KafeBerita.com, Blitar – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Guntur Wahono memastikan kualitas pengurus Pengurus Anak Cabang (PAC) periode 2025–2030 melalui proses seleksi berlapis, mulai dari fit and proper test hingga pemantauan langsung jalannya musyawarah formatur dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab).
Dalam pelaksanaan Musancab yang digelar Selasa (14/4/2026) di wisata Pendopo Hand Asta Sih, Guntur terlihat aktif memantau proses penentuan pengurus PAC di 22 kecamatan. Ia bahkan berkeliling dari satu meja ke meja lain untuk memastikan proses musyawarah berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan yang berkualitas.
“Komunikasinya bagus, teman-teman formatur lengkap semua. Mereka sedang menentukan siapa saja yang masuk dalam kepengurusan dengan berbagai pertimbangan,” ujarnya.
Guntur menjelaskan, mekanisme penentuan pengurus PAC dilakukan melalui sistem formatur. DPC sebelumnya telah mengusulkan tiga nama calon di setiap wilayah, termasuk kader muda potensial yang berusia di bawah 35 tahun.
“Dari usulan tiga nama itu, salah satunya wajib generasi muda potensial di bawah 35 tahun. Itu sudah kita siapkan sebelumnya,” katanya.
Selanjutnya, ketua formatur yang ditetapkan berdasarkan rekomendasi DPD bersama anggota formatur dari unsur ranting yang memiliki suara terbanyak se-Kecamatan di Pileg 2024 untuk melakukan musyawarah menyusun struktur kepengurusan PAC secara lengkap.
“Mereka berembuk menentukan siapa yang masuk dalam kabinet kepengurusan dengan mempertimbangkan kemampuan, keterwakilan wilayah, dan juga ketentuan usia,” jelas Guntur yang juga Anggota DPRD Jawa Timur tersebut.

Salah satu poin penting yang ditekankan dalam proses ini adalah kewajiban melibatkan kader muda dalam struktur inti kepengurusan, baik sebagai ketua, sekretaris, maupun bendahara (KSB).
“Ketentuan usia di bawah 35 tahun ini harus masuk. Itu menjadi bagian penting dalam penyusunan kepengurusan,” tegas Guntur.
Sebelum Musancab digelar, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar juga telah melakukan tahapan awal berupa fit and proper test terhadap lebih dari 180 kader muda potensial. Proses ini menjadi dasar untuk menjaring figur-figur yang dinilai layak mengisi posisi strategis di tingkat PAC.
Dengan kombinasi seleksi awal dan musyawarah formatur, Guntur memastikan bahwa pengurus yang terpilih bukan hanya representatif secara wilayah, tetapi juga memiliki kapasitas dan semangat baru untuk menggerakkan partai.
Hasil dari musyawarah tersebut selanjutnya dilaporkan kepada DPD PDI Perjuangan Jawa Timur untuk kemudian ditetapkan secara resmi. Dalam forum Musancab yang sama, seluruh pengurus PAC yang telah disusun langsung dikukuhkan.
“Langsung ditetapkan dan dikukuhkan di hari ini,” ujarnya.
Melalui proses yang ketat dan terstruktur ini, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menargetkan terbentuknya kepengurusan PAC yang solid, kompeten, dan mampu menjawab tantangan politik ke depan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi penguatan organisasi sekaligus regenerasi kader, agar PDI Perjuangan di Kabupaten Blitar tetap menjadi kekuatan utama yang responsif terhadap dinamika masyarakat.













