KafeBerita.com, Blitar – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar memastikan pembinaan dan pendampingan terhadap seluruh cabang olahraga (cabor) tetap berjalan normal di tengah dinamika dan polemik pemilihan Ketua KONI Kota Blitar yang belakangan ramai menjadi perbincangan masyarakat.
Plt Kepala Dispora Kota Blitar, Heru Eko Pramono, menegaskan pihaknya tetap fokus menjalankan tugas pokok dan fungsi di bidang olahraga tanpa berpihak kepada kelompok tertentu. Menurutnya, kepentingan utama pemerintah daerah saat ini adalah menjaga pembinaan atlet dan prestasi olahraga Kota Blitar tetap berjalan baik.
“Ada atau tidak adanya polemik, Dispora tetap melakukan tugas pokok dan fungsinya di bidang olahraga. Semua cabang olahraga akan tetap kita bantu dan fasilitasi dalam rangka peningkatan prestasi atlet,” jelasnya saat ditemui Senin (25/5/2026).
Heru menjelaskan, hingga saat ini komunikasi antara Dispora dengan berbagai cabang olahraga tetap berjalan intensif, terutama terkait persiapan event olahraga yang akan berlangsung mulai Juni hingga akhir tahun 2026.
“Teman-teman cabor terus berkomunikasi dengan kami, termasuk penggunaan sarana dan prasarana olahraga untuk menunjang kegiatan mereka,” kata Heru.
“Dalam waktu dekat ini banyak event digelar cabor seperti di bulan Juli itu teman-temen ikatan motor Indonesia akan melaksanakan kegiatan roadrace lagi. Terus yang segera menyusul itu dari Bridge juga diskusi dengan kami akan melaksanakan event, termasuk juga bulutangkis bahkan ada event Piala bergengsi, termasuk karate juga akan mengadakan. Mereka semua berkomunikasi dengan Dispora tidak dengan yang lainnya,” sambung Heru.
Pernyataan kepala Plt Dispora Kota Blitar tersebut menepis kekhawatiran adanya perlakuan berbeda terhadap cabang olahraga tertentu akibat dinamika yang terjadi di tubuh KONI. Ia memastikan seluruh cabor tetap mendapatkan fasilitas dan dukungan secara adil demi peningkatan prestasi atlet.
Dengan demikian Dispora juga meminta para atlet tidak ikut terbawa suasana polemik yang berkembang karena dikhawatirkan mengganggu fokus latihan dan persiapan menghadapi berbagai agenda kompetisi.
“Sudahlah, tidak usah memikirkan sesuatu yang bukan ranahnya atlet. Fokus saja pada peningkatan prestasi,” pesannya.
Menurut Heru, dalam waktu dekat sejumlah agenda olahraga besar sudah menunggu atlet Kota Blitar, mulai dari Popda, Kejurprov hingga Porprov. Karena itu, atlet diminta tetap menjaga semangat dan profesionalisme.
“Mari kita tunjukkan bahwa atlet Kota Blitar bisa berprestasi dan meraih posisi yang lebih baik dibanding masa-masa sebelumnya,” katanya.
Selain pembinaan prestasi, Dispora juga terus mendorong pertumbuhan event olahraga di Kota Blitar. Sebagaimana Pemerintah Kota Blitar menggagas konsep sport tourism yang mana event olahraga nantinya tidak hanya berdampak bagi atlet, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat Kota Blitar.
“Harapannya event olahraga terus tumbuh dan berkembang sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas, menggerakkan ekonomi daerah, termasuk UMKM terlibat dalam event olahraga yang ada,” ujarnya.
Ia memastikan Dispora tetap membuka ruang komunikasi bagi seluruh cabor maupun atlet yang membutuhkan dukungan fasilitas dan koordinasi kegiatan olahraga.
“Kalau ada yang perlu didiskusikan dengan Dispora kami welcome. Yang penting persiapan atlet jangan terganggu situasi saat ini,” katanya.
Heru kembali mengingatkan para atlet agar tetap fokus berlatih dan tidak terpengaruh dinamika organisasi olahraga yang saat ini menjadi pembahasan publik.
“Dengan adanya situasi sekarang justru tunjukkan bahwa atlet Kota Blitar tetap profesional dan tetap berprestasi,” ujarnya.
Dinamika pemilihan Ketua KONI Kota Blitar sendiri belakangan menjadi perhatian masyarakat setelah nama mantan Wali Kota Blitar, Samanhudi Anwar, muncul sebagai salah satu figur dalam Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI. Sosok Samanhudi memunculkan pro dan kontra karena pernah tersangkut kasus korupsi pembangunan SMPN 3 Kota Blitar dan perampokan rumah dinas wali kota pada masa kepemimpinan Wali Kota Santoso.
Namun di sisi lain, sebagian masyarakat juga menilai Samanhudi pernah memiliki kontribusi terhadap perkembangan olahraga Kota Blitar saat menjabat wali kota. Meski demikian, kekhawatiran publik tetap ada terkait pengelolaan dana hibah KONI apabila organisasi olahraga tersebut nantinya dipimpin mantan narapidana korupsi.






