KafeBerita.com, Blitar — Pemerintah Kota Blitar terus mencari cara kreatif untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga pangan. Salah satunya dengan menggelar kegiatan “Mancing Bareng Warga” yang dikolaborasikan dengan gerakan pangan murah di depan Kantor Kelurahan Blitar, Sabtu (8/11/2025).
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia turun ke saluran air yang dibendung dan diisi ikan nila, gurame, serta lele. Ratusan warga tampak antusias memancing bersama, sementara di sisi lain, jajaran Koperasi Merah Putih membuka lapak pangan murah yang diserbu warga.
Mas Ibin mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Kota Blitar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah. “Mancing bersama masyarakat ini sebenarnya kegiatan kita bersama-sama masyarakat dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat, yaitu gerakan pangan murah,” ujar Mas Ibin.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini diharapkan bisa menjadi agenda rutin di setiap kelurahan pada akhir pekan. Selain memberikan hiburan bagi warga, acara ini juga menjadi sarana edukasi ekonomi dan promosi koperasi lokal. “Harapannya nanti ada ya di setiap kelurahan mungkin digilir ya, jadi kalau Sabtu-Minggu itu bisa mancing bersama masyarakat. Kepentingannya menyenangkan masyarakat sekaligus bisa menggelar gerakan pangan murah seperti itu,” lanjutnya.
Mas Ibin menjelaskan, program pangan murah tersebut melibatkan Koperasi Merah Putih yang kini sudah terbentuk di seluruh kelurahan di Kota Blitar. Pemerintah kota, katanya, berkomitmen untuk terus memfasilitasi koperasi agar menjadi penopang ekonomi masyarakat. “Yang dijual ada beras, kemudian ada sayur-mayur, telur, dan yang lain. Pada intinya ini adalah program pengendalian inflasi juga,” jelas Mas Ibin.
“Karena pemerintah daerah juga diminta pemerintah pusat untuk menjalankan program pengendalian inflasi. Bahkan setiap hari Senin kita rapat dalam rangka pengendalian inflasi di masing-masing daerah,” sambungnya.

Selain menjelaskan sisi ekonominya, Mas Ibin juga menunjukkan sisi humanisnya. Ia tak segan ikut memancing bersama warga, bahkan berseloroh ketika umpannya tak juga disambar ikan. “Iya saya ikut mincing, tapi belum dapat ikan. Maklum cara-cara memancing sudah agak lupa. Dulu saya kecil tongkat pancing pakai bambu sering dapat, tapi sekarang sudah bagus-bagus itu,” katanya sambil tertawa.
“Makanya ikannya sungkan, gak mau makan umpan saya. Mungkin kebagusan tongkat pancingnya ikannya jadi gak mau makan,” tambahnya dengan nada bercanda.
Kehadiran Mas Ibin yang turun langsung ke lapangan menciptakan suasana akrab antara pemimpin dan masyarakat. Di akhir kegiatan, ia juga membagikan oleh-oleh berupa jerohan ayam gratis siap masak kepada peserta mancing, menambah semarak acara yang berlangsung penuh kehangatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, Dewi Masitoh, menjelaskan bahwa seluruh bahan pokok yang dijual dalam kegiatan tersebut berasal dari kerja sama antara Bulog dan Koperasi Merah Putih, sehingga harganya bisa ditekan lebih murah dari pasar.
“Jadi untuk beras tadi kita bawa 1 ton dan habis 1 ton. Kemudian untuk telur ada 2 kwintal, kemudian minyak kita ada 3 dus. Hasil produk dari KWT juga laris,” jelas Dewi.
“Berasnya habis lebih dulu, lalu telurnya, kemudian minyaknya ikut habis. Jelas harganya lebih murah dari pasar. Beras 5 kilogram kita jual 56 ribu, padahal HET itu 12,5 ribu per kilo. Untuk telur di pasaran 28–30 ribu, kita jual 26 ribu. Kemudian minyak di pasar 19 ribu, kita jual 17 ribu. Ini karena kita menggandeng Bulog, terima kasih sudah mensupport kami,” tambahnya.
Melalui pendekatan yang menggabungkan aktivitas sosial, hiburan, dan kebijakan ekonomi, Pemerintah Kota Blitar berupaya menjaga kestabilan harga dan memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat. Mas Ibin menegaskan, kegiatan seperti ini akan terus digelar secara bergilir agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh warga Kota Blitar.










