Musran PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Berlangsung Khidmat, Guntur Wahono Sebut Kekompakan Jadi Modal Hadapi Pemilu 2029

KafeBerita.com, Blitar – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Blitar kembali melanjutkan konsolidasi organisasi melalui Musyawarah Ranting (Musran), kali ini di Kecamatan Kanigoro, Rabu (22/7/2026). Di setiap Musran DPC meminta agar pelaksanaan maksimal karena dinilai kekompakan, ketertipan dan semangatnya, seperti di Kecamatan Kanigoro ini berlangsung khidmat penuh nuansa nasionalisme dan ideologi yang kental sebelum sidang dimulai.

Seluruh peserta yang terdiri atas pengurus PAC, ranting, hingga anak ranting mengikuti rangkaian seremoni secara tertib. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, menyanyikan Mars PDI Perjuangan, Hymne PDI Perjuangan, hingga mendengarkan pidato legendaris Bung Karno bertajuk Dedication of Life. Suasana sakral tersebut menjadi penegasan bahwa konsolidasi partai tidak hanya berorientasi pada organisasi, tetapi juga penguatan ideologi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Guntur Wahono mengatakan kedisiplinan dan kekompakan yang ditunjukkan seluruh kader selama Musran menjadi modal penting menghadapi berbagai agenda politik ke depan, termasuk Pemilu 2029.

“Alhamdulillah karena ini merupakan rangka melaksanakan konsolidasi, maka di semua titik saat kita menggelar Musran diwarnai dengan kedisiplinan dan kekompakan yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa PDI Perjuangan sangat dicintai oleh warga masyarakat,” ujar Guntur.

Basori PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Lantik Ranting Kanigoro Rabu 22 Juli 2026
Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Basori mengambil sumpah jabatan pengurus ranting periode 2026-2031 di Kecamatan Kanigoro dalam Musran, Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan, regenerasi juga menjadi perhatian utama dalam pembentukan kepengurusan baru. Generasi muda tidak hanya dilibatkan sebagai pelengkap struktur organisasi, tetapi diberi ruang untuk mengambil peran strategis di kepengurusan maupun badan-badan partai.

“Generasi muda mengambil peran pada kesempatan ini. Mereka mengambil posisi di struktural, dan yang lain mengambil posisi di alat kelengkapan atau badan-badan partai. Harapan kita, dengan kekompakan struktur partai mulai dari DPP, DPD, DPC, PAC, ranting hingga anak ranting, ini menjadi upaya PDI Perjuangan untuk memenangkan seluruh pertarungan, termasuk menghadapi Pemilu 2029,” kata Guntur Wahono yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.

Guntur juga mengajak masyarakat Kabupaten Blitar untuk bersama-sama membangun kesejahteraan masyarakat melalui semangat gotong royong yang menjadi nilai perjuangan partai.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Guntur Wahono beri salam Pancasila disambut meriah peserta Musran Kanigoro, Rabu (22/7/2026).

Sementara itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kanigoro Fatatoh Hironi Ulya mengatakan Musran di Kanigoro berhasil memenuhi ketentuan partai mengenai keterwakilan minimal 30 persen perempuan dan 30 persen kader muda atau Gen Z dalam kepengurusan.

“Ini bukti kekompakan kita bersama. Sesuai tahapan yang telah ditetapkan, persyaratan keterwakilan Gen Z dan perempuan sudah kita penuhi. Semoga ini menjadi awal kebersamaan kita menatap Pemilu 2029,” ujarnya.

Menurut Fatatoh, proses merekrut kader muda bukan pekerjaan mudah. Pengurus PAC harus aktif memberikan pemahaman kepada generasi muda agar semakin peduli terhadap dunia politik.

“Awalnya memang agak sulit karena anak-anak muda harus kita ajak sedikit demi sedikit untuk melek politik. Harapan kami ke depan tetap bersama-sama dengan generasi muda, karena pada Pemilu 2029 sekitar 60 persen pemilih berasal dari kalangan Gen Z,” katanya.

Guntur Wahono dan Fatatoh Hironi Ulya Musran PDI Perjuangan Kanigoro Rabu 22 Juli 2026
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Guntur Wahono (kiri) dan Ketua PAC Kanigoro Fatatoh Hironi Ulya saat memasuki arena Musran, Rabu (22/7/2026).

Ia menambahkan, kader muda yang direkrut bukan sekadar memenuhi kuota, melainkan dipilih berdasarkan kapasitas dan potensi yang dimiliki.

“Kami melihat banyak kader dari kalangan akademisi dan aktif di berbagai kegiatan. Semoga ini menjadi semangat kita bersama,” tambahnya.

Sebagai ibu kota Kabupaten Blitar, Kanigoro dinilai memiliki posisi strategis dalam penguatan organisasi partai. Karena itu, seluruh pengurus berkomitmen menjaga soliditas agar mampu menjadi salah satu basis utama PDI Perjuangan pada Pemilu 2029.

“Seperti pidato pembukaan Musran tadi semisal pemilu ada tahun depan pun Kanigoro optimis menang, ibukota kabupaten harus merah total. Karena saya melihat semangat dan kekompakan seluruh pengurus PAC, ranting dan anak ranting yang luar biasa,” ujar Fatatoh yang juga anggota DPRD Kabupaten Blitar.

Yoga PAC PDI Perjuangan Kanigoro Kabupaten Blitar Musran Rabu 22 Juli 2026
Pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kanigoro Yoga memberikan stampel pada pengurus ranting yang baru dilantik agar bisa segera aktifitas kepartaian.

Hasil Musran di Kecamatan Kanigoro ini langsung dikukuhkan dengan Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Basori mengambil sumpah jabatan seluruh pengurus ranting, dengan disaksikan langsung Ketua DPC Guntur Wahono, Wakil Bendahara Diyah Rahayu Catur Setyarini, Wasekbid Internal Andry Suprapto, Wakabid Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif Sugeng Suroso, Wakabid Ideologi dan Kaderisasi Taufich, Wakabid Keanggotaan Organisasi dan Sumber Daya Suwito, Wakabid Industri Perdagangan BUMN Investasi Koperasi dan UMKM Endik Susilo dan Wakabid Hukum dan Advokasi Nanang Widi Wahyono.

Musran di Kecamatan Kanigoro menjadi pelaksanaan ke-9 dari rangkaian konsolidasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar. Sebelumnya, Musran telah sukses digelar secara berurutan di Kecamatan Selorejo, Binangun, Bakung, Wates, Nglegok, Udanawu, Ponggok, dan Gandusari sebagai bagian dari penataan organisasi hingga tingkat ranting dan anak ranting menjelang agenda politik mendatang.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *