KafeBerita.com, Blitar – DPC PKB Kabupaten Blitar menjadikan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) sebagai momentum menata ulang struktur partai sekaligus memperkuat regenerasi kader muda. Musancab digelar selama dua hari, Sabtu (8/8/2026) dan Minggu (9/8/2026), di Kampung Coklat. Kegiatan tersebut diikuti pengurus dari 23 DPAC dengan sekitar 1.516 peserta.
Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar M Rifai mengatakan, Musancab tidak hanya bertujuan melakukan restrukturisasi kepengurusan di tingkat kecamatan. Forum tersebut menjadi awal penataan target partai untuk lima tahun ke depan.
“Di samping sebagai upaya untuk regenerasi restrukturisasi di tingkat kecamatan, kita juga menata ke depan dimulai dari awal kepengurusan ini untuk menata targetnya PKB ke depan,” kata M Rifai.
Setelah Musancab, DPC PKB Kabupaten Blitar akan melanjutkan agenda melalui rapat kerja bersama DPC dan DPAC terpilih. Salah satu target yang disiapkan yakni meningkatkan kembali perolehan kursi DPRD Kabupaten Blitar.
PKB Kabupaten Blitar yang pada Pemilu sebelumnya memperoleh 11 kursi, menargetkan peningkatan hingga 13 kursi seperti Pemilu pertama pasca reformasi tahun 1999. Selain mengembalikan kembali kursi legislatif seperti disaat masa keemasanya, partai juga memasang target memenangkan Pilkada Kabupaten Blitar.
“Target lima tahun yang akan datang perolehan kursi harus naik. Dari yang kemarin 11, kita menargetkan mengembalikan suara kursi kita seperti waktu pemilu yang pertama, ada 13 sampai 14. Itu target kita,” ujarnya.
Dalam penataan struktur, regenerasi anak muda menjadi perhatian utama. M Rifai menyebut kebijakan tersebut merupakan bagian dari instruksi DPP dan DPW PKB.
Namun, regenerasi tidak berarti menghilangkan peran kader senior. Kader berpengalaman tetap diberi ruang dalam jajaran Syuriyah sebagai dewan pertimbangan, sementara posisi Tanfidz sebagai pelaksana lebih banyak diisi generasi muda.
“Regenerasi itu sudah jadi bagian yang harus dilaksanakan. Bukan berarti kita membuang generasi yang tua-tua. Generasi yang tua-tua itu kita naikkan menjadi duduk di jajaran Syuriyah sebagai Dewan Pertimbangan. Kalau Tanfidz, pelaksana itu harus anak-anak muda,” jelasnya.
PKB juga memperkuat kaderisasi melalui organisasi sayap dan badan yang menyasar generasi muda. Di antaranya Gemasaba atau Gerakan Mahasiswa Kebangkitan Bangsa, Panji Bangsa, dan Garda Bangsa.
Menurut M Rifai, keberadaan organisasi tersebut menjadi ruang untuk menampung mahasiswa dan generasi muda yang ingin terlibat dalam politik. Ia menyebutkan salah satu putra CEO wisata di Kabupaten Blitar yang masih mahasiswa tertarik menjadi ketua organisasi sayap mahasiswa dari PKB yaitu Gemasaba.
“Kita nanti punya Gemasaba, Panji Bangsa, dan Garda Bangsa. Semuanya nanti kita tampung di situ,” katanya.
Selain itu, PKB mendorong setiap struktur kepengurusan memiliki kader milenial yang memahami teknologi informasi.
“Kita mewajibkan salah satu dari pengurus itu harus yang milenial, ngerti IT, ngerti teknologi,” tegas M Rifai.
Dengan Musancab ini, DPC PKB Kabupaten Blitar mulai menyiapkan struktur baru yang tidak hanya mengandalkan pengalaman kader senior, tetapi juga energi, kemampuan teknologi, dan gagasan generasi muda untuk menghadapi agenda politik lima tahun mendatang.










