KafeBerita.com, Blitar – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menggerakkan kader di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) membangun ketahanan pangan keluarga sebagai langkah antisipasi dampak cuaca ekstrem El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026. Upaya ini dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan digelar Sabtu (2/5/2026), melibatkan perwakilan 22 PAC se-Kabupaten Blitar.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua bidang strategis, yakni Wakabid Perempuan dan Anak serta Wakabid Pertanian dan Pangan di masing-masing PAC. Fokus utama kegiatan adalah membangun kesadaran sekaligus aksi nyata kader dalam menghadapi potensi krisis pangan akibat kekeringan.
Wakabid Pertanian, Pangan, Kehutanan, Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Mudji Wantoro, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi partai dalam merespons ancaman El Nino ekstrem.
“Kita ingin menciptakan keluarga tangguh pangan. Karena itu kita berikan stimulan berupa tanaman dalam pot untuk masing-masing PAC,” ujar Wantoro.
Wantoro menyebutkan, total sebanyak 1.100 tanaman dalam pot disalurkan kepada kader, dengan masing-masing PAC menerima 50 polybag berisi tanaman seperti cabai rawit, terong, dan kacang panjang. Seluruh kebutuhan mulai dari media tanam hingga benih telah disiapkan untuk memastikan program berjalan efektif.
“Harapannya satu keluarga minimal memiliki 10 pot tanaman. Jadi tidak hanya untuk konsumsi sendiri, tapi bisa dibagikan ke lingkungan sekitar,” katanya.
Menurut Wantoro, respons kader cukup tinggi. Bahkan beberapa wilayah seperti Binangun, Garum, dan Selopuro telah menyatakan kesiapan untuk mengembangkan program secara mandiri dengan menambah jumlah tanaman seperti dari Garum siap menambahkan tanaman kangkung untuk dibagikan ke kader dan warga sekitar.
“Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Mereka tidak hanya menerima, tapi siap mengembangkan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakabid Keanggotaan, Organisasi dan Sumber Daya DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Suwito, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari gerakan gotong royong kader dalam menghadapi ancaman krisis pangan.
“Kita melaksanakan instruksi dari Ketua Umum untuk menanam tanaman pendamping beras dan mengantisipasi dampak El Nino,” ujarnya.
Suwito menjelaskan, kader partai diharapkan menjadi motor penggerak di tingkat kecamatan hingga desa. Setelah mendapatkan pelatihan, mereka akan meneruskan pengetahuan tersebut kepada struktur di bawahnya hingga masyarakat luas.
“Kader ini nanti akan menggerakkan ranting dan masyarakat. Jadi ketika benar-benar terjadi kekeringan, kita sudah punya mitigasi,” kata Suwito yang juga anggota komisi II DPRD Kabupaten Blitar yang membidangi pertanian.
Selain itu, Suwito juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air sebagai bagian dari strategi menghadapi El Nino, termasuk pemanfaatan dan penampungan air di wilayah yang memungkinkan.

“Ini bagian dari cara partai hadir dan mendampingi masyarakat, terutama petani,” tegasnya.
Sementara Pengurus PAC Sanankulon, Yuni, menyambut baik program sosialisasi ketahanan pangan digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar. Menurutnya program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan demikian keberadaan kader bisa memberi dampak positif secara merata di Kabupaten Blitar dalam menyikapi bencana kekeringan yang mengancam dalam waktu dekat.
“Kita tadi dapat bantuan benih dan plastik polybag yang nantinya kita bagikan pada masyarakat sekitar. Keberadaan tanaman pangan ini sangat bermanfaat mas, utamanya bagi kita ibu-ibu yang setiap harinya memikirkan sajian makanan untuk keluarga. Kalau tanaman ini nanti tumbuh subur bisa menghemat pengeluaran bagi ibu-ibu,” ujarnya.
Melalui langkah ini, PDI Perjuangan Kabupaten Blitar tidak hanya menjalankan fungsi politik, tetapi juga memperkuat peran sosial dengan menghadirkan solusi konkret di tengah potensi krisis. Ketahanan pangan berbasis keluarga diharapkan menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat, khususnya saat menghadapi cuaca ekstrem.













