KafeBerita.com, Blitar – Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin menegaskan perhatian Pemerintah Kota Blitar terhadap warga lanjut usia tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Menurutnya, para lansia merupakan bagian penting dari perjalanan pembangunan kota sehingga sudah semestinya mendapatkan kehidupan yang sehat, nyaman, dan layak di usia senja.
Hal itu disampaikan Mas Ibin saat melakukan monitoring penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap 3 bagi lansia di Kantor Dinas Sosial Kota Blitar, Kamis (10/9/2026). Selain memantau penyaluran bantuan oleh Bank Jatim, Mas Ibin juga menyapa warga sepuh yang hadir dan memberikan semangat kepada mereka.
Mas Ibin menyebut PKH Plus diberikan kepada warga dengan usia minimal 70 tahun. Dalam penyaluran kali ini, bahkan terdapat penerima yang usianya mencapai 98 tahun.
“Jadi juga ada yang usianya sudah 98, hampir 100 tahun beliau. Jadi luar biasa, warga Kota Blitar ini yang 70 ke atas juga sangat banyak,” ujar Mas Ibin.

Banyaknya warga yang mampu mencapai usia lanjut tersebut, menurut Mas Ibin, juga menjadi gambaran tingginya angka harapan hidup masyarakat Kota Blitar. Kondisi itu ia kaitkan dengan kualitas lingkungan dan kenyamanan kehidupan warga.
“Artinya angka harapan hidup bagi masyarakat Kota Blitar ini sangat tinggi. Tinggi karena banyak yang sepuh. Karena tinggi ini menunjukkan bahwa kualitas, kualitas lingkungan kita, kualitas alam kita ini bagus Kota Blitar,” katanya.
Karena itu, pembangunan kota menurut Mas Ibin tidak hanya diarahkan untuk menyiapkan masa depan anak-anak dan generasi produktif. Pemerintah juga ingin memastikan warga lanjut usia dapat menikmati masa tua dengan sehat dan nyaman.
“Orang-orang banyak yang sehat, bisa hidup sampai usia tua-tua. Nah itu bagus, sejalan dengan visi kita agar Blitar menjadi kota masa depan,” ujarnya.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari visi Mas Ibin menjadikan Kota Blitar sebagai kota masa depan yang ramah bagi semua generasi. “Kota untuk masa depan, yaitu anak-anak itu mempunyai harapan di masa depan, sekaligus kota yang nyaman bagi generasi lanjut, lansia. Sehingga beliau bisa sangat sehat, sangat nyaman sampai di usia beliau yang sangat lanjut,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Mas Ibin juga menjelaskan dinamika penerima PKH Plus yang mengalami perubahan karena penyesuaian desil. Ia mengajak masyarakat yang merasa kondisi ekonominya belum sesuai dengan klasifikasi desil untuk menyampaikan sanggahan melalui layanan online maupun datang langsung ke Dinas Sosial.

Kepala Dinas Sosial Kota Blitar, Eka Atikah menjelaskan PKH Plus Tahap 3 kali ini disalurkan kepada 399 lansia, turun dari 467 penerima sebelumnya. Pengurangan terjadi karena adanya kenaikan desil pada sebagian penerima.
“Per triwulan Rp500.000, jadi bantuan ini dari Provinsi Jawa Timur,” kata Eka.
Bantuan tersebut disalurkan secara tunai melalui Bank Jatim. Rinciannya, Kecamatan Sananwetan sebanyak 130 penerima, Sukorejo 199 penerima, dan Kepanjenkidul 70 penerima.
Eka menambahkan, Dinsos tetap membuka ruang sanggahan bagi warga yang dinilai masih layak menerima bantuan. Sejauh ini, empat warga dari 77 penerima yang berkurang telah diusulkan untuk proses sanggahan.
Bagi Pemkot Blitar, kepedulian terhadap lansia bukan sekadar soal bantuan sosial, tetapi bagian dari penghormatan kepada warga yang pada masa produktifnya telah ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah. Karena itu, pembangunan kota diupayakan tidak hanya membuat generasi muda memiliki masa depan, tetapi juga membuat warga sepuh dapat menjalani masa tua dengan nyaman.











