MBK Buka 24 Jam, GP Ansor Beri Dukungan Agar Blitar Makin Teguh sebagai Kota Warisan Bung Karno

KafeBerita.com, Blitar – Pembukaan Makam Bung Karno (MBK) selama 24 jam mendapat dukungan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Blitar. Kebijakan tersebut dinilai bukan hanya memperluas akses masyarakat untuk berziarah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat identitas Blitar sebagai kota yang menjaga warisan sejarah Bung Karno.

Ketua PC GP Ansor Kota Blitar Mohamad Romdhoni mengatakan akses selama 24 jam memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat dari luar daerah yang tiba di Blitar pada malam atau dini hari untuk tetap berziarah ke makam Presiden pertama Republik Indonesia tersebut.

Banner DBHCHT Pemkab Blitar Agustus 2026

Menurutnya, keberadaan MBK juga memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar tujuan wisata. Kawasan tersebut menjadi ruang spiritual sekaligus tempat masyarakat belajar sejarah, merawat ingatan kolektif, serta memahami gagasan dan perjuangan Bung Karno.

“Pembukaan 24 jam ini kami dukung karena memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk datang, terutama mereka yang tiba di Blitar pada malam atau dini hari,” kata Romdhoni, Rabu (2/9/2026).

Di sisi lain, kebijakan Pemerintah Kota Blitar ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari meningkatnya aktivitas di sekitar MBK. Pergerakan pengunjung pada malam hari dapat memberikan ruang bagi UMKM, pedagang cenderamata, pelaku usaha kuliner, transportasi lokal, hingga penginapan.

Aktivitas ekonomi malam juga berpotensi menjadi bagian dari pengembangan kawasan wisata sejarah. Masyarakat yang datang tidak hanya membutuhkan akses untuk berziarah, tetapi juga berbagai kebutuhan selama berada di Blitar.

Romdhoni menilai peluang tersebut perlu berjalan seimbang dengan upaya menjaga nilai sejarah MBK. Pengembangan ekonomi tidak boleh menggeser fungsi kawasan sebagai ruang untuk mengenang dan memahami perjalanan sejarah Bung Karno.

“Nilai sejarah dan kesejahteraan ekonomi masyarakat harus berjalan seimbang,” ujarnya.

Karena itu, GP Ansor juga mendorong penguatan tata kelola MBK seiring dengan penerapan akses 24 jam. Aspek keamanan, ketertiban, kebersihan, penerangan jalan, serta fasilitas publik perlu mendapat perhatian agar aktivitas pengunjung tetap nyaman dan tertib.

Romdhoni juga menekankan pentingnya evaluasi secara berkala untuk melihat pelaksanaan kebijakan tersebut. Dengan pengelolaan yang baik, MBK 24 jam dapat memperluas akses ziarah sekaligus memberi ruang bagi ekonomi masyarakat.

“Harapannya, Blitar semakin kuat sebagai kota yang menjaga warisan sejarah Bung Karno,” pungkasnya.

Dirgahayu Republik Indonesia HUT RI Ke-81 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *