KafeBerita.com, Blitar — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan apresiasi terhadap percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Blitar. Apresiasi tersebut disampaikan saat dirinya meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Pesantren Baiturrohman di Jalan Srigading, Kota Blitar, Rabu (31/12/2025).
Peresmian SPPG di penghujung tahun ini menandai keseriusan pemerintah daerah dalam menerjemahkan program nasional ke tingkat lokal secara cepat dan terukur. Menurut Dadan, Kota Blitar menunjukkan contoh konkret bagaimana kolaborasi pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat mampu mempercepat pelaksanaan kebijakan strategis nasional.
“Atas undangannya ke kota Blitar ini pertama kali saya sampai di Blitar dan saya ucapkan terima kasih kepada ibu wali kota yang telah mengundang saya,” ujar Dadan.
Ia melanjutkan pernyataannya dengan menyoroti kecepatan pelaksanaan program di daerah. “Dan terima kasih karena mendorong program makan bergizi ini demikian cepat di Kota Blitar,” katanya.
Dadan juga menyinggung peran unsur lain yang terlibat aktif dalam mendukung program tersebut. “Dan juga Pak Kapolres ini sudah semangat sudah membangun empat, jadi kontribusi masyarakat luar biasa dan saya kira penting untuk Kota Blitar,” ucap Dadan.
Ia menilai, keterlibatan lintas sektor menjadi faktor utama yang membuat akselerasi program berjalan efektif. Bagi BGN, kecepatan daerah seperti Kota Blitar sangat penting agar target nasional dapat tercapai sesuai jadwal.
Dalam kesempatan itu, Dadan memaparkan capaian nasional Program Makan Bergizi Gratis hingga akhir 2025. Ia menyebut jumlah SPPG terus bertambah dan menjadi fondasi kuat untuk pelaksanaan program secara masif pada tahun berikutnya.
“Sampai hari ini ada 19.000, sampai tadi malam ya 19.069 dan hari ini kemungkinan masih akan bertambah 100,” ujarnya.
Ia menegaskan capaian tersebut menempatkan program ini pada skala yang sangat besar. “Sehingga kita akan menutup tahun 2025 dengan 19.100-an lebih SPPG,” kata Dadan.
Menurutnya, jumlah tersebut memiliki dampak langsung terhadap jangkauan penerima manfaat. “Dan itu berpotensi melayani 55 juta penerima manfaat,” lanjutnya.
Dadan menekankan bahwa akselerasi tidak hanya diukur dari kuantitas dapur atau SPPG yang berdiri, tetapi juga dari ketepatan sasaran dan kualitas layanan. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah tetap aktif menyisir kelompok yang belum terdata agar tidak ada penerima manfaat yang terlewat.
“Seperti yang disampaikan oleh ibu wali kota, kita masih akan menyisir penerimaan manfaat yang selama ini belum terdaftar baik itu di Dapodik, di Kementerian Agama maupun di Posyandu,” ujarnya.
Ia kemudian menegaskan perhatian khusus pada kelompok anak-anak. “Karena dari pengalaman banyak yang masih belum terdata sehingga kami meminta kepada ibu wali kota untuk memastikan tidak ada anak di bawah usia 18 tahun yang tidak menerima manfaat program kami,” kata Dadan.
Blitar dalam Peta Implementasi Nasional
Dadan menilai, langkah Kota Blitar mempercepat pelaksanaan program nasional sekaligus memperkuat posisi daerah dalam peta implementasi nasional. Dengan keterlibatan aktif pemerintah daerah dan dukungan masyarakat, ia optimistis program ini akan terus membaik dari sisi kualitas maupun jangkauan.
Ia memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sepanjang 2025 yang menunjukkan tren perbaikan signifikan. “Alhamdulillah berjalan dengan cepat dan sebagian besar melakukannya dengan sangat baik,” kata Dadan.
Ia menguraikan, “Memang ada beberapa kejadian ya, misalnya di September itu ada 60 kejadian, naik di Oktober 85 kejadian, tapi kemudian turun drastis di November 40 kejadian dan alhamdulillah di Desember ini menyisakan 11 kejadian.”
Menurutnya, tren penurunan tersebut mencerminkan proses pembelajaran bersama di lapangan. “Dan kami targetkan 11 ini akan kami hilangkan di tahun 2026, yaitu menunjukkan bahwa program makan bergizi makin lama makin baik,” ujar Dadan.
Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas menjadi perhatian utama. “Semua orang yang terlibat makin menyadari pentingnya peningkatan kualitas sehingga konsumsi atau makanan yang diberikan tidak hanya menyehatkan tapi juga aman dikonsumsi,” ucapnya.
Ke depan, BGN menargetkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan serentak secara nasional pada 2026. Dalam konteks itu, Dadan menilai daerah-daerah yang bergerak cepat seperti Kota Blitar akan menjadi referensi praktik baik bagi wilayah lain.
Dengan peresmian SPPG di Blitar, akselerasi program nasional di tingkat daerah kembali ditegaskan sebagai kunci keberhasilan. Kolaborasi pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat tidak hanya mempercepat pelaksanaan, tetapi juga memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh kelompok sasaran yang membutuhkan.












