KafeBerita.com, Blitar – Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Blitar sejak sore hingga malam, Sabtu (28/2/2026). Pemerintah Kota Blitar tidak tinggal diam. Sesuai instruksi Wali Kota Syauqul Muhibbin, tim langsung bergerak melakukan patroli keliling untuk memastikan tidak terjadi genangan yang mengganggu aktivitas warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar turun ke sejumlah titik rawan. Patroli dilakukan menyeluruh, terutama di lokasi yang selama ini dikenal kerap tergenang saat hujan deras.
Kepala BPBD Kota Blitar, Agus Suherli, menjelaskan pihaknya langsung menindaklanjuti arahan wali kota begitu hujan turun deras.
“Biasanya saat hujan apalagi dengan intensitas tinggi seperti semalam sesuai instruksi Wali Kota kami teruskan dan tindaklanjuti dengan kegiatan patroli keliling, memantau dan melakukan cek lokasi yang rentan terjadi genangan. Dari pemantauan sejumlah titik rawan, kawasan yang gorong-gorongnya telah diperbaiki seperti di Jl Kalibrantas, Jl Anggrek terpantau aman,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (1/3/2026).
Fokus pemantauan berada di Jalan Kalibrantas, depan Sumberudel dan kawasan Taman Kehati, serta Jalan Anggrek. Titik-titik tersebut sebelumnya sering mengalami genangan saat hujan deras. Namun hasil evaluasi menunjukkan kondisi kini jauh lebih terkendali setelah perbaikan drainase dilakukan.
Drainase Tersumbat Langsung Dibersihkan
Meski sebagian besar lokasi aman, tim BPBD tetap menemukan kendala di lapangan. Genangan sempat muncul di kawasan Jalan Bengawan Solo dan dekat Pasar Pahing. Penyebabnya bukan kapasitas saluran yang kurang, melainkan sumbatan sampah dedaunan dan ranting kecil.
Tim langsung turun tangan membersihkan drainase agar aliran air kembali lancar. Penanganan serupa juga dilakukan di depan SMPN 3 di Jalan Ciliwung.
“Kami menemui di kawasan dekat pasar pahing dan dekat SMP 3 ada lubang drainase tertutup sampah dedaunan kering, langsung kita atasi dilapangan saat itu juga,” jelas Agus.
BPBD juga memanfaatkan pantauan CCTV Kota Blitar untuk memonitor kondisi secara real time. Dengan sistem ini, petugas bisa segera bergerak tanpa menunggu laporan warga.
Langkah cepat tersebut membuat genangan tidak berkembang menjadi banjir. Aktivitas masyarakat tetap berjalan normal meski hujan mengguyur cukup lama.
Ada Catatan di Pakunden
Secara umum kondisi Kota Blitar dinilai terkendali. Namun BPBD mencatat kawasan Pakunden masih memerlukan perhatian lebih. Di wilayah itu terdapat bangunan yang berdiri di atas aliran sungai sehingga berpotensi menyebabkan luapan saat hujan deras.
Penanganan di kawasan tersebut membutuhkan solusi jangka panjang dan koordinasi lintas sektor.
Respons cepat ini menunjukkan pola baru dalam manajemen risiko bencana di Kota Blitar. Pemerintah tidak menunggu genangan membesar. Petugas bergerak saat hujan masih turun.
Dengan patroli rutin setiap hujan deras, Pemkot Blitar berupaya menjaga kota tetap aman dari genangan. Di sisi lain, temuan sumbatan sampah menjadi pengingat bahwa partisipasi masyarakat tetap penting.
Sistem bisa dibenahi, drainase bisa diperbaiki, namun kebiasaan membuang sampah sembarangan tetap menjadi ancaman. Hujan deras mungkin tak bisa dicegah, tetapi genangan bisa diminimalkan jika semua pihak ikut menjaga.






