KafeBerita.com, Trenggalek – Dugaan praktik penjualan mobil bermasalah mencuat di Kabupaten Trenggalek. Sejumlah konsumen mengaku mengalami kerugian setelah bertransaksi dengan Showroom Adi Jaya Mobil yang berlokasi di Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan. Showroom tersebut diduga menjual kendaraan yang memiliki persoalan administrasi maupun pembiayaan.
Keluhan para konsumen mengarah pada pola transaksi yang dinilai merugikan pembeli. Beberapa di antaranya mengaku telah menyerahkan uang muka hingga puluhan juta rupiah untuk kendaraan yang dijanjikan, namun unit yang dipesan tidak kunjung diterima sesuai kesepakatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, modus yang digunakan pemilik showroom cukup terstruktur. Konsumen yang berminat membeli mobil, khususnya unit tertentu seperti Honda Mobilio, kerap diberi janji manis dari showroom milik seorang bernama Edi Antoni tersebut.
Namun unit pesanan tidak pernah tersedia tepat waktu, dan konsumen justru diberikan kendaraan sementara yang kemudian diketahui bermasalah.
Salah satu sumber yang pernah bertransaksi di Adi Jaya Mobil mengaku menerima kendaraan sementara berupa Toyota Rush tahun 2007 setelah membayar uang muka puluhan juta rupiah.
Beberapa bulan kemudian, di luar dugaan, kendaraan tersebut dihentikan oleh debt collector karena masih memiliki tunggakan angsuran di perusahaan pembiayaan (leasing).
Sementara konsumen lain juga menyebutkan bahwa setelah melakukan pembayaran hampir lunas, pihak showroom tidak kunjung menyerahkan BPKB asli kendaraan.
Berbagai alasan diberikan, mulai dari dokumen sedang diproses hingga unit belum keluar. Padahal kesepakatan awal, BPKB akan diserahkan bersamaan dengan serah terima kendaraan.
Tak hanya itu, konsumen yang sudah jenuh menunggu unit pesanan akhirnya menerima mobil pengganti dengan kualitas dan tahun yang berbeda dari kesepakatan awal.
Meski begitu, BPKB tetap tidak kunjung diserahkan. Kerugian yang dialami bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah, karena konsumen juga kehilangan hak atas sisa pembayaran lebih yang seharusnya dikembalikan.
“Kami hanya ingin kejelasan. Uang sudah lunas, mobil sudah dipakai, tapi BPKB tidak ada. Ini sangat meresahkan,” ujar seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya.




