KafeBerita.com, Blitar — Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mendukung pembangunan Sekolah Rakyat bertaraf internasional di Kota Blitar adalah langkah nyata menghadirkan keadilan pendidikan bagi seluruh warga, khususnya keluarga miskin. Proyek ini dimulai melalui prosesi adat Kenduri Bersih Bumi di kawasan persawahan Kelurahan Kauman pada Sabtu (22/11/2025), yang menjadi simbol restu rakyat atas lahirnya sekolah inklusif terbesar di Blitar.
Sekolah Rakyat akan dibangun di atas lahan lebih dari lima hektare dan menjadi salah satu sekolah termodern di Jawa Timur. Tidak hanya itu, seluruh fasilitas akan diberikan gratis bagi siswa dari keluarga tidak mampu. Konsep ini, menurut Mas Ibin, lahir dari gagasan fundamental bahwa kesempatan belajar tidak boleh dibatasi oleh status ekonomi.
“Ini luar biasa. Sekolah terbesar, terbaik, bertaraf internasional, tetapi siswanya adalah warga miskin. Semua gratis. Kami ingin mindset mereka berubah, kemampuan mereka meningkat. Anak-anak ini akan menjadi orang hebat,” kata Mas Ibin.
Ia menjelaskan, pendidikan berkualitas tinggi seharusnya tidak menjadi privilege kaum berada, melainkan menjadi alat transformasi sosial untuk membuka jalan mobilitas ekonomi keluarga prasejahtera. Dengan Sekolah Rakyat, Kota Blitar ingin memastikan bahwa anak-anak yang selama ini berada di tepian kesempatan justru mendapat akses pada fasilitas terbaik.
Mas Ibin juga menyampaikan bahwa pembersihan lahan ditargetkan rampung pada 24 November 2025 dan seluruh hak warga penggarap telah dituntaskan. Ia memastikan bahwa pembangunan akan dikawal secara cermat dan transparan, mulai dari efisiensi anggaran hingga kualitas konstruksi.
“Insyaallah tahun ini Sekolah Rakyat segera berdiri di Kota Blitar,” ujarnya.
Dukungan penuh datang dari warga setempat. Ketua RW 9 Kauman, H. Muhammad Sobiri, menegaskan bahwa masyarakat menerima perubahan fungsi lahan pertanian menjadi fasilitas pendidikan karena melihat manfaat jangka panjangnya.
“Semua sadar, sekolah rakyat ini sangat bermanfaat. Tidak ada masalah,” katanya.
Mas Ibin juga menginstruksikan seluruh OPD terkait, lurah, dan camat untuk memastikan setiap tahap berjalan tepat waktu dan sesuai standar nasional. Proyek ini menjadi simbol kepercayaan pemerintah pusat kepada Kota Blitar dalam menjalankan program strategis pendidikan nasional.
Bagi Blitar, Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan fisik — ia adalah koreksi sejarah. Jika selama ini anak miskin hanya melihat gedung sekolah bagus dari luar pagar, kini merekalah yang akan belajar di dalamnya.
“Semoga sekolah ini menjadi berkah untuk anak cucu kita,” tutup Mas Ibin.
Pemkot Blitar menegaskan membangun masa depan melalui keberpihakan yang jelas, fasilitas terbaik untuk mereka yang selama ini terpinggirkan. Pendidikan menjadi instrumen keadilan sosial, dan Sekolah Rakyat menjadi tonggaknya.












