KafeBerita.com, Blitar — Pemerintah Kabupaten Blitar resmi memulai pembangunan Pasar Kesamben dengan ditandai peletakan batu pertama oleh Rijanto, Rabu (14/1/2026). Pembangunan pasar rakyat dua lantai ini diproyeksikan menjadi motor baru penggerak ekonomi kawasan selatan Kabupaten Blitar, sekaligus menjawab penantian panjang para pedagang sejak pasar lama terbakar tiga tahun lalu.
Bupati Rijanto menyampaikan bahwa dimulainya pembangunan Pasar Kesamben menjadi momentum penting bagi pemulihan dan penataan ekonomi daerah. Ia menegaskan, pasar bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi ruang hidup ekonomi masyarakat kecil yang harus dikelola secara berkelanjutan. Menurutnya, kehadiran pasar baru ini diharapkan mampu memperkuat aktivitas perdagangan, meningkatkan daya beli, serta menggerakkan sektor-sektor pendukung di sekitarnya.
“Alhamdulillah, yang ditunggu-tunggu masyarakat pedagang Kesamben selama tiga tahun hari ini insya Allah terlaksana pembangunan Pasar Kesamben yang baru,” ujar Rijanto.
Ia mengingatkan bahwa kebakaran yang terjadi tiga tahun lalu menimbulkan kerugian besar, baik bagi pemerintah daerah maupun para pedagang. Karena itu, pembangunan pasar baru ini dirancang bukan hanya sebagai pengganti bangunan lama, tetapi sebagai pusat ekonomi rakyat yang lebih layak, aman, dan representatif. “Kerusakan dan kerugiannya luar biasa, baik yang diderita pemerintah daerah maupun masyarakat pedagang,” kata Rijanto.
Rijanto menjelaskan bahwa pasar baru tersebut akan dibangun dua lantai dengan konsep yang mendukung aktivitas perdagangan secara lebih tertata. Ia optimistis, karakter pedagang Kesamben yang ulet dan pekerja keras akan membuat pasar ini cepat hidup dan memberikan dampak ekonomi signifikan. “Insya Allah kehadiran pasar yang baru ini akan semakin semarak, perputaran roda ekonomi di sekitarnya akan semakin bagus,” ucapnya.
Pasar Rakyat sebagai Simpul Ekonomi Kawasan
Dalam keterangannya, Rijanto menekankan bahwa pasar rakyat memiliki fungsi strategis dalam struktur ekonomi daerah. Pasar Kesamben tidak hanya melayani transaksi jual beli, tetapi juga menjadi simpul distribusi hasil produksi masyarakat sekitar. Dengan fasilitas yang lebih memadai, pasar ini diharapkan mampu menampung lebih banyak aktivitas ekonomi, mulai dari perdagangan kebutuhan pokok hingga usaha mikro dan kecil.
Bupati juga menyebut bahwa proses pembangunan Pasar Kesamben telah melalui tahapan panjang, termasuk dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah daerah, DPRD, serta unsur Forkopimda turut berperan dalam memastikan pembangunan bisa berjalan. Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberikan perhatian terhadap kesulitan daerah, sehingga proyek pembangunan pasar ini akhirnya dapat direalisasikan.
“Prosesnya panjang, mulai dari pendampingan, koordinasi, sampai akhirnya proses tender berjalan. Alhamdulillah, semuanya clear dan pembangunan bisa dimulai awal Januari ini,” jelasnya.
Rijanto menyebutkan bahwa pembangunan Pasar Kesamben direncanakan berlangsung selama satu tahun, dengan target penyelesaian pada Desember 2026. Selama masa pembangunan, ia meminta dukungan penuh dari masyarakat sekitar, termasuk kepala desa, tokoh masyarakat, serta unsur Muspika. Menurutnya, gangguan seperti kebisingan dan polusi selama proses pembangunan tidak bisa dihindari, namun pihak pelaksana telah diminta untuk melakukan mitigasi dampak sebaik mungkin.
“Tentunya dukungan masyarakat sangat kami butuhkan. Gangguan pasti ada, tapi akan dimitigasi, dan ini semua demi kepentingan bersama,” ujar Rijanto.
Ia berharap, setelah selesai dibangun, Pasar Kesamben benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh para pedagang. Bupati menegaskan bahwa keberhasilan pasar tidak hanya diukur dari megahnya bangunan, tetapi dari seberapa besar pasar tersebut mampu menggerakkan ekonomi rakyat. Dengan desain dua lantai dan penataan yang lebih baik, Pasar Kesamben diharapkan menjadi pusat ekonomi baru yang memperkuat kesejahteraan masyarakat di wilayah Kesamben dan sekitarnya.








