KafeBerita.com, Blitar – Anggota DPRD Jawa Timur Guntur Wahono menyaksikan langsung Night 5th Blitar Ethnic National (BEN) Carnival di Kota Blitar, Sabtu (22/8/2026) malam. Ia mengapresiasi parade budaya yang menampilkan pakaian adat dan tarian dari berbagai daerah sebagai gambaran kekayaan budaya Indonesia.
Guntur hadir memenuhi undangan Pemerintah Kota Blitar dalam penyelenggaraan BEN Carnival yang mengambil tema Nusantara Retrofuturism: Harmoni Tradisi Menuju Kota Masa Depan. Ia mengikuti rangkaian karnaval dari kawasan Kantor Wali Kota Blitar di Jalan Merdeka hingga DPRD Kota Blitar di Jalan A. Yani.
Guntur yang juga Sekretaris Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDI Perjuangan Jawa Timur menilai budaya menjadi bagian penting yang harus terus dijaga. Menurutnya, kekayaan tradisi dari berbagai daerah bukan sekadar tontonan, tetapi menjadi identitas yang membentuk karakter bangsa.
Ia melihat penampilan pakaian adat dan tarian dari berbagai daerah dalam BEN Carnival sebagai gambaran nyata betapa besar kekayaan budaya Indonesia.
“Keragaman budaya Indonesia adalah kekuatan bangsa. Pakaian adat, tarian, dan berbagai tradisi yang kita miliki harus terus dijaga agar Indonesia bisa maju tanpa kehilangan jati dirinya,” kata Guntur.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan gagasan Bung Karno tentang pentingnya bangsa Indonesia memiliki kepribadian dalam kebudayaan. Kemajuan tidak semestinya membuat masyarakat meninggalkan akar budaya yang diwariskan dari generasi sebelumnya.
Guntur menilai festival seperti BEN Carnival memiliki peran penting karena mampu mempertemukan masyarakat dengan kekayaan budaya Nusantara dalam suasana yang lebih dekat dan menarik. Apalagi, penyelenggaraan edisi kelima kali ini berlangsung malam hari sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi penonton.
BEN Carnival tahun ini menghadirkan 40 penampilan yang mewakili 38 provinsi di Indonesia. Parade tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan sekaligus ruang untuk menunjukkan keberagaman masyarakat dalam satu kesatuan Indonesia.
Bagi Guntur, keberagaman tersebut justru menjadi modal penting untuk membangun Indonesia yang lebih maju. Masyarakat dapat berkembang mengikuti zaman, tetapi tetap memiliki karakter dan identitas kebudayaan.
“Bangsa yang besar bukan bangsa yang meninggalkan budayanya ketika menuju masa depan. Justru budaya harus menjadi fondasi agar kemajuan Indonesia tetap memiliki arah dan kepribadian,” ujar Guntur yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar.

Guntur selama ini juga dikenal aktif dalam pelestarian seni tradisi Jawa. Salah satunya melalui keterlibatannya dalam pembinaan Seni Tradisi Tiban di Blitar dan daerah sekitar.
Keterlibatan tersebut membuat perhatian Guntur terhadap BEN Carnival tidak hanya muncul karena posisinya sebagai tamu undangan. Ia melihat setiap ruang pertunjukan budaya memiliki nilai penting untuk menjaga tradisi tetap hidup dan dikenal generasi muda.
Menurutnya, pelestarian budaya juga harus mampu menjangkau generasi muda dengan kemasan yang sesuai perkembangan zaman. Tradisi tidak harus ditampilkan secara kaku, tetapi dapat dikembangkan melalui kreativitas selama nilai dan identitas aslinya tetap terjaga.
BEN Carnival tahun ini sendiri memadukan unsur tradisional dengan sentuhan modern dan futuristik. Konsep tersebut menjadi gambaran bahwa budaya dapat terus berkembang tanpa harus kehilangan akar sejarahnya.
Guntur berharap kegiatan budaya seperti BEN Carnival terus mendapat ruang dan dikembangkan secara berkelanjutan. Menurutnya, semakin banyak masyarakat mengenal budaya daerah, semakin kuat pula kesadaran bahwa Indonesia dibangun dari keberagaman yang menjadi satu kekuatan.
Dengan kekayaan budaya yang terus dirawat dan diperkenalkan kepada generasi muda, Guntur meyakini kebudayaan dapat menjadi salah satu modal penting bagi Indonesia untuk melangkah menuju masa depan tanpa kehilangan jati diri.














