KafeBerita.com, Blitar – Kader PDI Perjuangan Kabupaten Blitar bergerak cepat membantu korban bencana tanah longsor di Dusun Genjong (Etan Kali) RT 03/RW 10, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi. Bantuan disalurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga korban yang terdampak musibah pada Minggu (15/3/2026).
Bencana tersebut terjadi saat hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah lereng Gunung Buthak, Pegunungan Kawi. Longsor mengakibatkan satu korban meninggal dunia atas nama Suyoto, yang tertimbun material tanah di sekitar rumah keluarganya.
Menanggapi kejadian itu, kader PDI Perjuangan langsung turun ke lokasi. Mereka menyalurkan bantuan berupa paket sembako untuk meringankan beban keluarga korban.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua (Wakabid) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak Sariati, serta Wakabid Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Retno Puji Astutik. Penyaluran bantuan juga didampingi Kepala Desa Ngadirenggo dan perangkat dusun setempat.
Retno Puji Astutik menegaskan bahwa kehadiran kader di lokasi merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Kami hadir untuk memastikan keluarga korban tidak sendirian menghadapi musibah ini. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi kami berharap dapat sedikit meringankan beban dan menjadi bentuk kepedulian kami kepada warga,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa PDI Perjuangan akan terus mendorong kader di semua tingkatan untuk sigap merespons setiap kejadian bencana di tengah masyarakat.
“Kami ingin kader selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat kondisi darurat seperti ini, sebagai bentuk gotong royong dan solidaritas,” lanjutnya.

Kronologi Kejadian Tanah Longsor Renggut Nyawa Perumput di Desa Ngadirenggo
Kepala Desa Ngadirenggo, Rizky Rendyana Firmansyah, menjelaskan peristiwa longsor terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam.
“Jadi kejadiannya itu hari Minggu tanggal 15 Maret 2026 hujan deras sekitar pukul 12.00 sampai jam 2.00 dengan intensitas tinggi,” jelasnya.
Saat kejadian, korban sedang berada di area belakang rumah untuk merumput di dekat tebing yang berada di belakang rumah keluarganya.
“Yang bersangkutan sedang merumput di belakang rumah, di area yang memang miring dan di atasnya ada dapur serta kandang kambing milik adiknya,” ujarnya.
Rizky menuturkan sempat terjadi longsor pertama yang tidak mengenai korban. Namun, saat warga memperingatkan dan meminta korban menghindar, terjadi longsor susulan yang langsung menimpa korban.
“Ketika sudah diteriaki ada longsor pertama masih aman, tapi saat longsor kedua itu yang mengenai korban atas nama Pak Suyoto,” ungkapnya.
Warga kemudian melakukan pencarian dan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa serta BPBD. Tidak lama kemudian, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Ia menambahkan, dari analisa BPBD, faktor utama penyebab longsor diduga karena hujan deras dengan intensitas tinggi serta kondisi tanah yang labil di kawasan lereng dataran tinggi.
“Karena memang konturnya di Dusun Genjong ini dataran tinggi dan miring, ditambah kemungkinan kondisi tanah yang gembur sehingga mudah longsor saat hujan deras,” jelasnya.
Saat ini, pemerintah desa telah mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di area dekat tebing, serta menghindari aktivitas di bagian belakang rumah yang berisiko.
Kepala desa juga mengapresiasi bantuan yang datang dari berbagai pihak, termasuk dari kader PDI Perjuangan Kabupaten Blitar.
“Alhamdulillah bantuan datang, termasuk dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar yang memberikan bantuan dan santunan untuk meringankan beban keluarga. Perwakilan Dinsos Kabupaten Blitar juga sudah datang,” pungkasnya.












