KafeBerita.com, Blitar – Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Blitar pada Minggu (27/9/2026).
Dalam sambutannya, Mas Ibin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda XI MUI Kota Blitar. Ia menilai MUI memiliki peran penting sebagai pelayan umat sekaligus mitra pemerintah dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Blitar dan seluruh masyarakat, saya menyambut baik serta menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya Musda XI MUI Kota Blitar ini. MUI memiliki peran yang amat vital sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan sadiqul hukumah (mitra pemerintah),” kata Mas Ibin.
Menurut Mas Ibin, sinergi ulama dan pemerintah selama ini telah terbukti menjaga keharmonisan, kondusivitas, serta kerukunan umat beragama di Kota Blitar.
Ia menegaskan Musda bukan sekadar agenda lima tahunan untuk memilih kepengurusan baru. Forum tersebut juga menjadi momentum introspeksi dan pemantapan niat pengabdian.
“Saya mengingatkan bahwa jabatan dan posisi di dalam MUI adalah sebuah amanah yang sangat besar, baik di hadapan masyarakat maupun di hadapan Allah SWT,” ujar Mas Ibin.
Mas Ibin kemudian mendorong MUI agar mampu menjadi peneduh umat, penjaga nilai moral, serta pemberi panduan keagamaan yang bijak dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Mari kita tunjukkan tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan amanah tersebut. MUI harus mampu menjadi peneduh umat, penjaga nilai-nilai moral, serta memberikan panduan keagamaan yang bijak, menyejukkan, dan solutif terhadap berbagai persoalan keumatan,” tegas Mas Ibin.

Selain menjaga nilai moral, Mas Ibin meminta MUI adaptif terhadap perubahan zaman. Perkembangan teknologi digital, arus informasi yang cepat, serta dinamika sosial dan ekonomi dinilai menghadirkan tantangan baru bagi umat.
Ia berharap MUI Kota Blitar mampu menyusun program yang inovatif, relevan, dan menjawab kebutuhan masyarakat. Program tersebut dapat mencakup dakwah berbasis media digital, penguatan ekonomi syariah bagi UMKM lokal, pemberdayaan kemandirian umat, hingga penguatan literasi digital untuk menangkal hoaks dan paham radikalisme.
“MUI harus hadir dengan pendekatan yang segar, relevan, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat Blitar,” ujar Mas Ibin.
Pemerintah Kota Blitar, lanjut Mas Ibin, berkomitmen terus berjalan berdampingan dengan MUI dan seluruh elemen keagamaan. Pemkot juga siap mendukung program MUI yang selaras dengan upaya membangun karakter, kerukunan, dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam Musda XI tersebut, KH Abdil Karim Muhaimin kembali terpilih. Hasil Musda ditetapkan setelah Sidang Pleno IV menetapkan formatur sebanyak 13 orang dengan didampingi satu orang dari MUI Jawa Timur.
Mas Ibin berharap hasil musyawarah tersebut dapat menghasilkan kepengurusan dan program kerja yang mampu menjawab kebutuhan umat di Kota Blitar. Mas Ibin kemudian secara resmi membuka Musda XI MUI Kota Blitar.
“Saya yakin, melalui musyawarah yang dilandasi nilai-nilai ukhuwah, keikhlasan, dan kearifan ini, Musda XI akan menghasilkan kepengurusan dan rumusan program kerja terbaik bagi masa depan keumatan di Kota kita tercinta,” kata Mas Ibin.












