PKB Kabupaten Blitar Mulai Regenerasi, M. Rifai Libatkan Generasi Z dan Milenial di Kepengurusan Baru

KafeBerita.com, Blitar – DPC PKB Kabupaten Blitar mulai melakukan regenerasi besar-besaran dalam kepengurusan periode 2026-2031. Langkah tersebut ditandai dengan masuknya kader dari kalangan Generasi Z dan milenial ke jajaran Dewan Tanfidz sebagai motor penggerak organisasi untuk lima tahun ke depan.

Regenerasi itu menjadi salah satu fokus utama usai serah terima amanah kepengurusan DPC PKB Kabupaten Blitar periode 2021-2026 kepada pengurus periode 2026-2031 yang berlangsung di Kantor DPC PKB Kabupaten Blitar, Jumat (10/7/2026).

Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar M. Rifai mengatakan penyegaran organisasi merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda apabila partai ingin terus berkembang mengikuti dinamika zaman. Karena itu, kepengurusan baru didominasi wajah-wajah muda tanpa mengesampingkan peran kader senior.

“Kami harus berani memulai regenerasi kepemimpinan. Kepengurusan yang saya pimpin kali ini banyak melibatkan anak-anak muda. Bukan berarti kami menafikan pengurus lama, tetapi kami membagi peran. Pengurus senior kami tempatkan di Dewan Syuro, sedangkan generasi muda kami beri kesempatan menjadi pengurus harian di Dewan Tanfidz,” kata Rifai.

Menurutnya, kehadiran kader muda diharapkan mampu menghadirkan semangat baru sekaligus memperkuat komunikasi PKB dengan masyarakat, terutama kalangan milenial dan Generasi Z yang jumlahnya semakin besar dalam komposisi pemilih.

Selain menjadi momentum pergantian kepengurusan, kegiatan tersebut juga diisi dengan serah terima seluruh aset organisasi yang dikelola DPC PKB selama periode 2021-2026 kepada kepengurusan baru.

Rifai menjelaskan, aset kantor DPC PKB pada prinsipnya merupakan milik PCNU Kabupaten Blitar. Selama masih digunakan oleh PKB, aset tersebut tetap menjadi hak pakai partai. Namun apabila suatu saat tidak lagi digunakan, kepemilikannya akan dikembalikan kepada PCNU.

Setelah proses serah terima selesai, kepengurusan baru langsung bergerak melakukan konsolidasi organisasi melalui pelaksanaan kick off Musyawarah Anak Cabang (Musancab). Sebagai tahap awal, DPC PKB membentuk Tim TPPK yang bertugas melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja kepengurusan DPAC selama lima tahun terakhir.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan keberlanjutan kepengurusan di tingkat kecamatan. Musancab dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 9 Agustus 2026 dengan pola pelaksanaan secara bertahap di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.

Rifai menargetkan seluruh proses konsolidasi organisasi, mulai dari kepengurusan DPC, badan otonom, lembaga partai, hingga DPAC di 22 kecamatan, dapat diselesaikan sebelum akhir 2026.

Menurutnya, regenerasi kepengurusan harus diikuti dengan penguatan organisasi agar PKB semakin siap menghadapi agenda politik berikutnya.

“Kami ingin membangun organisasi yang lebih segar, lebih adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Anak-anak muda harus diberi ruang untuk belajar memimpin, sementara pengalaman para senior tetap menjadi penuntun dalam mengambil kebijakan organisasi,” ujarnya.

Di sisi lain, PKB Kabupaten Blitar juga mulai menyusun strategi menghadapi pemilu mendatang. Saat ini partai memiliki 11 kursi di DPRD Kabupaten Blitar dan menargetkan peningkatan menjadi 14 kursi.

Rifai optimistis target tersebut dapat dicapai apabila regenerasi kepemimpinan berjalan beriringan dengan konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput. Menurutnya, perpaduan semangat kader muda dan pengalaman kader senior menjadi modal penting untuk memperkuat mesin partai sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap PKB di Kabupaten Blitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *