KafeBerita.com, Blitar – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mulai menyiapkan arah baru pembangunan jangka panjang melalui penyusunan city branding yang nantinya menjadi penguat identitas sekaligus pengarah pembangunan Kota Blitar menuju kota masa depan. Langkah tersebut ditandai dengan kegiatan kick off roadmap city branding yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kota Blitar di Sasana Praja Kantor Wali Kota Blitar, Selasa (26/5/2026).
Plt Sekda Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono, mengatakan penyusunan city branding menjadi bagian penting dalam mendukung arah pembangunan daerah yang telah tertuang dalam RPJPD Kota Blitar hingga tahun 2045.
Menurutnya, RPJMD yang saat ini sedang berjalan merupakan pondasi awal untuk mencapai target pembangunan jangka panjang tersebut sehingga dibutuhkan penguatan identitas dan arah pembangunan yang jelas melalui city branding.
“RPJPD Kota Blitar itu baru sampai 2045. Kemudian dioperasionalkan dalam RPJMD dan RPJMD pertama ini menjadi pondasi untuk mencapai 20 tahun yang akan datang,” jelas Tri Iman.
Ia mengatakan city branding yang disusun bukan sekadar membuat slogan atau identitas baru, tetapi menjadi penguatan terhadap potensi Kota Blitar yang selama ini sudah ada sekaligus membuka peluang pengembangan baru di masa mendatang.
“Yang kuat kita kuatkan lagi, yang masih lemah kita angkat untuk diperkuat. Jadi city branding ini menjadi pengarah proses pembangunan Kota Blitar lima tahun ke depan dan pondasi menuju 20 tahun mendatang,” katanya.

Tri Iman menjelaskan, penyusunan city branding dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan banyak unsur masyarakat. Selain organisasi perangkat daerah, proses penyusunan juga melibatkan kelompok pengusaha, anak muda, media massa, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat hingga perguruan tinggi.
“Fokusnya supaya semua lini nanti punya arah yang sama dalam mendukung pembangunan Kota Blitar berdasarkan city branding yang disepakati bersama,” ujarnya.
Penyusunan roadmap city branding tersebut diperkirakan berlangsung sekitar satu bulan sebelum nantinya dibahas dan disepakati bersama Pemerintah Kota Blitar.
Pemkot Blitar berharap city branding yang disusun nantinya mampu menjadi identitas kuat daerah sekaligus mendorong pengembangan potensi kota, baik di bidang ekonomi kreatif, budaya, pariwisata hingga pelayanan publik menuju Kota Blitar yang lebih maju dan kompetitif di masa depan.







