KafeBerita.com, Blitar – Bupati Blitar Rijanto mengapresiasi regenerasi PDI Perjuangan Kabupaten Blitar yang semakin banyak melibatkan generasi muda. Ia menilai kader muda menjadi kekuatan penting untuk menghadapi perubahan zaman.
Apresiasi tersebut disampaikan Rijanto saat menghadiri puncak Musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan Kabupaten Blitar di Kecamatan Garum, Minggu (16/8/2026). Garum menjadi lokasi terakhir rangkaian konsolidasi Musran yang digelar DPC PDI Perjuangan di seluruh Kabupaten Blitar.
Rijanto mengatakan dirinya tetap memantau pelaksanaan Musran meski tidak dapat hadir di seluruh wilayah. Dari seluruh rangkaian tersebut, ia secara langsung menghadiri Musran di Kecamatan Srengat dan Garum.
“Alhamdulillah pelaksanaannya, saya terima kasih kepada teman-teman DPC, PAC, dan semangat kebersamaan inilah yang harus kita bangun terus-menerus, agar bagaimanapun PDI Perjuangan sebagai partainya wong cilik tetap eksis, tetap dekat rakyat, tentunya soliditas. Semangat kebersamaan ini yang harus kita bangun terus,” kata Rijanto.

Menurut Rijanto, konsolidasi organisasi melalui Musran harus memperkuat kedekatan partai dengan masyarakat. Ia berharap kepengurusan yang terbentuk mampu menjaga soliditas sekaligus memperjuangkan kepentingan rakyat.
Kehadiran generasi muda menjadi perhatian tersendiri bagi Rijanto. Ia mengaku senang melihat banyak anak muda bergabung dalam struktur partai yang mengikuti proses konsolidasi tersebut.
“Ya, saya senang sekali. Saya lihat tadi mayoritas kok muda-muda. Ini yang kita harapkan. Jadi partai ini harus regenerasinya terus-menerus,” ujarnya.
Rijanto menilai regenerasi menjadi kebutuhan karena tantangan zaman terus berubah. Generasi muda dinilai memiliki kemampuan untuk menangkap perubahan tersebut, namun tetap membutuhkan pendampingan dari kader yang lebih senior.
“Karena tantangan zaman itu dari generasi ke generasi harus bisa menangkap perubahan zaman. Dan saat ini perubahan zaman luar biasa, dan ini yang bisa ini adalah generasi muda. Tapi jangan melepas generasi yang tua untuk mendampingi,” jelas Rijanto yang juga pernah menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar 2022-2024.

Gagasan regenerasi tersebut berjalan seiring dengan semakin beragamnya latar belakang masyarakat yang bergabung dalam kegiatan konsolidasi PDI Perjuangan. Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Haji Basori mengatakan Gen Z dan generasi milenial kini semakin banyak merapat ke partai.
Menurut Basori, keterbukaan tersebut juga terlihat dari latar belakang keagamaan dan kelompok masyarakat yang hadir dalam rangkaian Musran. Ia menyebut terdapat kader berlatar Nahdlatul Ulama hingga umat Kristiani.
“Kemarin di Musran pertama di Selorejo saya lihat ada pemuda pakai peci Nahdlatul Ulama. Tadi kalau kita lihat daftar nama pengurus ranting di Garum sini, ada juga pemuda Kristiani. Jadi artinya kita nasionalis. Beragam keagamaan bisa tertampung di PDI Perjuangan,” kata Basori.
Basori menilai kondisi tersebut menunjukkan PDI Perjuangan dapat diterima masyarakat dari berbagai kalangan. Menurutnya, karakter sebagai partai nasionalis membuat ruang organisasi dapat diisi masyarakat dengan latar belakang yang beragam.
Kondisi itu sekaligus menjadi modal bagi PDI Perjuangan untuk membangun kekuatan politik ke depan. Basori mengatakan tantangan berikutnya adalah menerjemahkan hasil konsolidasi dan regenerasi tersebut menjadi strategi menghadapi Pemilu 2029.

Di Kecamatan Garum sendiri, Plt Ketua PAC PDI Perjuangan Garum Argo Wahyu Jati Kusumo menegaskan kesiapan pengurus untuk memperkuat kerja politik bersama masyarakat. Garum memiliki sembilan ranting yang akan menjadi basis konsolidasi lanjutan.
“Kita total berjuang, kita total bersama rakyat untuk memenangkan PDI Perjuangan di kontestasi selanjutnya di 2029 ataupun 2030. Kita selalu senantiasa hadir untuk rakyat, kita bersama rakyat, karena kita lahir dan besar dari rakyat,” ujar Argo.
Argo juga memastikan PAC Garum segera gaspol membantu melengkapi artibut pengurus ranting baru. Sehingga pengurus ranting bisa segera turun ke masyarakat sebagai bagian dari kerja politik setelah Musran.
Sebelum menghadiri puncak Musran DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar di Garum, Bupati Rijanto juga menyempatkan hadir dalam Musran ke-21 di Kecamatan Srengat. Kehadiran tersebut menjadi bentuk perhatian Rijanto terhadap proses konsolidasi organisasi PDI Perjuangan di tingkat bawah.

Musran Garum sekaligus menjadi Musran ke-22 atau tahap terakhir dari 22 kecamatan di Kabupaten Blitar. Sebelumnya, rangkaian Musran digelar berurutan mulai Kecamatan Selorejo, Binangun, Bakung, Wates, Nglegok, Udanawu, Ponggok, Gandusari, Kanigoro, Sanankulon, Selopuro, Panggungrejo, Wlingi, Kademangan, Kesamben, Doko, Wonotirto, Sutojayan, Wonodadi, Talun, hingga Srengat.
Dengan rampungnya Musran di Garum, seluruh kecamatan di Kabupaten Blitar telah menyelesaikan konsolidasi kepengurusan ranting. Tahapan selanjutnya akan diarahkan pada penguatan struktur di tingkat anak ranting sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda politik berikutnya.













