KafeBerita.com, Blitar – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Guntur Wahono, menyiapkan generasi muda untuk masuk dalam struktur partai politik melalui pembekalan ideologi Pancasila. Hal itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi nilai-nilai luhur Pancasila yang digelar Minggu (26/4/2026), dengan melibatkan pemuda-pemuda yang baru bergabung di PDI Perjuangan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari proses lanjutan setelah DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar melakukan rekrutmen kader muda potensial. Para peserta yang hadir sebagian merupakan pemuda yang sebelumnya mengikuti seleksi kepengurusan di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC).
“Generasi muda harus punya ketangguhan dalam bersikap dan berideologi, jangan mudah goyah. Militansi kader harus dijaga agar partai tetap solid dan kuat,” ujar Guntur yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar.
Ia menegaskan, pembekalan ideologi menjadi tahap penting sebelum kader muda ditempatkan dalam struktur partai. Menurutnya, kader tidak cukup hanya direkrut, tetapi harus dipersiapkan secara matang agar mampu menjalankan peran politik dengan baik.
“Kalau mereka sudah punya kemampuan dan militansi, akan kita siapkan masuk dalam struktur partai, baik di DPC, PAC, ranting sampai anak ranting,” lanjutnya.
Guntur menjelaskan, bagi kader yang belum masuk dalam struktur formal, partai tetap menyediakan berbagai ruang pengembangan melalui badan dan sayap partai. Di antaranya Taruna Merah Putih, Banteng Muda Indonesia, hingga Badan Saksi Pemilu Nasional.
“Masih banyak wadah yang bisa dimanfaatkan untuk mengekspresikan ide dan gagasan dalam perjuangan mensejahterakan masyarakat,” katanya.

Dalam forum tersebut, suasana diskusi berlangsung dinamis. Sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan kritis, termasuk soal tingginya biaya politik dan peran ideal partai politik di tengah masyarakat. Guntur menyambut terbuka kritik tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran politik.
“PDI Perjuangan tidak boleh alergi terhadap kritik. Justru ini menjadi bahan untuk mencari solusi bersama,” ujar Guntur yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar.
Terkait mahalnya biaya politik, ia mengakui hal tersebut menjadi tantangan nyata. Namun, ia menegaskan bahwa kader yang memiliki kapasitas tetap memiliki peluang untuk berkembang dengan dukungan partai.
“Memang biaya politik mahal, tapi kalau kader punya kemampuan, tetap ada jalan. Partai juga bisa memfasilitasi,” katanya.
Lebih jauh, Guntur menekankan bahwa partai politik memiliki peran strategis sebagai jembatan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat melalui kebijakan yang berpihak pada rakyat.
“Tujuan berpolitik adalah mencari solusi atas persoalan masyarakat. Maka kekuasaan harus digunakan untuk membuat kebijakan yang meringankan beban rakyat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Guntur berharap generasi muda tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam praktik politik dan kehidupan bermasyarakat. Sosialisasi ini menghadirkan narasumber ahli seperti Slamet Sutanto ahli di bidang perkoperasian yang menjelaskan ke anak muda bahwa politik memberikan kebijakan publik yang sangat berdampak pada masyarakat. Sehingga anak muda tidak boleh apatis tentang politik, justru dengan keaktifan anak muda di politik inilah diharapkan bisa memberi perubahan lebih baik. Seperti halnya dalam sosialisasi nilai luhur Pancasila kali ini esensinya tujuan berpolitik adalah mengadministrasi keadilan sosial, seperti dilakukan PDI Perjuangan memastikan kebijakan dibuat kadernya yang duduk di eksekutif maupun di legislatif dipastikan berkeadilan sosial. Artinya program-program bantuan sosial dari pemerintah harus menyasar pada warga miskin yang benar-benar membutuhkan bantuan, supaya bantuan tersebut bisa optimal karena tepat sasaran.













