KafeBerita.com, Blitar – Pemerintah Kota Blitar resmi membuka Makam Bung Karno selama 24 jam. Kebijakan tersebut diluncurkan Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin dalam rangkaian tasyakuran HUT ke-81 Republik Indonesia, Sabtu (15/8/2026).
Mas Ibin mengatakan pembukaan makam selama 24 jam berangkat dari aspirasi masyarakat dan peziarah. Sebagian masyarakat ingin mendoakan Bung Karno pada malam hari ketika suasana lebih tenang dan khusyuk.
Sekitar satu setengah bulan sebelum peluncuran, Mas Ibin menyampaikan aspirasi tersebut kepada keluarga Bung Karno. Salah satunya kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Menurut Mas Ibin, keluarga Bung Karno kemudian memberikan izin dengan sejumlah ketentuan. Salah satunya mengatur agar peziarah tetap tertib dan menjaga kekhusyukan selama berada di area makam.
“Kenapa kemudian makam ini harus dibuka 24 jam? Sebenarnya karena ada banyak usulan di mana para peziarah atau masyarakat pengin mendoakan beliau mungkin waktunya juga waktu yang tenang atau malam-malam,” kata Mas Ibin.
Ia mengaku semula berencana membuka makam 24 jam pada awal atau akhir tahun. Namun, respons keluarga Bung Karno justru mendorong Pemkot Blitar mencari waktu lebih cepat.
Mas Ibin menyebut Megawati bahkan sempat menanyakan apakah makam sudah dibuka selama 24 jam. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan respons positif keluarga terhadap kebijakan tersebut.
Pembukaan 24 jam juga tidak hanya dipandang sebagai perubahan waktu kunjungan. Mas Ibin ingin keberadaan makam menjadi ruang bagi masyarakat untuk terus mengingat, mendoakan, sekaligus meneladani Bung Karno.

Menurutnya, Bung Karno meninggalkan warisan besar bagi bangsa Indonesia. Warisan tersebut mencakup Pancasila, gagasan kenegaraan, konsep kemasyarakatan, hingga pemikiran tentang tata kelola pemerintahan.
“Artinya tidak hanya doa saja yang menginspirasi beliau. Beliau melahirkan Pancasila, beliau melahirkan gagasan-gagasan besar, Undang-Undang Dasar, beliau melahirkan banyak ajaran tentang konsep kenegaraan, tentang konsep kemasyarakatan, tentang konsep tata kelola pemerintahan, tentang konsep berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Karena itu, Mas Ibin menilai generasi penerus memiliki kewajiban untuk terus mengingat jasa Bung Karno. Menurutnya, mendoakan dan menziarahi Bung Karno menjadi salah satu cara menjaga hubungan generasi sekarang dengan sejarah perjuangan bangsa.
Ia juga melihat pembukaan Makam Bung Karno selama 24 jam dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kunjungan peziarah yang meningkat dinilai berpotensi ikut menggerakkan pedagang kaki lima, UMKM, serta usaha penginapan di sekitar Kota Blitar.
Mas Ibin mengatakan sebelumnya terdapat masyarakat yang ingin berziarah ke Makam Bung Karno pada malam hari. Namun, karena makam tutup, sebagian calon peziarah memilih melanjutkan perjalanan ke tempat ziarah lainnya.
“Semakin banyak orang berkunjung berziarah ke sini, insyaallah semuanya akan semakin lancar. Karena banyak orang juga yang pengin berziarah ke Kota Blitar terpaksa tidak jadi ziarah ke Kota Blitar karena apa? Karena ternyata kalau malam tidak buka,” jelasnya.
Menurut Mas Ibin, pembukaan 24 jam menjadi bentuk upaya Pemkot Blitar memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk lebih dekat dengan Bung Karno. Kebijakan tersebut sekaligus diharapkan memperkuat daya tarik Kota Blitar sebagai tujuan ziarah.
Ia menegaskan pembukaan makam bukan hanya berkaitan dengan kunjungan fisik. Masyarakat juga diharapkan membawa pulang nilai dan gagasan Bung Karno untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Selain membuka Makam Bung Karno selama 24 jam, Mas Ibin juga menggagas kegiatan doa bersama secara rutin setiap Minggu Kliwon. Kegiatan tersebut akan menjadi momentum masyarakat untuk bersama-sama mendoakan Bung Karno.
“Semoga dengan sering mendoakan, sering nyelameti, kita bisa mendapatkan inspirasi dari beliau, bisa meneladani ajaran beliau, sehingga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bermasyarakat, semuanya kita menuju Indonesia adil makmur sejahtera,” pungkasnya.













