyambutan kedatangan Megawati. Terlihat hadir Bupati Kediri Mas Dhito, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Wakil Walikota Surabaya Armuji, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, dan lainnya. Suasana acara berlangsung hangat dan penuh semangat kekeluargaan, dengan seluruh peserta menyimak pesan Megawati yang disampaikan melalui forum tertutup.
Bagi Hasto, pertemuan itu menunjukkan konsistensi Megawati dalam membangun kultur kepemimpinan yang membumi. “Bu Mega selalu mengajarkan kepada kami, kekuasaan itu bukan untuk menguasai rakyat, tetapi untuk menegakkan kemanusiaan dan keadilan sosial,” ungkapnya.
Dengan nada reflektif, Hasto wawancaranya terkait kegiatan Megawati bersama para kepala daerah PDIP di Jawa Timur sebagai kompas moral dalam setiap kebijakan publik. “Ketika kekuasaan dipakai untuk rakyat, itulah jalan ideologis yang diajarkan oleh Bung Karno dan diwariskan oleh Ibu Megawati,” ujarnya.
Baca Juga:












