KafeBerita.com, Blitar – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Blitar terus mematangkan regenerasi organisasi melalui Musyawarah Ranting (Musran). Memasuki Musran ke-15 yang digelar di kawasan Wisata Embung Gogoniti, Kecamatan Kesamben, Sabtu (25/7/2026), pembentukan kepengurusan baru tidak hanya diarahkan memenuhi struktur organisasi, tetapi juga menjadi langkah awal membangun kader muda melalui pendidikan politik yang berjenjang.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Guntur Wahono mengatakan Musran merupakan bagian dari strategi partai menyiapkan kader-kader terbaik sejak dini untuk menghadapi Pemilu Legislatif 2029. Menurutnya, proses kaderisasi tidak boleh dilakukan secara instan, melainkan melalui pembinaan yang berkesinambungan mulai dari tingkat ranting hingga anak ranting.
“DPD telah memerintahkan, walaupun pemilu legislatif masih tahun 2029, dua tahun sebelumnya kita sudah harus menyiapkan siapa kader-kader yang nanti akan muncul. Kita akan melakukan seleksi agar tidak sekadar pasang nama, tetapi benar-benar menyiapkan kader yang punya kemampuan berpikir dan sumber daya sehingga mampu memenangkan pertarungan politik,” ujar Guntur.
Ia menjelaskan persaingan politik pada Pemilu 2029 dipastikan semakin ketat. Karena itu, seluruh struktur partai diminta mulai mempersiapkan kader potensial di setiap kecamatan sebagai calon pemimpin masa depan.

Guntur mengungkapkan PDI Perjuangan menargetkan mampu mengembalikan perolehan kursi DPRD Kabupaten Blitar yang sebelumnya pernah mencapai 19 kursi. Bahkan, ia berharap setiap kecamatan mampu melahirkan satu legislator sehingga target maksimal 22 kursi dapat diwujudkan.
“Target kita minimal kembali ke 19 kursi. Syukur kalau bisa lebih. Harapan kita setiap kecamatan memiliki satu calon anggota dewan yang mampu tampil sehingga target 22 kursi bisa kita raih,” kata Guntur Wahono yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kesamben Hari Purnawan menegaskan proses pembentukan pengurus ranting kali ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan organisasi. Musran menjadi titik awal pendidikan politik bagi kader muda agar tumbuh melalui proses kaderisasi yang benar.
“Ini merupakan awal mereka bergerak di bidang politik. Jadi kita persiapkan mereka, tidak seperti kader-kader karbitan. Pembelajaran pendidikan politik memang harus diawali sejak menjadi pengurus ranting, terutama bagi kader-kader muda,” ujarnya.

Hari mengatakan seluruh kepengurusan ranting di Kecamatan Kesamben telah memenuhi ketentuan partai, yakni minimal 30 persen kader muda dan 30 persen kader perempuan. Menurutnya, proses perekrutan di Kesamben berlangsung relatif mudah karena tingginya minat generasi muda untuk bergabung. Terlihat di sidang Musran di Kesamben itu pembaca text Pancasila hingga Dedication of Life Soekarno kader muda yang mengambil peran.
“Saat ini antusias kader muda di Kecamatan Kesamben sangat luar biasa. Pengurus ranting juga tidak mengalami kesulitan mencari kader-kader potensial untuk bergabung menjadi pengurus,” katanya.
Menurut Hari, regenerasi tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kekuatan partai pada kontestasi politik mendatang. PAC Kesamben menargetkan jumlah wakil PDI Perjuangan dari daerah pemilihan setempat Dapil 5 Blitar (Kecamatan Kesamben, Wlingi, Doko, Selorejo) dapat bertambah.
“Saat ini kita memiliki tiga anggota legislatif. Insyaallah ke depan target kita bisa menjadi empat anggota legislatif,” ujarnya.

Hari yang telah aktif menjadi pengurus ranting sejak 1999 mengaku melihat perubahan besar dalam sistem pembinaan kader di tubuh PDI Perjuangan. Jika dahulu pengurus harus bergerak secara swadaya, kini struktur organisasi mendapatkan pendampingan yang lebih baik sehingga berbagai persoalan di tingkat bawah dapat ditindaklanjuti melalui jalur organisasi.
Adapun Musran di Kecamatan Kesamben ini dihadiri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Guntur Wahono didampingi Wakabid Kehormatan Partai Gatot Darwoto, Wakabid Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif Sugeng Suroso, Wakabid Ideologi dan Kaderisasi Taufich, Wakabid Keanggotaan Organisasi dan Sumber Daya Suwito, Wakabid Perekonomian Kebudayaan dan Pendidikan Suratun Nasikhah, Wakabid Penanggulangan Bencana Kesehatan Perempuan dan Anak Sariati, Wakabid Industri Perdagangan BUMN Investasi Koperasi dan UMKM Endik Susilo, Wakabid Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Retno Puji Astutik, Wakabid Hukum dan Advokasi Nanang Widi Wahyono, Wasekbid Internal Andry Suprapto, Wasekbid Program Aryo Nugroho dan Anggota Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Blitar asal Kecamatan Kesamben Budi Susila Jaya.

Musran di Kecamatan Kesamben menjadi pelaksanaan ke-15 dari rangkaian konsolidasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar. Sebelumnya, Musran telah sukses digelar di Kecamatan Selorejo, Binangun, Bakung, Wates, Nglegok, Udanawu, Ponggok, Gandusari, Kanigoro, Sanankulon, Selopuro, Panggungrejo, Wlingi, dan Kademangan. Melalui konsolidasi tersebut, DPC berharap lahir generasi kader yang tidak hanya memenuhi kebutuhan struktur organisasi, tetapi juga memiliki kapasitas, pengalaman, dan pemahaman ideologi untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat pada masa mendatang.












