KafeBerita.com, Blitar – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menjadi yang pertama di Jawa Timur yang sukses menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) secara mandiri di wilayahnya sendiri, Selasa (14/4/2026). Capaian ini mendapat apresiasi langsung dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur.
Musancab yang digelar di Wisata Pendopo Hand Asta Sih tersebut dihadiri jajaran pengurus DPD partai, pengurus utama pun hadir langsung terlihat Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono dan Bendahara DPD Wara Sundari Renny Pramana. Kehadiran langsung pengurus DPD menegaskan pentingnya agenda konsolidasi ini bagi penguatan struktur partai di daerah.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Deni Wicaksono menyampaikan bahwa pelaksanaan Musancab di Kabupaten Blitar merupakan bagian dari tahapan restrukturisasi organisasi PDI Perjuangan di seluruh Jawa Timur. Ia menjelaskan, tidak semua daerah mendapat kewenangan untuk menggelar Musancab secara mandiri.
“Kami memberikan kewenangan kepada DPC kabupaten kota yang kami anggap kuat. Kategorinya perolehan suara di atas 20 persen atau memiliki kepala daerah dan ketua DPRD. Kabupaten Blitar masuk dalam kategori tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Blitar bahkan menjadi yang pertama dari 14 daerah yang ditunjuk untuk menyelenggarakan Musancab secara mandiri. Menurutnya, kesiapan yang ditunjukkan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar patut diapresiasi.
“Ini luar biasa, kami dari DPD sangat mengapresiasi kesiapan teman-teman DPC yang menggelar kegiatan ini dengan baik. Prosesnya juga sudah berjalan sebelumnya, sehingga hari ini tinggal pengumuman dan pelantikan,” katanya.

Deni juga menilai, di bawah kepemimpinan Ketua DPC Guntur Wahono, konsolidasi partai di Kabupaten Blitar berjalan cepat dan efektif. Guntur yang sebelumnya merupakan bagian dari pengurus DPD kini ditugaskan memimpin DPC, telah menunjukkan perubahan semakin baik bagi pengurusan partai di tingkat kabupaten.
Selain itu, kepengurusan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar dinilai berhasil menjalankan arahan DPD terkait penguatan kaderisasi, khususnya dengan melibatkan generasi muda dalam struktur partai.
“Kami mendorong keterlibatan anak muda, minimal 30 persen bahkan lebih. Dan di Kabupaten Blitar ini sudah terpenuhi di 22 kecamatan, termasuk ada yang usia 20 tahunan masuk dalam struktur,” jelasnya.
Tidak hanya sekadar pelibatan, kader muda juga diberikan ruang strategis dalam kepengurusan, baik sebagai ketua, sekretaris, maupun bendahara di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC).
“Bukan hanya sekadar nama, tapi benar-benar diberikan ruang posisi strategis. Ini menjadi energi baru bagi partai,” tegasnya.
Menurut Deni, keberhasilan konsolidasi dan regenerasi ini menjadi modal penting bagi PDI Perjuangan di Kabupaten Blitar untuk menjaga basis suara sekaligus meningkatkan capaian elektoral di masa mendatang.
Ia juga mengingatkan bahwa Kabupaten Blitar merupakan salah satu basis kuat PDI Perjuangan yang harus terus dijaga. Dengan kekuatan di eksekutif dan legislatif, partai memiliki peluang besar untuk menghadirkan program-program yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Target kita jelas, kemenangan harus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Kursi harus naik kembali, dan kita juga harus mengawal pemerintahan agar berjalan baik sehingga besok ketika pilkada lagi masyarakat percaya kepada calonnya PDI Perjuangan,” ujarnya.

Dengan keberhasilan menggelar Musancab secara mandiri serta konsolidasi yang solid hingga tingkat bawah, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar dinilai berada di jalur yang tepat untuk memperkuat struktur partai. Pengurus PAC periode 2025-2030 dengan wajah baru melalui regenerasi selektif melalui rangkaian uji kompetensi ini nantinya semakin mantap menghadapi kontestasi politik ke depan.









