KafeBerita.com, Blitar — Pemerintah Kabupaten Blitar terus memperkuat pelayanan kesehatan dasar melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Tahun 2025 ini, DBHCHT turut membiayai pembangunan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan tingkat desa, termasuk Pustu (Puskesmas Pembantu) Desa Tumpak Kepuh di Kecamatan Bakung dan Puskesmas Suruhwadang Kecamatan Kademangan yang lokasinya di daerah terjauh di Kabupaten Blitar.
Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Blitar, Hasnan Effendi menyampaikan bahwa alokasi DBHCHT untuk fasilitas fisik kesehatan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan akses layanan kesehatan hingga wilayah pelosok. “Untuk pembangunan Pustu, itu kita ada 593 juta itu untuk Pustu Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung. realisasinya sampai Oktober itu sudah 20,8 persen sampai saat ini mungkin secara keuangan memang masih sekian ya, tapi untuk secara fisik ini kan sudah lebih lah ini, hampir selesai ini,” ujar Hasnan Effendi, Jumat (28/11/2025).
Tidak hanya pembangunan baru, DBHCHT juga menyentuh fasilitas lama yang perlu pembaruan. Hasnan menyebut bahwa tiga fasilitas sedang menjalani rehabilitasi. “Kemudian rehabilitasi Puskesmas dan Pustu, yaitu Pustu Kaulon, Pustu Midodaren dan Puskesmas Suruhwadang totalnya 1,3 M per Oktober sudah 24 persen,” jelasnya.
Menurut Hasnan, fokus perbaikan fasilitas kesehatan ini bukan sekadar estetika bangunan, melainkan menyangkut standar pelayanan yang nyaman, bersih, dan layak untuk pasien, terutama bagi pelayanan primer di wilayah jauh dari pusat kota. Dengan ruang perawatan lebih baik, alur pelayanan lebih rapi, dan fasilitas medis lebih memadai, masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang lebih manusiawi dan profesional.
Di sisi lain, DBHCHT 2025 juga turut digunakan untuk memperlengkapi sarana medis seperti pengadaan obat, terutama obat untuk pasien gangguan jiwa yang selama ini menjadi kategori prioritas. “Untuk pengadaan obat itu 1,1 M, itu utamanya obat-obat jiwa ya, yang kita prioritaskan itu obat jiwa, untuk pencairan sudah 70 persen,” kata Hasnan.
Tak hanya itu, DBHCHT juga mendukung pelayanan cek kesehatan gratis melalui pengadaan alat tes medis sederhana tetapi penting untuk deteksi penyakit metabolik. “Untuk strip untuk pemeriksaan kolesterol asam urat itu ada 1 M ini lagi proses untuk pencairan ini,” ungkapnya.
Pemeriksaan kolesterol, asam urat, dan gula darah kini bisa dilakukan secara gratis di semua Puskesmas Kabupaten Blitar. Jika dulu pemeriksaan gratis hanya diberikan saat momen tertentu seperti ulang tahun, kini pemeriksaan bisa dilakukan sewaktu-waktu. “Di Puskesmas di seluruh kabupaten Blitar. jadi itu kan untuk memang untuk masyarakat yang dulu kalau ketika ulang tahun ayo cek gratis. nah itu loh semacam itu tapi sekarang kan tidak hanya ulang tahun, jadi siapa saja tidak ulang tahun mau cek gratisan gratis diperbolehkan,” katanya.
Pemeriksaan rutin terutama untuk pasien diabetes bahkan dianjurkan secara berkala. Hasnan menambahkan bahwa pengecekan ini membantu meningkatkan akurasi deteksi dan diagnosis dini penyakit kronis, sehingga tindakan medis dapat lebih cepat dilakukan.
Melalui rangkaian program pembiayaan fisik dan medis dari DBHCHT 2025 ini, Kabupaten Blitar memperlihatkan upaya konkret dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat. Dari bangunan fisik yang semakin layak, fasilitas rehabilitasi, ketersediaan obat, hingga akses pemeriksaan kesehatan gratis yang mana semuanya berujung pada peningkatan kualitas layanan bagi warga.
Meski terdapat tekanan anggaran nasional dan pemangkasan sejumlah pos pembiayaan pada 2026, Hasnan menegaskan bahwa hasil-hasil pembangunan 2025 ini tetap memberikan fondasi kuat bagi pelayanan kesehatan daerah di tahun-tahun berikutnya. Kabupaten Blitar tidak hanya memperbaiki layanan pada level kebijakan, tetapi juga pada ruang konsultasi, meja pendaftaran, ruang perawatan, dan akses layanan langsung kepada masyarakat.










